Makanan Vegetarian Korea Selatan: Panduan Lengkap untuk Traveler

Makan Vegetarian di Korea Selatan Tidak Harus Membingungkan
Makanan vegetarian Korea Selatan semakin mudah ditemukan, terutama di Seoul. Namun, ada satu hal penting yang perlu dipahami sebelum berangkat: makanan yang terlihat penuh sayuran belum tentu benar-benar vegetarian. Kaldu ikan teri, saus ikan, pasta udang fermentasi, daging, telur, atau bahan hewani lain bisa saja tersembunyi di balik hidangan yang secara visual terlihat aman.
Korea Selatan memang terkenal dengan Korean BBQ, fried chicken, seafood, dan berbagai makanan berbasis daging. Di sisi lain, negara ini juga memiliki tradisi temple food atau makanan kuil yang sudah berkembang selama berabad-abad, ditambah semakin banyak restoran dan kafe yang secara khusus menawarkan makanan vegetarian maupun vegan.
Korea Tourism Organization bahkan menyediakan panduan khusus vegetarian dan mencatat bahwa pilihan restoran, bakery, serta dessert café untuk vegetarian terus berkembang. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa banyak restoran Korea menggunakan kaldu daging atau ikan dan tidak selalu memiliki menu khusus vegetarian. Karena itu, wisatawan disarankan menjelaskan bahan yang ingin dihindari secara spesifik ketika memesan. Panduan vegetarian VisitKorea juga menyediakan contoh frasa Korea yang dapat digunakan traveler.
Artinya, makan vegetarian di Korea bukan perkara mustahil. Kuncinya justru ada pada riset restoran, memahami bahan makanan, dan mengetahui cara memesan.

Tantangan Makan Vegetarian di Korea Selatan
Tantangan terbesar bagi vegetarian yang berkunjung ke Korea bukan selalu keberadaan daging yang terlihat jelas. Masalahnya justru sering muncul dari bahan dasar masakan.
Sup sayuran, misalnya, dapat menggunakan kaldu ikan teri. Kimchi yang terlihat hanya terdiri dari sayuran bisa mengandung fish sauce atau shrimp paste. Bahkan beberapa hidangan yang disebut “vegetable” tetap menggunakan telur atau bahan hewani tertentu.
Karena itu, istilah “tidak ada daging” belum tentu sama dengan “vegetarian”. Untuk vegan, standar yang perlu diperhatikan tentu lebih ketat lagi karena telur, susu, mentega, dan bahan turunan hewan juga harus dihindari.
Korea Tourism Organization secara khusus menyebut beberapa contoh yang perlu diperhatikan. Bibimbap umumnya disajikan dengan telur dan bisa mengandung daging. Gimbap sering menggunakan ham dan telur. Sementara itu, banyak stew dan sup tradisional menggunakan kaldu daging atau ikan. Panduan resmi vegetarian Korea menyarankan traveler memberi tahu staf secara langsung mengenai bahan yang tidak boleh dikonsumsi.
Vegetarian dan vegan itu berbeda
Ini penting ketika melakukan reservasi.
- Vegetarian: umumnya tidak mengonsumsi daging dan seafood, tetapi beberapa jenis vegetarian masih mengonsumsi telur atau produk susu.
- Vegan: tidak mengonsumsi bahan yang berasal dari hewan, termasuk daging, seafood, telur, susu, dan produk turunannya.
- Flexitarian: masih mengonsumsi produk hewani dalam kondisi tertentu, tetapi lebih banyak memilih makanan berbasis tumbuhan.
Jadi, jangan hanya mengatakan “vegetarian” jika sebenarnya kamu vegan. Semakin spesifik informasi yang diberikan kepada restoran, semakin kecil kemungkinan terjadi salah komunikasi.
Restoran Ramah Vegetarian di Seoul
Seoul memiliki beberapa kawasan yang relatif nyaman untuk mencari makanan vegetarian dan vegan. Untuk perjalanan pertama, area seperti Insadong, Jongno, Itaewon, Mangwon, Hongdae, dan beberapa bagian Gangnam dapat menjadi titik awal pencarian.
Osegyehyang, Insadong
Osegyehyang merupakan salah satu nama yang cukup lama dikenal dalam scene vegetarian Seoul. Korea Tourism Organization mencatat restoran ini telah menyajikan makanan vegetarian sejak 2007 di Insadong.
