Cooking Class Korea Selatan: Belajar Masak Korea Langsung di Seoul

cooking class korea selatan

Cooking Class Korea Selatan, Saat Liburan Bukan Cuma Makan

Cooking class Korea Selatan bisa menjadi salah satu aktivitas paling menarik untuk dimasukkan ke itinerary, terutama bagi wisatawan yang ingin membawa pulang pengalaman selain foto dan oleh-oleh. Daripada hanya mencicipi bibimbap, bulgogi, japchae, atau kimchi di restoran, kamu bisa belajar bagaimana makanan tersebut dibuat langsung dari orang yang memang memahami kuliner Korea.

Konsepnya juga cukup beragam. Ada kelas singkat yang hanya mengajarkan satu menu seperti kimchi, ada kelas yang menggabungkan beberapa hidangan dalam satu sesi, dan ada pula pengalaman yang dimulai dari mengunjungi pasar tradisional untuk memilih bahan sebelum memasak.

Untuk wisatawan asing, aktivitas seperti ini sebenarnya sudah cukup mudah ditemukan di Seoul. Korea Tourism Organization mencantumkan berbagai program cooking experience untuk international visitors dengan menu seperti kimchi, bulgogi, bibimbap, japchae, haemul pajeon, tteok, hingga royal cuisine. Beberapa penyelenggara juga menggunakan bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya.

Yang menarik, cooking class tidak selalu membutuhkan kemampuan memasak. Sebagian besar kelas memang dirancang sebagai pengalaman wisata sehingga peserta akan mendapatkan instruksi langkah demi langkah. Bahkan untuk pemula yang belum pernah membuat makanan Korea sekalipun, aktivitas ini tetap bisa diikuti selama memahami instruksi dan aturan kelas.

Jadi, kalau itinerary Korea kamu sudah penuh dengan palace, shopping, café hopping, dan street food, menyisihkan sekitar dua sampai tiga jam untuk cooking class bisa menjadi cara yang lebih personal untuk mengenal budaya Korea.

Bahan makanan yang digunakan dalam cooking class Korea Selatan untuk wisatawan

Kenapa Ikut Cooking Class Saat di Korea?

Ada alasan kenapa cooking class berbeda dari sekadar mengikuti food tour. Dalam food tour, kamu lebih banyak menjadi penikmat. Dalam cooking class, kamu ikut terlibat dalam prosesnya.

Kamu bisa melihat bagaimana bahan dipersiapkan, memahami fungsi bumbu tertentu, mencoba teknik memasak sederhana, lalu langsung mencicipi makanan yang dibuat sendiri.

Pengalaman ini juga memberikan konteks yang sering tidak didapatkan ketika makan di restoran. Misalnya, kenapa sebuah hidangan menggunakan bahan tertentu, bagaimana makanan Korea biasanya disajikan bersama banchan, atau bagaimana rasa sebuah masakan dapat disesuaikan dengan bahan musiman.

Beberapa kelas bahkan menggabungkan aktivitas memasak dengan kunjungan ke pasar tradisional. OME Cooking Lab, misalnya, menawarkan format one-day class yang mengajak peserta memilih bahan di pasar lokal sebelum kembali memasak dan menikmati makanan di hanok. VisitKorea mencatat durasi kelas tersebut sekitar tiga jam dan kelas tersedia dalam bahasa Korea, Inggris, dan Mandarin.

Buat wisatawan Indonesia, format seperti ini menarik karena dalam satu aktivitas kamu mendapatkan tiga pengalaman sekaligus: melihat pasar lokal, belajar memasak, dan menikmati makanan yang dibuat sendiri.

Cooking class juga cocok untuk itinerary yang tidak terlalu padat

Aktivitas memasak biasanya berlangsung beberapa jam sehingga relatif mudah dimasukkan ke dalam itinerary. Kelas pagi bisa dilanjutkan dengan sightseeing di area Jongno atau Bukchon, sementara kelas sore dapat ditempatkan setelah aktivitas outdoor.

Karena itu, cooking class cukup fleksibel untuk couple trip, family trip, maupun private trip dengan kelompok kecil.

Menu yang Biasa Diajarkan di Cooking Class

Menu yang tersedia tergantung penyelenggara dan jadwal kelas. Jangan berasumsi semua cooking class mengajarkan kimchi atau bibimbap sekaligus.

