Street Food Malam Myeongdong dan Hongdae: Panduan Jajan di Seoul

Jajan Malam di Seoul Bukan Cuma Soal Makanan
Street food malam Myeongdong adalah salah satu pengalaman kuliner yang paling mudah dimasukkan ke itinerary Seoul, terutama untuk first timer. Begitu sore bergeser menjadi malam, kawasan Myeongdong mulai dipenuhi lampu toko, wisatawan, aroma makanan yang dipanggang, serta deretan stall yang menawarkan jajanan Korea dalam berbagai bentuk.
Tapi ada satu hal yang sering luput dari itinerary: Myeongdong dan Hongdae sebenarnya memberikan pengalaman jajan malam yang berbeda. Myeongdong lebih terkonsentrasi dan sangat mudah dijelajahi wisatawan. Hongdae terasa lebih muda, dinamis, dan bercampur dengan aktivitas shopping, café, street performance, serta kehidupan malam.
Korea.net sendiri memasukkan Myeongdong dan Hongdae sebagai dua kawasan street food terkenal di Seoul. Myeongdong dikenal sebagai salah satu pusat shopping dan kuliner yang paling populer di kalangan wisatawan internasional, sedangkan Hongdae memiliki karakter yang lebih dekat dengan budaya anak muda, makanan kreatif, café, dan hiburan.
Karena itu, kalau hanya punya satu malam untuk berburu jajanan, pilihan kawasannya sebaiknya disesuaikan dengan gaya perjalanan. Mau pengalaman street food yang praktis dan terkonsentrasi? Myeongdong lebih mudah. Ingin jajan sambil menikmati suasana anak muda Seoul? Hongdae bisa lebih menarik.
Suasana Malam di Myeongdong dan Hongdae
Sebelum membahas makanannya, penting memahami karakter kedua kawasan terlebih dahulu.
Myeongdong: Praktis, Ramai, dan Sangat Tourist-Friendly
Myeongdong berada di pusat Seoul dan terkenal sebagai kawasan shopping. Pada sore hingga malam, aktivitas street food semakin terasa di jalan-jalan pedestrian di sekitar area shopping.
Keunggulan Myeongdong adalah kemudahan. Kamu tidak perlu berpindah dari satu kawasan ke kawasan lain hanya untuk mencari beberapa jenis jajanan. Dalam satu kali jalan kaki, kamu bisa menemukan corn dog, tteokbokki, hotteok, skewers, grilled seafood, potato snacks, dessert, hingga minuman.
Karena sangat populer di kalangan wisatawan, suasananya memang lebih turistik dibanding beberapa pasar tradisional Seoul. Namun, justru ini bisa menjadi keuntungan untuk first timer karena pilihan makanannya lebih mudah dikenali dan kawasan relatif mudah dinavigasi.
Sejumlah panduan terbaru 2026 mencatat bahwa stall makanan di Myeongdong mulai bermunculan sekitar sore dan semakin ramai setelah matahari terbenam. Jam tutup dapat berbeda antar-stall, tetapi banyak penjual selesai beroperasi sekitar pukul 22.00–23.00.
Hongdae: Lebih Muda dan Lebih Dinamis
Hongdae memiliki karakter berbeda. Kawasan ini berkembang di sekitar Hongik University dan terkenal dengan budaya anak muda, fashion, café, musik, serta street performance.
Di Hongdae, street food tidak selalu terkonsentrasi dalam satu deretan stall seperti yang terasa di Myeongdong. Makanan tersebar di antara shopping street, restoran, café, dessert shop, convenience store, dan area hiburan.
Hongdae juga memiliki Red Road, kawasan wisata sekitar dua kilometer yang dikembangkan Mapo-gu sebagai tourism-specialized street. Area ini menggabungkan aktivitas budaya, flea market, busking, dan berbagai kegiatan publik.
Jadi, kalau tujuanmu bukan hanya makan tetapi ingin berjalan santai sambil melihat suasana Seoul setelah malam, Hongdae menawarkan pengalaman yang lebih luas.
