Berburu Street Food di Gwangjang Market Seoul: Kuliner yang Wajib Dicoba

street food korea gwangjang market

Gwangjang Market, Surganya Kuliner Tradisional di Tengah Seoul

Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Seoul, berburu street food Korea Gwangjang Market bisa menjadi salah satu pengalaman kuliner paling menarik selama perjalanan. Pasar tradisional ini terkenal dengan deretan kios makanan yang menyajikan hidangan khas Korea, mulai dari bindaetteok yang renyah, mayak kimbap berukuran kecil, tteokbokki pedas, hingga kalguksu hangat yang pernah tampil dalam dokumenter Netflix.

Berbeda dengan restoran modern yang memiliki ruang makan tertutup, pengalaman kuliner di Gwangjang Market terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Kamu bisa duduk di bangku sederhana, melihat penjual menyiapkan makanan tepat di depan mata, dan menikmati suasana pasar yang ramai oleh percakapan pengunjung serta aktivitas pedagang.

Gwangjang Market juga menarik karena memiliki sejarah panjang. Pasar ini telah menjadi bagian dari kehidupan perdagangan Seoul sejak awal abad ke-20. Hingga sekarang, pengunjung tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga mencari kain, pakaian tradisional hanbok, dan berbagai barang lainnya.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum datang. Tidak semua kios menerima pembayaran dengan kartu, harga dan porsi bisa berbeda, serta beberapa makanan menggunakan bahan yang perlu diperhatikan oleh wisatawan Muslim.

Melalui panduan ini, kamu akan mengenal sejarah Gwangjang Market, makanan yang wajib dicoba, kios yang terkenal melalui Netflix, cara menuju pasar, jam operasional, hingga tips menikmati wisata kuliner dengan lebih nyaman.

Deretan makanan tradisional dan kios street food Korea Gwangjang Market di Seoul

1. Sejarah Gwangjang Market, Pasar Tradisional Legendaris di Seoul

Gwangjang Market atau 광장시장 merupakan salah satu pasar tradisional bersejarah di Seoul. Pasar ini mulai berkembang pada tahun 1905 dan dikenal sebagai salah satu pasar permanen tertua di Korea Selatan.

Pada masa awal perkembangannya, Gwangjang menjadi pusat perdagangan berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk kain, pakaian, dan barang sehari-hari.

Seiring perubahan zaman, pasar ini berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.

Salah satu alasan popularitasnya adalah kawasan kuliner yang menawarkan makanan khas Korea dengan suasana pasar tradisional.

Kenapa Gwangjang Market Terkenal?

Gwangjang Market menawarkan pengalaman yang berbeda dari pusat perbelanjaan modern Seoul.

Di sini, kamu bisa melihat bagaimana makanan tradisional Korea dibuat dan disajikan secara langsung.

Beberapa penjual menggoreng pancake kacang hijau di atas wajan besar, sementara pedagang lainnya menyiapkan gulungan kimbap, mi segar, dan berbagai lauk tradisional.

Suasana tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Korea melalui makanan.

Popularitas pasar ini juga semakin luas setelah sejumlah penjualnya muncul dalam tayangan kuliner internasional, termasuk dokumenter Street Food: Asia.

Apakah Gwangjang Market Hanya Menjual Makanan?

Tidak. Walaupun terkenal sebagai destinasi wisata kuliner, Gwangjang Market juga memiliki area perdagangan kain, tekstil, pakaian tradisional, dan produk lainnya.

Di beberapa bagian pasar, pengunjung dapat menemukan toko hanbok serta area pakaian vintage.

Karena itu, pasar ini cocok untuk wisatawan yang ingin menggabungkan aktivitas makan dengan melihat kehidupan perdagangan tradisional Seoul.

2. Bindaetteok: Pancake Kacang Hijau yang Renyah

Salah satu makanan paling terkenal di Gwangjang Market adalah bindaetteok atau 빈대떡.

Hidangan ini merupakan pancake gurih yang dibuat menggunakan kacang hijau yang digiling, kemudian dicampur dengan bahan tambahan dan digoreng hingga bagian luarnya berwarna keemasan.