Menunya menarik karena tidak hanya berupa salad atau makanan bergaya Barat. Ada versi vegetarian dari hidangan Korea seperti bibimbap, tteokbokki, jjajangmyeon, vegan bulgogi, serta berbagai hidangan berbahan sayuran.
Lokasinya berada di Insadong 12-gil, sekitar lima menit berjalan kaki dari Anguk Station. Karena berada di kawasan wisata budaya, restoran ini relatif mudah dikombinasikan dengan Gyeongbokgung, Bukchon Hanok Village, atau Insadong.
Plant, Itaewon
Kalau ingin pengalaman vegan yang lebih modern, Plant di Itaewon bisa menjadi pilihan. VisitKorea mencatat Plant menyajikan makanan dan dessert tanpa telur, susu, dan mentega.
Menunya juga lebih familiar bagi traveler yang mungkin sudah beberapa hari makan makanan Korea. Ada salad, burger, pasta, dessert, dan berbagai hidangan plant-based lainnya.
Lokasinya sekitar lima menit berjalan kaki dari Itaewon Station. Area Itaewon sendiri juga praktis untuk wisatawan internasional karena banyak restoran dengan pilihan makanan yang beragam.
Maji, dekat Gyeongbokgung
Maji menawarkan pendekatan berbeda. Restoran ini berfokus pada makanan vegetarian Korea dengan gaya yang terinspirasi dari temple food.
Menurut informasi terbaru dari Visit Seoul, beberapa menu yang ditonjolkan antara lain burdock japchae dan pear naengmyeon. Maji berada sekitar 268 meter dari Gyeongbokgung Station Exit 2, sehingga cukup mudah dimasukkan ke itinerary kawasan palace.
Restoran ini juga memiliki set lunch dan dinner. Karena jadwal operasionalnya terbatas, sebaiknya cek kembali jam buka sebelum datang.
Sanchon, Insadong
Sanchon merupakan restoran yang berfokus pada temple food. Visit Seoul menjelaskan bahwa hidangannya menggunakan sayuran musiman dan mountain herbs serta tidak menggunakan daging.
Pengalaman di Sanchon lebih dari sekadar “makan tanpa daging”. Traveler bisa mendapatkan gambaran tentang bagaimana tradisi kuliner Buddhis Korea memperlakukan bahan makanan secara lebih sederhana dan musiman.
Jika kamu tertarik dengan sisi budaya makanan Korea, pilihan seperti ini justru bisa terasa lebih khas dibanding sekadar mencari restoran vegan bergaya Barat.
Mahina Vegan Table, Gangnam
Untuk traveler yang itinerary-nya berada di Gangnam, Mahina Vegan Table menawarkan makanan berbasis tumbuhan. Visit Seoul mencatat restoran ini membuat berbagai bahan seperti bun, pasta sauce, dan bread secara in-house.
Beberapa signature dish yang tercantum antara lain grilled cauliflower steak dan mushroom basil pasta.
Lokasinya berada di Sinsa-dong, dekat Apgujeong Station, sehingga dapat dipadukan dengan agenda di area Gangnam dan Apgujeong.

Makanan Tradisional yang Bisa Dicoba Vegetarian
Menjadi vegetarian di Korea bukan berarti harus melewatkan makanan khas Korea. Banyak menu yang bisa dibuat vegetarian atau memiliki versi plant-based, tetapi jangan langsung menganggap versi standar restoran pasti aman.
Bibimbap
Bibimbap adalah salah satu pilihan paling mudah dimodifikasi. Versi standar biasanya terdiri dari nasi, sayuran, telur, gochujang, dan terkadang daging.
Vegetarian dapat meminta daging dan telur dihilangkan. Untuk vegan, pastikan juga saus dan bahan pendampingnya sesuai.
Japchae
Japchae menggunakan dangmyeon atau glass noodles dan berbagai sayuran. Namun, versi restoran biasa sering menggunakan daging sapi.
Mintalah versi tanpa daging dan pastikan tidak ada bahan tambahan lain yang tidak sesuai dengan diet.