Jajanan Malam Wajib Coba di Myeongdong
Myeongdong cocok untuk konsep small bites. Jangan langsung membeli makanan dalam porsi besar. Justru lebih menyenangkan membeli satu jajanan, berjalan beberapa menit, kemudian mencoba makanan berikutnya.
1. Korean Corn Dog
Korean corn dog merupakan salah satu jajanan yang paling mudah ditemukan di kawasan turis Seoul. Adonannya renyah di luar, sementara bagian dalamnya bisa berisi sosis, mozzarella, atau kombinasi keduanya.
Beberapa versi dilapisi kentang atau diberi gula sebelum saus ditambahkan. Rasanya bisa cukup berat jika dimakan sendirian dalam jumlah banyak, jadi satu porsi cocok untuk dibagi berdua.
2. Tteokbokki
Tteokbokki merupakan pilihan klasik. Rice cake kenyal dimasak dalam saus merah berbasis gochujang dengan karakter rasa pedas, manis, dan gurih.
Tingkat kepedasannya bisa berbeda. Jika tidak terbiasa makanan pedas, jangan langsung menganggap semua tteokbokki memiliki level yang sama.
Kalau ingin memahami lebih jauh berbagai versi makanan ini, kamu juga bisa membaca panduan tteokbokki Korea Selatan.
3. Hotteok
Hotteok merupakan pancake Korea yang biasanya berisi campuran gula, kacang, dan kayu manis. Saat dimasak di atas wajan, bagian luarnya menjadi renyah sementara bagian dalamnya lembut dan manis.
Hotteok sangat cocok dimakan ketika cuaca mulai dingin. Untuk perjalanan autumn atau winter, jajanan ini bisa menjadi salah satu snack yang paling nyaman dinikmati sambil berjalan.
4. Gyeranppang
Gyeranppang adalah roti telur Korea. Bentuknya sederhana tetapi cukup mengenyangkan untuk ukuran street snack.
Karena rasanya cenderung gurih dan tidak sepedas tteokbokki, makanan ini dapat menjadi alternatif untuk traveler yang kurang menyukai makanan pedas.
5. Eomuk
Eomuk atau fish cake biasanya disajikan dengan kuah hangat. Makanan ini terasa sangat cocok ketika suhu mulai turun.
Namun, wisatawan Muslim perlu lebih berhati-hati. Selain bahan fish cake, perhatikan juga kuah dan bahan tambahan yang digunakan. Jangan hanya mengandalkan nama makanan untuk menentukan apakah sebuah jajanan sesuai dengan kebutuhan diet.
6. Tornado Potato
Kentang yang dipotong spiral kemudian digoreng ini menjadi salah satu street snack yang sangat mudah dikenali. Biasanya disajikan menggunakan tusuk dan diberi seasoning.
Ukurannya cukup besar untuk kategori snack, jadi bisa dibagi dengan teman jika kamu ingin mencoba banyak makanan dalam satu malam.
7. Skewer
Berbagai jenis tusuk-tusukan dapat ditemukan di kawasan street food Seoul, mulai dari ayam, seafood, hingga sosis.
Untuk makanan seperti ini, sebaiknya lihat bahan dan saus yang digunakan sebelum membeli. Nama menu yang terlihat sederhana tidak selalu memberikan gambaran lengkap mengenai bahan di dalamnya.
Jajanan Malam Wajib Coba di Hongdae
Kalau Myeongdong terasa seperti satu area street-food destination, Hongdae lebih seperti kawasan besar yang bisa dieksplor sambil mencari makanan.
1. Tteokbokki dan Eomuk
Menu klasik seperti tteokbokki dan eomuk tetap mudah ditemukan. Bedanya, pengalaman makan di Hongdae sering terasa lebih casual karena bercampur dengan aktivitas anak muda, shopping, dan street performance.