1. Bibimbap

Bibimbap merupakan salah satu menu yang sering muncul dalam cooking class karena teknik pembuatannya relatif mudah dipahami dan bahan-bahannya dapat dijelaskan secara bertahap.

Peserta biasanya belajar menyiapkan sayuran, protein, nasi, dan saus sebelum menyusun semuanya menjadi satu mangkuk.

Beberapa kelas juga menggunakan dolsot sehingga peserta dapat mengenal versi bibimbap dengan nasi yang menghasilkan bagian bawah lebih renyah.

2. Bulgogi

Bulgogi merupakan pilihan lain yang umum ditemukan. Peserta dapat mempelajari proses marinasi daging dan memahami kombinasi rasa manis, asin, dan gurih yang menjadi karakter hidangan tersebut.

Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang kuliner Korea sebelum mengikuti kelas, artikel makanan tradisional Korea bisa menjadi bacaan pendamping.

3. Japchae

Japchae menggunakan dangmyeon atau glass noodles khas Korea yang kemudian dimasak bersama berbagai sayuran dan bahan lainnya.

Menu ini menarik untuk cooking class karena peserta dapat belajar mengatur tekstur mi dan memasak beberapa komponen secara terpisah sebelum mencampurnya.

4. Kimchi

Kalau ada satu makanan Korea yang paling mudah diasosiasikan dengan cooking experience, jawabannya tentu kimchi.

Kimchi class biasanya lebih fokus pada proses pembuatan kimchi dibanding kelas multi-menu. Peserta dapat mempelajari proses seasoning dan cara mempersiapkan sayuran.

Namun, jangan menganggap semua kimchi class sama. Ada yang mengajarkan satu jenis kimchi, ada yang mengajarkan beberapa variasi, dan ada yang menjadikannya bagian dari kelas makanan Korea yang lebih panjang.

Seoul Kimchi Academy di Bukchon, misalnya, menawarkan pengalaman membuat kimchi bersama instruktur dan memposisikannya sebagai pengalaman budaya Korea di dalam hanok. Informasi terbaru dari Seoul Tourism mencantumkan jadwal regular class pada Senin, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu pukul 09.30 serta 14.00, dengan jadwal special class tertentu pada akhir pekan.

5. Haemul Pajeon

Haemul pajeon adalah pancake gurih Korea dengan bahan seafood dan daun bawang. Menu ini cukup sering dimasukkan dalam kelas multi-dish karena teknik dasarnya relatif mudah dipelajari.

Jika kamu memiliki alergi seafood, pastikan memberi tahu penyelenggara sebelum kelas dimulai.

6. Tteok dan Korean Traditional Desserts

Cooking class tidak selalu berarti makanan utama. Beberapa program justru berfokus pada tteok atau dessert tradisional Korea.

Format seperti ini cocok untuk traveler yang sudah sering mencoba Korean BBQ atau bibimbap dan ingin pengalaman yang sedikit berbeda.

7. Korean Home Cooking

Beberapa kelas menawarkan menu yang lebih mendekati masakan rumahan Korea. OME Cooking Lab, misalnya, mencantumkan pilihan seperti kimchi jjigae, bulgogi, haemul pajeon, gimbap, tteokbokki, samgyetang, dessert, dan Korean tea dalam programnya.

Kelas memasak Korea Selatan dengan hidangan tradisional dan bahan makanan Korea

Lokasi Cooking Class Terbaik di Seoul

Seoul memiliki beberapa area yang menarik untuk cooking class. Saat memilih, jangan hanya melihat nama penyelenggara. Lokasi juga penting karena bisa menentukan apakah aktivitas tersebut mudah dimasukkan ke itinerary.

Jongno dan Bukchon

Area Jongno merupakan salah satu pilihan paling menarik karena dekat dengan banyak destinasi budaya. Cooking class di area ini dapat digabungkan dengan Gyeongbokgung Palace, Bukchon Hanok Village, Insadong, atau Ikseon-dong.

O’ngo Food Communications merupakan salah satu penyelenggara yang tercantum dalam VisitKorea. Programnya mencakup bulgogi, kimchi, haemul pajeon, japchae, dolsot bibimbap, dan menu lainnya. Lokasinya berada di kawasan Jongno dan mereka juga menawarkan culinary tours untuk wisatawan internasional.