Berbeda dengan pancake manis, bindaetteok memiliki rasa gurih dan tekstur yang lebih padat.

Seperti Apa Rasa Bindaetteok?

Bagian luar bindaetteok biasanya terasa renyah karena digoreng menggunakan minyak panas.

Sementara itu, bagian dalamnya lebih lembut dengan rasa khas kacang hijau.

Hidangan ini sering disajikan bersama saus cocolan berbahan kecap dan bahan pelengkap lainnya.

Perpaduan tekstur renyah dan rasa gurih membuat bindaetteok cocok dinikmati sebagai camilan maupun makanan pendamping.

Apakah Bindaetteok Cocok untuk Vegetarian?

Tidak semua bindaetteok cocok untuk vegetarian.

Walaupun bahan utamanya kacang hijau, beberapa resep menggunakan daging babi atau bahan hewani lainnya.

Karena itu, tanyakan komposisi kepada penjual sebelum membeli.

Wisatawan Muslim juga perlu memeriksa penggunaan daging, minyak, saus, serta kemungkinan kontaminasi silang dari peralatan memasak.

Tips Membeli Bindaetteok

Jika ingin menikmati tekstur terbaik, pilih bindaetteok yang baru selesai digoreng.

Periksa ukuran porsinya sebelum membeli karena beberapa penjual menyediakan pancake berukuran cukup besar.

Jika datang bersama teman atau keluarga, satu porsi bisa dipertimbangkan untuk dicicipi bersama sebelum memesan makanan lainnya.

3. Mayak Kimbap: Kimbap Mini yang Populer di Gwangjang Market

Selain bindaetteok, mayak kimbap menjadi salah satu makanan khas yang identik dengan Gwangjang Market.

Mayak kimbap merupakan gulungan nasi berukuran kecil yang dibungkus rumput laut dan biasanya berisi sayuran sederhana.

Berbeda dari kimbap berukuran besar yang sering ditemukan di restoran atau convenience store, mayak kimbap dibuat dalam ukuran kecil sehingga mudah dimakan sebagai camilan.

Kenapa Disebut Mayak Kimbap?

Istilah mayak dalam bahasa Korea memiliki arti yang berkaitan dengan narkotika.

Namun, nama tersebut digunakan secara kiasan untuk menggambarkan makanan yang dianggap sangat menggugah selera.

Mayak kimbap tidak mengandung narkotika.

Istilah ini juga semakin jarang digunakan dalam sejumlah konteks promosi makanan karena adanya dorongan untuk menghindari istilah yang berkaitan dengan obat terlarang.

Nama lain yang bisa ditemukan adalah kkoma gimbap, yang berarti kimbap kecil.

Apa Isi Mayak Kimbap?

Isian mayak kimbap biasanya lebih sederhana daripada kimbap reguler.

Beberapa versi menggunakan wortel, lobak acar, atau sayuran lainnya.

Hidangan ini sering disajikan bersama saus berbahan mustard dan kecap yang memberikan rasa gurih serta sedikit tajam.

Namun, resep setiap penjual dapat berbeda.

Apakah Mayak Kimbap Halal?

Mayak kimbap tidak otomatis halal hanya karena terlihat berisi nasi dan sayuran.

Beberapa bahan tambahan, saus, atau metode pengolahan mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan diet tertentu.

Jika mencari makanan halal, pastikan komposisi dan proses penyajiannya terlebih dahulu.

4. Tteokbokki: Kue Beras Pedas Favorit Penggemar Kuliner Korea

Tteokbokki merupakan salah satu street food Korea yang paling mudah dikenali.

Hidangan ini dibuat menggunakan tteok atau kue beras yang dimasak bersama saus, biasanya berbahan gochujang.

Teksturnya kenyal dengan rasa yang dapat memadukan pedas, manis, dan gurih.

Apakah Tteokbokki di Gwangjang Market Pedas?

Tingkat kepedasan berbeda menurut penjual.

Beberapa kios menyajikan saus yang cenderung manis, sementara lainnya menawarkan rasa pedas yang lebih kuat.