2. Korean Toast
Toast Korea cocok untuk traveler yang ingin makanan sederhana dan mengenyangkan. Biasanya berupa roti panggang dengan telur, sayuran, saus, dan bahan tambahan lainnya.
Ini bisa menjadi pilihan ketika kamu ingin makan sesuatu yang lebih mengenyangkan dibanding snack manis.
3. Hotteok dan Dessert
Hongdae memiliki banyak pilihan dessert dan snack modern. Selain street stall, kamu juga akan menemukan café dan toko dessert yang buka sampai malam.
Karakter ini membuat Hongdae cocok untuk itinerary yang menggabungkan makan dengan café hopping.
4. Chicken Skewer dan Snack Gurih
Berbagai jenis grilled skewer atau fried snack dapat ditemukan di area yang ramai. Namun, ketersediaan stall di Hongdae lebih dinamis dibanding kawasan street food yang sangat terkonsentrasi.
5. Pojangmacha dan Late-Night Food
Jika ingin suasana malam yang lebih lokal, kamu dapat mencari pojangmacha atau restoran kecil yang buka lebih larut. Namun, jangan menyamakan semua pojangmacha dengan street food stall wisatawan. Menu, harga, dan jam operasional sangat bergantung pada tempatnya.
Hongdae juga terkenal sebagai kawasan yang tetap aktif setelah banyak kawasan Seoul mulai lebih tenang. Karena itu, pengalaman makan malam di sini dapat dilanjutkan dengan café, shopping, atau melihat busking.
Perbedaan Vibe Myeongdong dan Hongdae
Kalau masih bingung menentukan mana yang lebih cocok, bayangkan dua pengalaman berikut.
- Myeongdong: lebih terkonsentrasi, mudah untuk first timer, banyak street-food stall, dekat pusat shopping, dan cocok untuk jajan sambil jalan.
- Hongdae: lebih muda, dinamis, banyak café dan entertainment, street food lebih tersebar, serta cocok untuk kombinasi kuliner dan nightlife.
Myeongdong juga lebih mudah dipadukan dengan itinerary pusat Seoul. Setelah sightseeing di area Gwanghwamun atau istana, kamu bisa bergerak menuju Myeongdong untuk shopping dan dilanjutkan street food malam.
Sementara Hongdae lebih masuk akal jika berada dalam itinerary yang juga mencakup Yeonnam-dong, Sinchon, Hapjeong, atau Mangwon.
Kalau ingin referensi street food yang lebih luas, baca juga panduan street food Korea untuk wisatawan Indonesia.
Jam Terbaik Berburu Jajanan Malam
Waktu kedatangan cukup penting karena street food tidak selalu aktif sepanjang hari.
Myeongdong
Untuk pengalaman yang lebih lengkap, datang sekitar 17.00–18.00. Pada waktu tersebut, semakin banyak stall yang sudah aktif dan suasana mulai berubah menjadi lebih ramai.
Jika ingin melihat suasana paling hidup, sekitar 18.30–21.00 biasanya menjadi pilihan yang nyaman. Namun, semakin malam biasanya semakin padat, terutama pada malam akhir pekan.
Jangan datang terlalu pagi hanya untuk mencari street food. Myeongdong pada siang hari lebih terasa sebagai shopping district, sementara aktivitas street food meningkat menjelang malam.
Hongdae
Hongdae lebih fleksibel. Kamu bisa mulai dari sore untuk café atau shopping, kemudian beralih ke jajanan dan aktivitas malam.
Jika datang pada akhir pekan, siapkan waktu ekstra karena kawasan bisa sangat ramai. Official Seoul Tourism juga mencatat Red Road sebagai kawasan dengan berbagai aktivitas budaya dan busking, sehingga pengalaman Hongdae memang tidak hanya berpusat pada makanan.
Tips Jajan Malam dengan Budget Terbatas
Street food memang terlihat murah, tetapi total pengeluaran bisa cepat bertambah kalau setiap stall terasa menarik.