HANSIK Space E:eum juga berada di kawasan Bukchon dan menawarkan berbagai program yang berkaitan dengan Korean food culture. VisitKorea mencantumkan program seperti bibimbap, beef bulgogi, geotjeori, jeyuk bokkeum, dan japchae.

Insadong

Insadong cocok untuk wisatawan yang ingin menggabungkan aktivitas kuliner dengan suasana tradisional Seoul.

Museum Kimchikan, misalnya, merupakan museum yang berfokus pada kimchi dan juga memiliki program pengalaman membuat kimchi untuk wisatawan asing. VisitKorea mencatat program kimchi untuk foreign visitors dengan format tertentu, tetapi ketersediaan kelas dapat bergantung pada jumlah peserta sehingga perlu dikonfirmasi sebelum datang.

Dongdaemun

Dongdaemun juga memiliki pilihan cooking class yang menarik. OME Cooking Lab berada di kawasan Dongdaemun-gu dan menawarkan kelas sekitar tiga jam.

Keunikan OME adalah pendekatan dari pasar ke meja. Peserta tidak hanya duduk di dapur dan mengikuti resep, tetapi juga dapat belajar memilih bahan dari pasar lokal sebelum memasak.

Itaewon

Itaewon merupakan area yang menarik terutama untuk wisatawan internasional. Selain terkenal sebagai kawasan multicultural, aksesnya juga relatif mudah melalui subway.

Beberapa cooking studio di kawasan ini menawarkan kelas dalam bahasa Inggris dan dirancang khusus untuk pengunjung internasional.

Bagi Muslim traveler, Itaewon juga memiliki keuntungan tambahan karena lebih mudah menemukan restoran dan toko dengan pilihan halal setelah kelas selesai. Jika kamu memiliki kebutuhan makanan tertentu, tetap informasikan dietary restrictions kepada penyelenggara sejak awal.

Berapa Lama Durasi Cooking Class?

Durasi cooking class Korea Selatan cukup bervariasi, tetapi untuk wisatawan biasanya berada di kisaran dua sampai tiga jam.

Kelas yang hanya fokus pada satu menu seperti kimchi dapat berlangsung lebih singkat. Sementara itu, kelas yang mengajarkan tiga sampai lima menu membutuhkan waktu lebih lama.

OME Cooking Lab, misalnya, mencantumkan durasi rata-rata sekitar tiga jam. Sementara beberapa cooking experience di Seoul menawarkan sesi sekitar dua jam.

Durasi yang lebih panjang tidak selalu berarti lebih baik. Pertimbangkan juga jumlah menu. Jika tujuanmu hanya ingin belajar membuat kimchi, kelas dua jam bisa lebih masuk akal daripada mengikuti kelas tiga sampai empat jam dengan banyak menu.

Estimasi Harga Cooking Class Korea Selatan

Harga sangat tergantung pada format kelas, jumlah menu, lokasi, ukuran grup, apakah termasuk market tour, dan apakah ada pengalaman tambahan.

Sebagai contoh, OME Cooking Lab saat ini mencantumkan beberapa kelas berdurasi tiga jam dengan harga sekitar 60.000 KRW per orang. Pilihan menu yang tercantum antara lain bibimbap, Korean home cooking, dan Korean dessert. Kelas Chi-Maek memiliki harga lebih tinggi, tetapi juga menggunakan format berbeda.

VisitKorea juga mencantumkan contoh program traditional Korean food making dari Korea Food Grand Master Center dengan kisaran 20.000–32.000 KRW per orang, durasi sekitar 70–120 menit, serta persyaratan minimum peserta untuk program tertentu. Informasi tersebut berasal dari listing yang perlu dikonfirmasi kembali karena detail program dapat berubah.

Untuk kelas premium atau private cooking experience, harganya dapat lebih tinggi. Biasanya biaya tambahan tersebut berkaitan dengan jumlah peserta yang lebih sedikit, instructor khusus, menu yang lebih banyak, market tour, atau lokasi yang lebih eksklusif.

Cooking Class Korea Selatan untuk Muslim Traveler

Ini merupakan bagian yang sebaiknya diperhatikan wisatawan Indonesia sebelum melakukan reservasi.