Jika tidak terbiasa dengan makanan pedas, tanyakan tingkat kepedasan sebelum memesan.

Apakah Semua Tteokbokki Menggunakan Saus yang Sama?

Tidak. Walaupun gochujang menjadi salah satu bahan yang umum digunakan, setiap penjual dapat memiliki resep dan komposisi saus berbeda.

Beberapa versi juga menggunakan kaldu ikan, eomuk, atau bahan tambahan lainnya.

Karena itu, wisatawan dengan alergi seafood atau kebutuhan makanan halal perlu memeriksa komposisi hidangan.

Tips Menikmati Tteokbokki

Tteokbokki paling nikmat disantap saat masih hangat.

Jika ingin mencoba beberapa makanan dalam satu kunjungan, pilih porsi kecil jika tersedia.

Jangan langsung memesan terlalu banyak karena masih ada berbagai makanan menarik lainnya di Gwangjang Market.

Makanan goreng tradisional Korea yang menjadi bagian dari wisata street food Korea Gwangjang Market

5. Kalguksu: Mi Tradisional Korea yang Terkenal Lewat Netflix

Kalau pernah menonton dokumenter Street Food: Asia, kamu mungkin sudah mengenal kalguksu dari Gwangjang Market.

Kalguksu merupakan hidangan mi tradisional Korea yang dibuat dari adonan tepung dan dipotong menggunakan pisau.

Mi kemudian disajikan dalam kuah hangat bersama berbagai bahan pelengkap.

Apa yang Membuat Kalguksu Istimewa?

Salah satu daya tarik kalguksu adalah proses pembuatan minya.

Di beberapa kios, pengunjung dapat melihat penjual mengolah adonan dan memotongnya menjadi lembaran mi.

Tekstur mi biasanya terasa lembut sekaligus kenyal.

Kuahnya dapat menggunakan kaldu berbahan ikan teri, sayuran, daging, atau kombinasi lainnya sesuai resep penjual.

Karena disajikan hangat, kalguksu menjadi pilihan menarik saat cuaca Seoul sedang dingin.

Gohyang Kalguksu, Kios yang Terkenal Lewat Netflix

Salah satu kios yang paling dikenal adalah Gohyang Kalguksu atau 고향칼국수.

Kios ini dikaitkan dengan Cho Yonsoon, penjual kalguksu yang kisahnya ditampilkan dalam dokumenter Street Food: Asia.

Popularitas tayangan tersebut membuat banyak wisatawan tertarik mencoba mi tradisional yang dibuat langsung oleh penjualnya.

Namun, lokasi tepat kios, jadwal operasional, dan ketersediaan menu dapat berubah.

Jika ingin mengunjunginya, cari nama Gohyang Kalguksu melalui Naver Map atau KakaoMap dan periksa informasi terbaru.

Apakah Kalguksu Selalu Halal?

Tidak. Walaupun mi dibuat dari tepung, kuah dan pelengkapnya dapat menggunakan bahan hewani.

Beberapa kios juga menyajikan mandu dengan isian daging babi.

Karena itu, jangan menganggap kalguksu aman untuk kebutuhan halal tanpa memeriksa bahan terlebih dahulu.

6. Mandu: Pangsit Korea dengan Berbagai Isian

Mandu merupakan pangsit khas Korea yang dapat ditemukan di berbagai restoran dan pasar tradisional.

Di Gwangjang Market, mandu sering menjadi makanan pendamping kalguksu.

Beberapa kios membuat mandu secara langsung sehingga pengunjung dapat melihat proses pengisian dan pembentukannya.

Jenis Mandu yang Populer

Mandu memiliki berbagai variasi isian, termasuk daging, sayuran, dan kimchi.

Metode memasaknya juga beragam, mulai dari dikukus, direbus, hingga digoreng.

Namun, nama mandu sayuran atau kimchi tidak otomatis menjamin bahwa seluruh bahan bebas dari produk hewani.

Tips Memesan Mandu

Periksa isiannya sebelum memesan, terutama jika memiliki alergi atau pantangan makanan.