Tentukan budget sebelum mulai
Misalnya, siapkan sekitar 20.000–30.000 KRW per orang untuk sesi jajan ringan. Jumlah tersebut bukan tarif resmi dan dapat berubah tergantung jenis makanan serta harga stall, tetapi bisa digunakan sebagai batas awal agar tidak terlalu banyak membeli.
Kalau ingin makan sampai kenyang, budget tentu perlu disesuaikan.
Jangan langsung beli di stall pertama
Jalan beberapa menit dan lihat variasi harga terlebih dahulu. Myeongdong khususnya memiliki banyak stall dengan menu yang mirip, tetapi harga dan porsinya bisa berbeda.
Beberapa panduan Myeongdong terbaru juga mengingatkan wisatawan untuk menanyakan harga dan metode pembayaran terlebih dahulu sebelum membeli.
Bagi makanan dengan teman
Ini strategi paling mudah kalau ingin mencoba banyak menu. Satu corn dog, satu tornado potato, satu hotteok, dan satu porsi tteokbokki bisa dibagi beberapa orang.
Dengan cara tersebut, kamu tidak cepat kenyang dan masih punya ruang untuk mencoba jajanan berikutnya.
Siapkan metode pembayaran
Jangan berasumsi semua stall menerima metode pembayaran yang sama. Beberapa pedagang dapat menerima kartu, sementara yang lain mungkin memiliki preferensi berbeda.
Membawa sedikit uang tunai tetap menjadi langkah praktis, terutama jika ingin menghindari situasi harus mencari ATM ketika sedang lapar.
Tips Street Food untuk Muslim Traveler
Untuk wisatawan Muslim, bagian terpenting bukan hanya mencari makanan yang terlihat “tidak mengandung pork”.
Beberapa makanan dapat menggunakan pork, alkohol, cooking wine, kaldu non-halal, atau bahan tambahan lain. Bahkan saus yang digunakan pada makanan sederhana perlu diperhatikan.
Karena itu, jika status halal menjadi pertimbangan utama, jangan ragu bertanya kepada penjual mengenai bahan yang digunakan.
Untuk referensi lebih lengkap mengenai cara memilih makanan, kamu bisa membaca panduan makanan halal Korea di Seoul.
Perlu juga diingat bahwa label “Muslim-friendly”, “pork-free”, dan “halal-certified” tidak selalu berarti hal yang sama. Jika membutuhkan standar halal yang ketat, prioritaskan tempat yang memiliki informasi sertifikasi atau keterangan bahan yang jelas.
Contoh Rute Kuliner Malam Myeongdong
Kalau kamu ingin membuat satu malam khusus untuk street food, rutenya tidak perlu rumit.
- 17.00: Mulai dari Myeongdong Station.
- 17.15: Jalan menyusuri area shopping street sambil melihat pilihan stall.
- 18.00: Coba satu jajanan gurih seperti corn dog atau skewers.
- 18.30: Lanjut tteokbokki atau eomuk.
- 19.15: Dessert seperti hotteok atau bungeoppang.
- 20.00: Shopping atau café.
- 21.00: Makan malam utama jika masih lapar.
Konsep ini lebih nyaman daripada menjadikan street food sebagai satu-satunya sumber makan malam. Anggap jajanan sebagai food crawl, bukan satu kali makan besar.
Contoh Rute Kuliner Malam Hongdae
- 16.00: Mulai dari Hongik University Station.
- 16.30: Explore shopping street dan area Red Road.
- 17.30: Café atau dessert.
- 18.30: Mulai berburu street snack.
- 19.30: Menikmati busking dan suasana Hongdae.
- 20.30: Makan malam di restoran sekitar Hongdae.
- 21.30: Lanjut café, shopping, atau kembali ke hotel.
Rute ini lebih cocok untuk traveler yang ingin menjadikan Hongdae sebagai pengalaman kawasan, bukan hanya tujuan makan.
FAQ Street Food Malam Myeongdong dan Hongdae
Jam berapa street food Myeongdong mulai buka?