Cooking class tidak otomatis berarti seluruh bahan yang digunakan halal. Bahkan menu yang terlihat sederhana dapat menggunakan bahan seperti cooking wine, mirin-style seasoning, pork-based ingredients, atau kaldu tertentu.

Jika kamu membutuhkan menu halal, jangan hanya bertanya apakah makanan akhirnya “tidak mengandung pork”. Tanyakan juga mengenai bahan saus, kaldu, cooking wine, serta peralatan memasak jika standar yang kamu gunakan cukup ketat.

Beberapa platform atau penyelenggara memungkinkan penyesuaian menu untuk kebutuhan halal atau vegetarian. Namun, hal tersebut tetap harus dikonfirmasi sebelum booking karena tidak semua kelas menyediakan opsi yang sama.

Jika kamu sedang menyusun perjalanan kuliner Korea yang lebih aman, kamu bisa membaca panduan makanan halal Korea di Seoul untuk memahami perbedaan antara halal-certified, Muslim-friendly, self-certified, dan pork-free.

Cara Reservasi Cooking Class Online

Sebagian besar cooking class untuk wisatawan membutuhkan reservasi. Jangan berasumsi kamu bisa datang langsung dan mendapat tempat.

Langkah 1: Tentukan jenis kelas

Tentukan terlebih dahulu apakah ingin belajar kimchi, bibimbap, Korean home cooking, dessert, atau beberapa menu sekaligus.

Langkah 2: Periksa jadwal

Beberapa kelas hanya berlangsung pada hari tertentu. Ada pula penyelenggara yang memiliki menu berbeda setiap hari.

Contohnya, OME Cooking Lab memiliki jadwal kelas berdasarkan jenis menu. Program yang tersedia dapat berbeda antara hari kerja dan akhir pekan.

Langkah 3: Cek bahasa pengantar

Untuk wisatawan Indonesia, bahasa Inggris biasanya sudah cukup membantu. Namun, tetap cek apakah instructor menggunakan English secara langsung atau hanya menyediakan translated recipe.

Beberapa penyelenggara memang menawarkan bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, atau bahasa lainnya.

Langkah 4: Masukkan jumlah peserta

Ini penting terutama untuk private trip. Harga per orang dan minimum peserta bisa berbeda.

Beberapa program tradisional memiliki minimum peserta tertentu. HANSIK Space E:eum, misalnya, mencantumkan program dengan reservasi minimal tiga hari sebelumnya dan minimum enam peserta untuk class tertentu, sementara walk-in class tertentu tidak membutuhkan reservasi atau minimum peserta.

Langkah 5: Periksa kebijakan pembatalan

Cooking class biasanya membutuhkan persiapan bahan sehingga cancellation policy dapat cukup ketat. Perhatikan batas waktu pembatalan sebelum melakukan pembayaran.

Tips Mengikuti Cooking Class Tanpa Bisa Bahasa Korea

Tidak bisa bahasa Korea bukan berarti harus melewatkan pengalaman ini.

Gunakan kelas yang memang menerima foreign visitors

Ini merupakan faktor paling penting. Pilih penyelenggara yang secara jelas menyebut bahwa kelas tersedia untuk wisatawan internasional.

Pastikan tersedia bahasa Inggris

Bahasa Inggris menjadi pilihan paling aman jika kamu tidak bisa bahasa Korea. Beberapa penyelenggara memang mencantumkan English sebagai bahasa pengantar.

Simpan alamat dalam bahasa Korea

Ini berguna jika kamu menggunakan Naver Map, KakaoMap, taxi, atau bertanya kepada orang lokal.

Datang lebih awal

Usahakan tiba sekitar 10–15 menit sebelum kelas. Jangan datang tepat saat kelas dimulai, terutama jika lokasinya berada di gang kecil atau bangunan dengan beberapa tenant.

Beritahu alergi dan dietary restrictions

Jika memiliki alergi seafood, kacang, susu, telur, atau bahan tertentu, sampaikan ketika reservasi. OME Cooking Lab secara khusus meminta peserta memberi tahu kebutuhan terkait food allergy atau bahan yang harus dihindari saat melakukan reservasi.