Jika datang bersama teman, kamu bisa memesan satu porsi untuk dicicipi bersama.

Mandu juga cocok dipadukan dengan hidangan berkuah saat cuaca dingin.

7. Yukhoe: Hidangan Daging Sapi Mentah Khas Korea

Gwangjang Market juga terkenal dengan yukhoe, hidangan berbahan daging sapi mentah yang dipotong tipis dan diberi bumbu.

Beberapa penyajian menggunakan minyak wijen, buah pir Korea, dan kuning telur.

Hidangan ini memiliki karakter berbeda dari street food yang digoreng atau direbus.

Apakah Yukhoe Aman untuk Semua Orang?

Tidak. Konsumsi daging mentah memiliki risiko keamanan pangan.

Ibu hamil, anak kecil, lansia, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu sebaiknya menghindari daging mentah atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai risikonya.

Jika tidak terbiasa mengonsumsi makanan mentah, tidak perlu memaksakan diri mencoba yukhoe.

Apakah Yukhoe Halal?

Yukhoe tidak dapat dianggap halal tanpa informasi mengenai sumber daging, proses penyembelihan, bumbu, dan penanganannya.

Wisatawan Muslim sebaiknya mencari pilihan makanan dengan informasi halal yang jelas.

8. Sundae Korea: Berbeda dari Es Krim Sundae

Di Korea Selatan, sundae atau 순대 bukanlah hidangan es krim.

Sundae merupakan makanan tradisional berbentuk sosis yang biasanya dibuat menggunakan usus hewan dan bahan isian tertentu.

Beberapa variasi menggunakan darah hewan, mi, serta bahan lainnya.

Karena komposisinya, makanan ini tidak cocok untuk semua kebutuhan diet.

Jika tidak yakin dengan bahan atau proses pengolahannya, lebih baik memilih hidangan lain.

9. Kios Kuliner Gwangjang Market yang Pernah Terkenal Lewat Netflix

Popularitas Gwangjang Market semakin luas setelah beberapa pedagangnya tampil dalam dokumenter kuliner internasional.

Salah satu tayangan yang paling dikenal adalah Street Food: Asia, yang menampilkan cerita para penjual makanan dari berbagai kota Asia, termasuk Seoul.

Gohyang Kalguksu

Gohyang Kalguksu merupakan salah satu nama yang paling sering dikaitkan dengan episode Seoul.

Pengunjung datang untuk mencoba mi potong tangan serta melihat suasana kios tradisional yang menjadi bagian dari cerita dokumenter.

Namun, jangan hanya mengandalkan nomor kios dari artikel lama karena pengaturan tempat dan informasi penjual dapat berubah.

Soonheene Bindaetteok

Soonheene Bindaetteok merupakan salah satu nama terkenal untuk hidangan pancake kacang hijau di Gwangjang Market.

Tempat ini sering direkomendasikan wisatawan yang ingin mencoba bindaetteok.

Namun, popularitas sebuah kios dapat menyebabkan antrean, terutama saat jam makan.

Jika antrean terlalu panjang, terdapat kios lain yang menjual hidangan serupa.

Apakah Kios Viral Selalu Lebih Enak?

Tidak selalu. Selera setiap orang berbeda, begitu pula kualitas pengalaman makan.

Kios yang terkenal melalui media sosial atau televisi memang menarik untuk dikunjungi, tetapi bukan berarti makanan di kios lainnya kurang layak dicoba.

Jika tujuanmu menikmati kuliner tradisional, perhatikan kebersihan, harga, bahan, dan suasana tempat makan.

Dengan begitu, pengalaman wisata tidak hanya bergantung pada popularitas sebuah kios.

Aktivitas pengunjung dan pedagang di pasar makanan Korea yang ramai seperti Gwangjang Market Seoul

10. Lokasi Gwangjang Market dan Cara Menuju ke Sana

Gwangjang Market berada di kawasan Jongno, Seoul.

Alamatnya adalah 88 Changgyeonggung-ro, Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan.