Pajeon
Pajeon adalah pancake gurih Korea. Versi seafood atau haemul pajeon jelas tidak cocok untuk vegetarian, tetapi beberapa restoran menyediakan vegetable pajeon atau buchu jeon.
Ini merupakan contoh mengapa nama makanan saja tidak cukup. Jenis pajeon perlu diperhatikan.
Tteokbokki
Tteokbokki mungkin terlihat seperti makanan berbahan dasar rice cake dan saus merah, tetapi versi tradisional sering menggunakan fish cake dan kaldu ikan.
Jika ingin mencobanya, cari restoran vegan yang memang menggunakan bahan plant-based daripada hanya mengandalkan permintaan khusus di restoran biasa.
Gimbap
Gimbap sayuran terlihat seperti pilihan paling aman. Namun, versi standar bisa berisi ham, telur, tuna, atau crab stick.
Vegetarian dapat mencari vegetable gimbap, sementara vegan perlu memastikan telur dan bahan saus juga tidak digunakan.
Dotorimuk Muchim
Dotorimuk muchim adalah hidangan berbahan acorn jelly yang disajikan dengan sayuran dan saus berbasis kedelai.
Seoul Metropolitan Government memasukkan dotorimuk muchim sebagai salah satu contoh makanan yang dapat cocok untuk vegetarian dalam panduan wisata resminya.
Temple Food
Kalau ingin pilihan yang lebih dekat dengan tradisi vegetarian Korea, temple food patut dipertimbangkan.
Temple food merupakan bagian dari tradisi Buddhis Korea dan berfokus pada bahan nabati. Namun, tetap periksa menu dan aturan restoran karena konsep temple food di setiap tempat bisa memiliki format berbeda.
VisitKorea juga mencatat bahwa temple food kini tidak hanya dapat ditemukan di lingkungan kuil, tetapi telah berkembang menjadi pengalaman kuliner yang bisa dinikmati wisatawan di berbagai restoran khusus.
Aplikasi Pencari Restoran Vegan dan Vegetarian
Riset restoran sebaiknya dilakukan sebelum berangkat, bukan ketika sudah lapar.
Untuk pencarian awal, HappyCow dapat membantu menemukan restoran vegan dan vegetarian berdasarkan lokasi. Aplikasi seperti ini berguna terutama ketika kamu sedang berada di kawasan yang belum familiar.
Untuk navigasi di Korea, Naver Map juga sebaiknya dipasang. Nama restoran dapat dicari menggunakan nama Korea agar hasilnya lebih akurat.
Jangan lupa menyimpan beberapa restoran cadangan. Restoran bisa tutup pada hari tertentu, mengganti jam operasional, atau memiliki break time yang membuat jadwal makan tidak sesuai dengan itinerary.
Jangan hanya mengandalkan Google Maps
Untuk traveler yang pertama kali ke Korea, penggunaan aplikasi peta memang perlu sedikit penyesuaian. Google Maps tidak selalu menjadi pilihan paling praktis untuk informasi lokal di Korea. Naver Map atau KakaoMap biasanya lebih berguna untuk mencari lokasi dan navigasi.
Untuk restoran vegetarian, strategi yang lebih aman adalah HappyCow untuk discovery + Naver Map untuk navigasi + website atau Instagram restoran untuk mengecek informasi terbaru.
Frasa Penting untuk Komunikasi dengan Pelayan
Kalau kamu makan di restoran yang tidak sepenuhnya vegan atau vegetarian, komunikasi menjadi sangat penting.
Beberapa frasa berikut bisa disimpan di notes atau screenshot di ponsel.
Saya vegetarian
저는 채식주의자입니다.
Jeoneun chaesikjuuija-imnida.
Saya tidak bisa makan daging, telur, dan seafood
육류, 달걀, 해산물 등을 먹지 못합니다.
Yungnyu, dalgyal, haesanmul deung-eul meokji mothamnida.
Apakah ini mengandung daging?
고기가 들어가나요?
Gogi-ga deureoganayo?
Apakah menggunakan seafood?
해산물이 들어가나요?
Haesanmuri deureoganayo?
Apakah menggunakan kaldu ikan teri?
멸치 육수를 사용하나요?
Myeolchi yuksureul sayonghanayo?
Khusus vegan, jangan berhenti pada pertanyaan “ada daging atau tidak”. Tanyakan juga telur, susu, seafood, fish sauce, shrimp paste, dan kaldu ikan jika bahan-bahan tersebut harus dihindari.