Jangan takut bertanya

Cooking class memang dirancang sebagai pengalaman interaktif. Kalau tidak memahami satu langkah, lebih baik bertanya daripada mengikuti instruksi dengan asumsi sendiri.

Pengalaman memasak makanan Korea dalam cooking class Korea Selatan

Cooking Class atau Food Tour, Mana yang Berbeda?

Food tour dan cooking class sebenarnya tidak perlu dianggap sebagai dua aktivitas yang saling menggantikan.

AspekCooking ClassFood Tour
Aktivitas utamaMemasakMencicipi makanan
Interaksi dengan makananSangat tinggiSedang
DurasiUmumnya 2–3 jamBervariasi
Cocok untukTraveler yang suka pengalaman hands-onTraveler yang ingin eksplor banyak makanan
Hasil pengalamanBelajar resep dan teknikMengenal berbagai makanan dan tempat makan
Aktivitas fisikLebih banyak duduk/berdiri di dapurLebih banyak berjalan

Kalau kamu hanya punya waktu singkat, pilih berdasarkan gaya perjalanan. Kalau ingin mencoba banyak makanan, food tour mungkin lebih sesuai. Kalau ingin pulang dengan pengalaman yang bisa diceritakan dan bahkan dipraktikkan lagi di rumah, cooking class memberikan pengalaman yang berbeda.

Contoh Itinerary Cooking Class di Seoul

Opsi 1: Cooking Class + Jongno

  • 09.00: Sarapan.
  • 10.00: Cooking class di area Jongno/Bukchon.
  • 13.00: Makan siang hasil masakan atau makan siang ringan.
  • 14.00: Bukchon Hanok Village.
  • 16.00: Insadong.
  • 18.00: Ikseon-dong.
  • 19.00: Dinner.

Rute seperti ini relatif efisien karena aktivitas memasak dan sightseeing berada dalam kawasan yang berdekatan.

Opsi 2: Cooking Class + Market Tour

  • Pagi: Bertemu instructor.
  • Pagi menjelang siang: Mengunjungi traditional market.
  • Siang: Cooking class.
  • Siang–sore: Menikmati makanan hasil masakan.
  • Sore: Kembali ke hotel atau lanjut shopping.

Format ini cocok untuk traveler yang ingin satu aktivitas dengan unsur budaya lebih kuat.

Opsi 3: Cooking Class + Itaewon

  • Pagi: Cooking class.
  • Siang: Lunch.
  • Sore: Seoul Central Mosque dan area Itaewon.
  • Malam: Kuliner halal atau Muslim-friendly.

Untuk wisatawan Muslim, kombinasi ini dapat memudahkan pencarian makanan yang sesuai setelah kelas.

Tips Memilih Cooking Class yang Tepat

  • Untuk first timer: pilih kelas dua sampai tiga jam dengan tiga menu atau kurang.
  • Untuk foodie: pilih kelas multi-course atau market tour.
  • Untuk keluarga: cek batas usia dan apakah anak diperbolehkan ikut aktif memasak.
  • Untuk pasangan: pertimbangkan private class atau small group.
  • Untuk Muslim traveler: konfirmasi seluruh bahan, saus, kaldu, dan cooking wine.
  • Untuk vegetarian: tanyakan apakah protein hewani dapat diganti sebelum booking.
  • Untuk traveler yang tidak bisa bahasa Korea: prioritaskan kelas dengan English-speaking instructor.

FAQ Cooking Class Korea Selatan

Apakah cooking class Korea Selatan cocok untuk pemula?

Ya. Banyak kelas untuk wisatawan memang dirancang sebagai pengalaman hands-on sehingga peserta tidak perlu memiliki kemampuan memasak sebelumnya. Instructor biasanya menjelaskan langkah demi langkah.

Berapa harga cooking class di Seoul?

Harga bervariasi berdasarkan penyelenggara dan format kelas. Sebagai contoh, OME Cooking Lab mencantumkan beberapa kelas tiga jam dengan harga sekitar 60.000 KRW per orang, sementara program tradisional tertentu yang tercantum VisitKorea berada pada kisaran 20.000–32.000 KRW. Harga dan jadwal perlu dikonfirmasi kembali sebelum reservasi.

Apakah cooking class tersedia dalam bahasa Inggris?