Lokasi ini cukup strategis karena dapat dijangkau menggunakan subway dan berada tidak terlalu jauh dari beberapa destinasi wisata populer.

Naik Subway ke Gwangjang Market

Salah satu cara paling praktis adalah menggunakan Seoul Subway Line 1 menuju Jongno 5-ga Station.

Keluar melalui Exit 8, kemudian berjalan menuju kawasan pasar.

Jarak dari pintu keluar stasiun menuju pasar relatif dekat.

Alternatif lainnya adalah menggunakan stasiun Euljiro 4-ga yang dilayani Subway Line 2 dan Line 5, kemudian berjalan menuju pasar.

Apakah Bisa Naik Taksi?

Bisa. Taksi dapat menjadi alternatif jika bepergian bersama keluarga, membawa banyak barang, atau menginap di lokasi yang kurang praktis dijangkau subway.

Namun, kawasan pusat Seoul dapat mengalami kemacetan pada jam sibuk.

Gunakan aplikasi navigasi untuk memperkirakan waktu perjalanan.

Destinasi Wisata Dekat Gwangjang Market

Setelah menikmati street food, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke beberapa kawasan di sekitar Jongno.

Salah satu pilihan adalah Dongdaemun Design Plaza atau DDP, bangunan modern yang dikenal dengan desain arsitekturnya.

Kamu juga bisa mengunjungi Cheonggyecheon Stream untuk berjalan santai di kawasan pusat kota.

Jika menyukai wisata sejarah, pertimbangkan Jongmyo Shrine atau kawasan istana di Seoul sesuai waktu yang tersedia.

11. Jam Operasional Gwangjang Market Terbaru

Jam operasional Gwangjang Market berbeda menurut bagian pasar.

Berdasarkan informasi resmi Visit Seoul yang diperbarui pada Oktober 2026, kawasan pasar umum beroperasi sekitar pukul 09.00–18.00 dan tutup pada Minggu.

Sementara itu, kawasan Food Alley beroperasi setiap hari sekitar pukul 09.00–23.00.

Area pakaian vintage umumnya beroperasi sekitar pukul 10.00–19.00 dan tutup pada Minggu.

Namun, setiap kios dapat memiliki jadwal operasional dan hari libur berbeda.

Kapan Waktu Terbaik Datang?

Jika ingin menikmati suasana pasar tanpa terlalu ramai, datang pada pagi menjelang siang saat hari kerja bisa menjadi pilihan.

Beberapa kios mungkin baru mulai aktif pada jam tertentu, sehingga tidak semua makanan tersedia sejak pasar dibuka.

Untuk menikmati suasana kuliner yang lebih ramai, sore hingga malam juga menarik.

Namun, siapkan waktu tambahan jika ingin makan di kios yang populer.

Apakah Gwangjang Market Buka Hari Minggu?

Kawasan Food Alley umumnya tetap beroperasi pada Minggu.

Namun, toko kain, pakaian, dan sejumlah bagian pasar lainnya dapat tutup.

Jika ingin menggabungkan wisata kuliner dan belanja, datang pada Senin hingga Sabtu biasanya lebih praktis.

12. Tips Pembayaran di Gwangjang Market

Salah satu hal penting saat mengunjungi pasar tradisional Korea adalah menyiapkan metode pembayaran yang sesuai.

Walaupun pembayaran digital semakin umum di Korea Selatan, tidak semua kios pasar menerima kartu internasional.

Apakah Bisa Membayar dengan Kartu Kredit?

Beberapa toko atau restoran menerima kartu, tetapi penerimaan pembayaran berbeda menurut pedagang.

Jangan menganggap seluruh kios menyediakan mesin pembayaran kartu.

Jika ingin mencoba beberapa jajanan dari kios kecil, membawa uang tunai won tetap menjadi pilihan yang aman.

Berapa Uang Tunai yang Perlu Disiapkan?

Jumlahnya bergantung pada banyaknya makanan yang ingin dicoba dan jumlah anggota rombongan.

Untuk wisata kuliner ringan, kamu bisa menyiapkan uang tunai dalam pecahan kecil agar transaksi lebih mudah.