Tips Belanja Bahan Vegan di Supermarket
Restoran bukan satu-satunya solusi. Untuk traveler yang menginap di apartment, serviced residence, atau akomodasi dengan dapur kecil, supermarket dan convenience store bisa menjadi pilihan praktis.
Namun, membaca label makanan Korea membutuhkan sedikit perhatian.
- Cari label vegan jika tersedia.
- Perhatikan kata yang merujuk pada pork, beef, chicken, fish, shrimp, egg, dan milk.
- Jangan menganggap kimchi otomatis vegan.
- Cek bumbu instan, ramen, soup base, dan saus.
- Produk tofu dan sayuran segar biasanya lebih mudah disesuaikan.
- Gunakan aplikasi penerjemah kamera untuk membaca label yang sulit dipahami.
Untuk vegan yang sangat ketat, produk dengan sertifikasi vegan tentu menjadi pilihan yang lebih sederhana daripada menebak-nebak komposisi.
Jika ingin mencoba makanan Korea lain yang lebih umum, kamu juga bisa membaca artikel makanan tradisional Korea untuk memahami karakter berbagai menu sebelum menyusun daftar kuliner.
Makanan Vegetarian Korea dan Kebutuhan Halal
Vegetarian dan halal adalah dua kategori yang berbeda. Ini penting terutama untuk wisatawan Muslim Indonesia yang kebetulan juga memilih makanan vegetarian.
Restoran vegan tidak otomatis halal-certified. Sebaliknya, restoran halal belum tentu menyediakan menu vegan.
Jika kamu membutuhkan keduanya, cek dua hal secara terpisah: status bahan hewani dan status kehalalan bahan maupun prosesnya.
Misalnya, sebuah restoran vegan bisa saja menggunakan alkohol dalam proses memasak atau menjual minuman beralkohol. Untuk standar halal yang ketat, hal tersebut tetap perlu dikonfirmasi.
Kalau kamu juga sedang mencari referensi makanan halal selama berada di Seoul, panduan makanan halal Korea di Seoul dapat digunakan sebagai referensi tambahan.
Cara Memasukkan Kuliner Vegetarian ke Itinerary Seoul
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah membuat daftar restoran yang bagus tetapi lokasinya saling berjauhan. Padahal, Seoul cukup luas dan perjalanan antar kawasan bisa memakan waktu.
Lebih efisien jika restoran dipilih berdasarkan kawasan yang memang sedang dikunjungi.
Itinerary budaya: Gyeongbokgung – Bukchon – Insadong
- Pagi: Gyeongbokgung Palace
- Siang: restoran vegetarian di sekitar Jongno
- Sore: Bukchon Hanok Village
- Sore menjelang malam: Insadong
- Malam: Ikseon-dong
Rute ini cocok untuk traveler yang ingin menggabungkan wisata sejarah dengan kuliner vegetarian. Maji dan Osegyehyang juga berada di area yang relatif mudah dipadukan dengan agenda tersebut.
Itinerary Itaewon
- Pagi: Namsan atau N Seoul Tower
- Siang: Itaewon
- Makan siang: restoran vegan
- Sore: eksplor Haebangchon
- Malam: Itaewon
Area ini cocok jika kamu ingin pilihan makanan internasional dan vegan yang lebih banyak dalam satu kawasan.
Itinerary Gangnam
- Pagi: COEX dan Starfield Library
- Siang: restoran plant-based di sekitar Gangnam
- Sore: Apgujeong atau Sinsa
- Malam: Seongsu atau kembali ke hotel
Kalau itinerary Korea kamu cukup fleksibel, jangan ragu menjadikan makanan sebagai salah satu alasan menentukan rute. Untuk gambaran lebih besar, kamu bisa menyesuaikannya dengan itinerary Korea Selatan 7 hari.
Tips Praktis Sebelum Berangkat
- Screenshot nama restoran dalam bahasa Korea agar lebih mudah dicari di Naver Map.
- Simpan frasa diet di ponsel untuk ditunjukkan kepada staf.
- Reservasi restoran populer jika tersedia sistem booking.
- Jangan hanya mengandalkan label “vegetable”. Tanyakan kaldu dan saus.