Ya. Beberapa cooking class Seoul memang ditujukan untuk foreign visitors dan menyediakan bahasa Inggris. OME Cooking Lab, misalnya, mencantumkan bahasa Korea, Inggris, dan Mandarin. Namun, kemampuan bahasa instructor dapat berbeda antar kelas.

Apakah bisa ikut cooking class kalau tidak bisa bahasa Korea?

Bisa. Pilih kelas yang secara jelas menyediakan English-speaking instructor atau materi berbahasa Inggris. Sebaiknya simpan alamat dalam bahasa Korea untuk memudahkan perjalanan menuju studio.

Apakah ada cooking class kimchi di Seoul?

Ada. Seoul Kimchi Academy dan Museum Kimchikan merupakan contoh tempat yang memiliki pengalaman terkait pembuatan kimchi. Jadwal, kapasitas, dan ketersediaan kelas dapat berubah sehingga sebaiknya melakukan konfirmasi sebelum datang.

Apakah cooking class Korea bisa untuk Muslim traveler?

Bisa, tetapi jangan menganggap seluruh kelas otomatis halal. Tanyakan bahan yang digunakan, termasuk pork, cooking wine, saus, kaldu, dan kemungkinan kontaminasi silang. Jika memungkinkan, minta penyesuaian menu sejak reservasi.

Berapa lama biasanya cooking class Seoul?

Umumnya sekitar dua sampai tiga jam, tetapi durasinya tergantung jenis kelas. Kelas satu menu seperti kimchi bisa lebih singkat, sedangkan kelas multi-menu atau market tour bisa lebih lama.

Apakah harus reservasi cooking class di Seoul?

Sebaiknya reservasi terlebih dahulu. Banyak kelas memiliki kapasitas terbatas dan beberapa program mensyaratkan reservasi beberapa hari sebelum kunjungan. Ada juga walk-in class tertentu, tetapi ketersediaannya tidak selalu sama setiap hari.

Apakah anak-anak boleh mengikuti cooking class?

Tergantung penyelenggara. Ada kelas yang terbuka untuk semua usia, sementara kelas tertentu memiliki batas usia atau minimum peserta. Periksa child policy sebelum melakukan booking.

Kesimpulan: Cooking Class Bisa Jadi Highlight Kecil dalam Trip Korea

Cooking class Korea Selatan menawarkan pengalaman yang berbeda dari itinerary Korea pada umumnya. Kamu tidak hanya datang sebagai wisatawan yang melihat dan memotret, tetapi ikut melakukan sesuatu yang berkaitan langsung dengan budaya lokal.

Untuk first timer, kelas bibimbap, bulgogi, japchae, atau Korean home cooking bisa menjadi pilihan yang mudah diikuti. Untuk yang ingin pengalaman lebih mendalam, format market tour dan cooking class memberikan konteks tambahan tentang bahan makanan serta kehidupan sehari-hari di Korea.

Lokasi juga sebaiknya disesuaikan dengan itinerary. Cooking class di Jongno atau Bukchon mudah digabungkan dengan palace dan kawasan hanok, sementara kelas di Dongdaemun atau Itaewon dapat dikombinasikan dengan aktivitas di distrik tersebut.

Yang paling penting sebelum reservasi adalah mengecek menu, durasi, bahasa pengantar, kapasitas, batas usia, lokasi, kebijakan pembatalan, serta kebutuhan dietary. Detail tersebut mungkin terlihat kecil, tetapi sangat menentukan apakah pengalaman cooking class akan terasa menyenangkan atau justru merepotkan.

Kalau kamu memang menyukai makanan Korea, aktivitas dua sampai tiga jam di dapur lokal bisa menjadi salah satu momen yang paling mudah diingat dari perjalanan. Apalagi ketika pulang ke Indonesia, kamu tidak hanya membawa foto makanan Korea, tetapi juga tahu bagaimana proses membuatnya.

Untuk melanjutkan eksplorasi kuliner Korea, kamu bisa membaca makanan tradisional Korea, mencari referensi makanan halal Korea di Seoul, atau menyusun pengalaman tersebut ke dalam itinerary Korea Selatan 7 hari.

Temukan lebih banyak inspirasi perjalanan Korea melalui Instagram Howliday dan YouTube Howliday.