Banyak stall mulai bermunculan pada sore hari, sekitar pukul 16.00 atau setelahnya. Namun, jam operasional tidak seragam karena setiap pedagang dapat memiliki jadwal berbeda. Untuk pilihan yang lebih lengkap, datang sekitar pukul 17.00–18.00.
Apakah street food Myeongdong buka setiap hari?
Banyak stall beroperasi hampir setiap hari, tetapi tidak semua pedagang memiliki jadwal yang sama. Cuaca, hari dalam minggu, dan kondisi kawasan dapat memengaruhi jumlah stall yang buka.
Apakah Myeongdong atau Hongdae lebih bagus untuk street food?
Keduanya memiliki karakter berbeda. Myeongdong lebih terkonsentrasi dan mudah untuk first timer, sedangkan Hongdae menawarkan kombinasi street food, café, shopping, busking, dan kehidupan malam.
Berapa budget untuk street food malam di Myeongdong?
Budget tergantung jumlah dan jenis jajanan. Untuk sesi mencicipi beberapa snack, sekitar 20.000–30.000 KRW per orang dapat dijadikan patokan awal, tetapi harga aktual dapat berbeda antar-stall dan menu.
Apakah street food Myeongdong halal?
Tidak semua street food di Myeongdong otomatis halal. Beberapa makanan atau saus dapat menggunakan pork, alkohol, cooking wine, atau kaldu non-halal. Wisatawan Muslim sebaiknya mengecek bahan dan metode memasak sebelum membeli.
Apakah street food Hongdae lebih murah daripada Myeongdong?
Tidak selalu. Harga tergantung jenis makanan dan penjual. Perbedaan utama lebih terlihat pada karakter kawasan: Myeongdong lebih terkonsentrasi pada street food untuk wisatawan, sementara Hongdae memiliki kombinasi street food, restoran, café, dan dessert shop.
Apakah bisa menggunakan kartu untuk membeli street food?
Metode pembayaran berbeda antar-stall. Sebagian pedagang menerima kartu, tetapi tetap disarankan membawa sejumlah uang tunai sebagai cadangan agar tidak kesulitan ketika menemukan stall yang tidak menerima metode pembayaran yang kamu gunakan.
Kesimpulan: Pilih Kawasan Sesuai Gaya Jajanmu
Street food malam Myeongdong cocok untuk wisatawan yang ingin pengalaman jajan yang praktis, terkonsentrasi, dan mudah dimasukkan ke itinerary first trip Seoul. Dalam satu kawasan, kamu bisa mencoba banyak jajanan sambil shopping dan menikmati suasana malam.
Hongdae menawarkan pengalaman yang sedikit berbeda. Makanan menjadi bagian dari pengalaman kawasan yang lebih besar, bersama café, fashion, busking, shopping, dan aktivitas anak muda.
Kalau itinerary Seoul kamu cukup padat, Myeongdong bisa menjadi pilihan yang efisien karena kamu tidak perlu mengalokasikan terlalu banyak waktu untuk berpindah lokasi. Kalau punya waktu lebih santai, Hongdae bisa dijadikan agenda sore sampai malam.
Yang terpenting, jangan menjadikan street food sebagai perlombaan untuk mencoba sebanyak mungkin makanan. Pilih beberapa jajanan yang benar-benar ingin dicoba, perhatikan budget, cek bahan jika memiliki kebutuhan diet tertentu, dan nikmati suasananya.
Kalau ingin memperluas eksplorasi kuliner Seoul, lanjutkan dengan rekomendasi pasar kuliner malam di Korea Selatan atau gunakan panduan street food Korea untuk wisatawan Indonesia sebagai referensi sebelum menyusun itinerary.
Untuk inspirasi itinerary Korea, rekomendasi kuliner, dan ide perjalanan lainnya, ikuti Instagram Howliday dan temukan panduan perjalanan dalam format video di YouTube Howliday.