- Siapkan satu restoran cadangan untuk setiap kawasan.
- Cek jam buka pada hari kunjungan, terutama restoran kecil.
- Untuk vegan ketat, prioritaskan restoran vegan dedicated dibanding meminta modifikasi di restoran biasa.
- Jika alergi, sampaikan sejak reservasi, bukan hanya setelah makanan datang.
FAQ Makanan Vegetarian Korea Selatan
Apakah makanan vegetarian Korea Selatan mudah ditemukan?
Di Seoul, pilihannya semakin banyak, terutama di kawasan seperti Itaewon, Insadong, Jongno, Mangwon, Hongdae, dan beberapa area Gangnam. Namun, restoran khusus vegetarian atau vegan tetap tidak tersebar merata di seluruh kota, sehingga riset lokasi sebelum berangkat tetap disarankan.
Apakah bibimbap di Korea vegetarian?
Tidak selalu. Bibimbap standar bisa menggunakan daging dan telur. Vegetarian dapat meminta keduanya dihilangkan, tetapi tetap perlu memastikan saus dan bahan lainnya sesuai dengan kebutuhan diet.
Apakah kimchi aman untuk vegetarian?
Tidak otomatis. Banyak kimchi menggunakan fish sauce atau shrimp paste. Jika vegan atau vegetarian ketat, cari kimchi yang secara jelas dinyatakan vegan atau tanyakan komposisinya.
Apakah temple food Korea vegan?
Temple food Korea pada dasarnya merupakan tradisi makanan berbasis tumbuhan dan tidak menggunakan daging. Namun, jenis menu dan praktik setiap restoran dapat berbeda, sehingga tetap baik untuk memeriksa informasi restoran sebelum memesan.
Restoran vegetarian terbaik di Seoul ada di mana?
Pilihannya cukup banyak. Untuk kawasan wisata budaya, Insadong dan Jongno menarik karena memiliki Osegyehyang, Sanchon, dan Maji. Untuk pilihan vegan yang lebih modern, Itaewon dan Gangnam juga memiliki beberapa restoran plant-based.
Apakah makanan vegan di Korea otomatis halal?
Tidak. Vegan dan halal merupakan dua standar yang berbeda. Makanan vegan tidak mengandung bahan hewani, tetapi belum tentu memenuhi seluruh persyaratan halal. Jika keduanya penting bagi kamu, status vegan dan kehalalan perlu diperiksa secara terpisah.
Aplikasi apa yang bisa digunakan untuk mencari restoran vegan di Korea?
HappyCow dapat digunakan untuk menemukan restoran vegan dan vegetarian. Untuk navigasi, Naver Map atau KakaoMap juga berguna. Sebaiknya tetap cek kanal resmi restoran untuk jam buka dan menu terbaru.
Kesimpulan: Vegetarian di Korea Bisa, Asal Tahu Cara Mencarinya
Mencari makanan vegetarian Korea Selatan bukan lagi tantangan sebesar yang mungkin dibayangkan. Seoul memiliki restoran vegan khusus, vegetarian restaurant, temple food, serta berbagai hidangan Korea yang dapat dimodifikasi.
Yang perlu diingat adalah jangan menyamakan “banyak sayuran” dengan “vegetarian”. Kaldu ikan teri, fish sauce, shrimp paste, telur, dan bahan hewani lain dapat muncul tanpa terlihat jelas di atas piring.
Karena itu, strategi paling aman adalah memilih restoran yang memang memahami kebutuhan vegetarian, menggunakan aplikasi pencari restoran, mempelajari beberapa frasa Korea, dan selalu bertanya jika ada bahan yang meragukan.
Untuk traveler yang baru pertama kali ke Seoul, kombinasi Insadong atau Jongno untuk temple food dan makanan tradisional, Itaewon untuk pilihan vegan internasional, serta Gangnam untuk restoran plant-based modern bisa menjadi titik awal yang praktis.
Dengan sedikit persiapan, pengalaman kuliner Korea tetap bisa menjadi bagian penting dari perjalanan tanpa harus mengorbankan pola makan yang kamu pilih.
Untuk inspirasi perjalanan Korea lainnya, ikuti Instagram Howliday dan temukan lebih banyak panduan perjalanan melalui YouTube Howliday.