Namun, harga makanan dapat berubah sehingga sebaiknya periksa daftar harga langsung di kios.

Selalu Periksa Harga Sebelum Memesan

Sebelum duduk atau memesan makanan, perhatikan menu dan harga yang tertera.

Pastikan apakah harga dihitung per porsi, per potong, atau berdasarkan jumlah tertentu.

Jika membeli beberapa menu, konfirmasikan total harga sebelum makanan disiapkan.

Langkah sederhana ini membantu menghindari kesalahpahaman saat pembayaran.

13. Tips Wisata Kuliner Gwangjang Market untuk Wisatawan Indonesia

Datang dengan Perut yang Tidak Terlalu Kenyang

Gwangjang Market memiliki banyak makanan menarik. Jika sudah makan besar sebelumnya, kamu mungkin tidak memiliki cukup ruang untuk mencoba beberapa menu.

Namun, jangan datang dalam kondisi terlalu lapar jika berencana mengantre di kios terkenal.

Pesan Sedikit demi Sedikit

Daripada langsung membeli banyak makanan di satu kios, cobalah memesan satu atau dua menu terlebih dahulu.

Setelah itu, lanjutkan menjelajahi kios lainnya.

Cara ini membuat pengalaman wisata kuliner lebih bervariasi dan mengurangi risiko makanan terbuang.

Perhatikan Kebersihan Kios

Pilih tempat yang memiliki area pengolahan dan penyajian makanan yang terlihat bersih.

Perhatikan bagaimana bahan makanan disimpan dan bagaimana penjual menangani makanan siap santap.

Jika ragu terhadap kebersihan atau kondisi makanan, tidak perlu memaksakan diri membeli.

Siapkan Aplikasi Penerjemah

Tidak semua pedagang pasar dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Gunakan aplikasi penerjemah untuk membantu menanyakan harga, bahan, atau tingkat kepedasan.

Menyimpan nama makanan dalam bahasa Korea juga dapat mempermudah komunikasi.

Jangan Menghalangi Jalur Pasar

Gwangjang Market merupakan pasar aktif dengan jalur yang dapat cukup sempit.

Hindari berhenti terlalu lama di tengah jalan untuk mengambil foto atau merekam video.

Jika ingin memotret pedagang secara dekat, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu.

Perhatikan Kebutuhan Halal

Ini menjadi salah satu hal terpenting bagi wisatawan Muslim.

Beberapa makanan yang terlihat sederhana dapat menggunakan kaldu daging, minyak hewani, saus berbahan alkohol, atau peralatan memasak bersama.

Karena itu, makanan seperti tteokbokki, kimbap, bindaetteok, dan kalguksu tidak otomatis halal.

Jika membutuhkan kepastian halal, pilih tempat makan dengan informasi bahan dan proses pengolahan yang jelas.

14. Contoh Rute Wisata Kuliner Gwangjang Market

Kalau ingin menikmati Gwangjang Market tanpa terburu-buru, sediakan sekitar satu hingga dua jam untuk menjelajahi kawasan kuliner.

Durasi ini dapat lebih panjang jika kamu ingin mengantre di kios terkenal atau berbelanja di bagian pasar lainnya.

Mulai dari Jongno 5-ga Station

Gunakan Subway Line 1 dan keluar melalui Exit 8.

Setelah tiba di kawasan pasar, luangkan waktu untuk melihat pilihan makanan sebelum memesan.

Cicipi Bindaetteok dan Mayak Kimbap

Mulailah dengan makanan yang mudah dibagi bersama teman atau keluarga.

Bindaetteok dan mayak kimbap dapat menjadi pilihan awal untuk mengenal cita rasa kuliner pasar tradisional.

Lanjutkan dengan Kalguksu

Jika ingin makanan yang lebih mengenyangkan, pilih kalguksu hangat.

Periksa bahan kaldu dan isian jika memiliki kebutuhan diet tertentu.

Jelajahi Bagian Pasar Lainnya

Setelah makan, kamu bisa melihat toko kain, hanbok, atau produk vintage jika bagian tersebut sedang beroperasi.

Jangan lupa memperhatikan jam tutup setiap area.

Lanjutkan Wisata ke Dongdaemun

Jika masih memiliki waktu, perjalanan dapat dilanjutkan ke Dongdaemun Design Plaza atau kawasan belanja sekitarnya.

Dengan rute ini, kamu bisa menggabungkan wisata kuliner tradisional dan suasana kota modern dalam satu hari.

Pemandangan kios dan papan nama di Gwangjang Market sebagai pusat street food Korea di Seoul

15. FAQ Street Food Korea Gwangjang Market

Apa makanan yang wajib dicoba di Gwangjang Market?

Beberapa makanan populer adalah bindaetteok, mayak kimbap, tteokbokki, kalguksu, mandu, dan yukhoe. Pilihan terbaik bergantung pada selera serta kebutuhan makanan masing-masing wisatawan.

Apakah Gwangjang Market gratis?

Pengunjung umumnya tidak perlu membeli tiket masuk untuk menjelajahi area pasar. Biaya dikeluarkan untuk makanan, minuman, dan barang yang dibeli.

Jam berapa Gwangjang Market buka?

Kawasan Food Alley umumnya buka setiap hari pukul 09.00–23.00. Pasar umum biasanya buka pukul 09.00–18.00 dan tutup pada Minggu. Jam masing-masing kios dapat berbeda.

Apakah Gwangjang Market buka hari Minggu?

Food Alley umumnya tetap buka pada Minggu, tetapi beberapa bagian pasar seperti toko kain dan pakaian dapat tutup.

Bagaimana cara menuju Gwangjang Market?

Gunakan Seoul Subway Line 1 menuju Jongno 5-ga Station, kemudian keluar melalui Exit 8 dan berjalan menuju pasar.

Apakah makanan di Gwangjang Market halal?

Tidak semua makanan halal. Beberapa hidangan menggunakan daging babi, kaldu hewani, atau bahan lain yang perlu diperiksa. Wisatawan Muslim sebaiknya mengonfirmasi bahan dan proses memasak sebelum membeli.

Apakah Gwangjang Market menerima kartu kredit?

Sebagian toko mungkin menerima kartu, tetapi tidak semua kios memiliki fasilitas pembayaran kartu internasional. Sebaiknya tetap membawa uang tunai won.

Di mana lokasi kios kalguksu yang terkenal lewat Netflix?

Salah satu kios yang terkenal adalah Gohyang Kalguksu di kawasan Gwangjang Market. Periksa nama kios dan lokasi terbarunya melalui aplikasi navigasi sebelum datang.

Berapa lama waktu ideal mengunjungi Gwangjang Market?

Sekitar satu hingga dua jam cukup untuk mencoba beberapa makanan dan melihat suasana pasar. Jika ingin mengantre di kios populer atau berbelanja, sediakan waktu lebih panjang.

Jelajahi Kuliner Seoul dengan Perjalanan yang Lebih Nyaman Bersama Howliday

Gwangjang Market membuktikan bahwa pengalaman liburan ke Korea Selatan tidak selalu harus berpusat pada tempat wisata modern atau lokasi syuting drama Korea.

Melalui makanan tradisional, kamu juga bisa mengenal budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat Seoul.

Mulai dari bindaetteok yang renyah, mayak kimbap berukuran kecil, hingga kalguksu hangat yang terkenal melalui Netflix, setiap makanan menawarkan cerita dan pengalaman berbeda.

Kalau kamu ingin memasukkan wisata kuliner ke dalam perjalanan Korea Selatan, Howliday Travel dapat membantu menyusun private trip yang lebih fleksibel sesuai minat dan kebutuhan perjalananmu.

Dengan itinerary yang nyaman, kamu bisa menggabungkan wisata kuliner, belanja, dan destinasi populer Seoul tanpa harus terburu-buru berpindah tempat.

Temukan inspirasi perjalanan Korea lainnya melalui Instagram Howliday dan YouTube Howliday.

Karena salah satu cara paling menyenangkan untuk mengenal sebuah negara adalah melalui makanan dan cerita di baliknya.