Mengenal Tradisi Chuseok di Korea Selatan: Makna, Makanan, dan Tips Liburan

tradisi chuseok

Apa Itu Chuseok dan Kenapa Begitu Penting di Korea?

Tradisi Chuseok merupakan salah satu perayaan keluarga terpenting di Korea Selatan. Hari raya ini jatuh pada hari ke-15 bulan kedelapan kalender lunar, ketika bulan berada dalam fase purnama. Chuseok sering diterjemahkan sebagai Korean Thanksgiving, tetapi maknanya tidak sepenuhnya sama dengan Thanksgiving di Amerika. Di Korea, perayaan ini berkaitan dengan hasil panen, penghormatan kepada leluhur, pulang ke kampung halaman, makan bersama keluarga, dan berbagai tradisi yang sudah berlangsung lintas generasi.

Pada 2026, Chuseok jatuh pada Jumat, 25 September. Libur nasional resminya berlangsung selama tiga hari, yaitu 24–26 September 2026. Karena 27 September jatuh pada hari Minggu, periode tersebut praktis menjadi long weekend empat hari bagi banyak pekerja.

Menurut VISITKOREA, Chuseok bersama Seollal termasuk dua hari raya tradisional Korea yang paling banyak dirayakan. Keluarga biasanya berkumpul, mengenang leluhur, menikmati makanan hasil panen baru, dan menghabiskan waktu bersama.

Bagi wisatawan, periode ini menarik karena Korea memperlihatkan sisi yang berbeda dari hari biasa. Sebagian kawasan bisnis menjadi lebih tenang karena banyak warga pulang ke daerah asal. Di sisi lain, palace, hanok village, dan cultural venue tertentu dapat menghadirkan pengalaman tradisional atau kebijakan khusus selama liburan.

Namun, liburan saat Chuseok juga memerlukan perencanaan lebih matang. Tiket perjalanan antarkota sangat diminati, beberapa restoran dan toko tutup, dan tidak semua museum beroperasi seperti hari biasa. Karena itu, memahami tradisi Chuseok sekaligus pola perjalanan masyarakat Korea akan membuat itinerary jauh lebih realistis.

Untuk melihat Chuseok dalam konteks tradisi Korea yang lebih luas, baca juga panduan tentang budaya Korea Selatan yang masih dijaga.

Keluarga mengenakan hanbok sebagai gambaran nilai kekeluargaan dalam tradisi Chuseok

Kenapa Tradisi Chuseok Menarik untuk Dipahami?

Korea Selatan dikenal sebagai negara yang sangat modern, tetapi Chuseok memperlihatkan bahwa hubungan dengan keluarga, leluhur, musim, dan kampung halaman masih memiliki tempat penting dalam masyarakat.

Setiap tahun, jutaan orang bergerak dari wilayah metropolitan menuju kota asal atau rumah keluarga. Fenomena ini membuat Chuseok sering digambarkan sebagai salah satu periode migrasi domestik terbesar dalam kalender Korea.

Namun, cara masyarakat menjalankan tradisi Chuseok sekarang tidak lagi seragam. Sebagian keluarga masih melakukan ritual leluhur secara lengkap, sementara keluarga lain menyederhanakannya. Ada pula generasi muda yang menggunakan libur panjang untuk beristirahat, bepergian, atau berkumpul secara lebih informal.

Perubahan tersebut penting dipahami agar wisatawan tidak memiliki gambaran bahwa setiap rumah di Korea melakukan ritual yang sama. Chuseok merupakan tradisi hidup yang terus berubah mengikuti struktur keluarga dan gaya hidup masyarakat modern.

Bagi wisatawan, justru kontras ini yang menarik. Pada pagi hari kamu bisa melihat pengunjung mengenakan hanbok di palace, sementara beberapa kilometer kemudian pusat perbelanjaan modern mulai kembali ramai. Tradisi dan kehidupan kota berjalan berdampingan.

Makna Chuseok: Panen, Keluarga, dan Penghormatan kepada Leluhur

Chuseok juga dikenal dengan nama Hangawi. Secara tradisional, perayaan ini berkaitan dengan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

Masyarakat agraris pada masa lalu sangat bergantung pada musim. Setelah bekerja sepanjang tahun, datangnya masa panen menjadi momen untuk mengucapkan syukur, menikmati hasil bumi baru, serta berbagi makanan dengan keluarga.

Inilah sebabnya makanan yang terbuat dari beras baru, buah hasil panen, sayuran, dan berbagai masakan keluarga menjadi bagian penting dari tradisi Chuseok.

Unsur lainnya adalah penghormatan terhadap leluhur. Hubungan antara generasi yang masih hidup dan keluarga yang telah meninggal menjadi bagian dari pandangan tradisional Korea mengenai keluarga.

Nilai tersebut terlihat melalui beberapa kebiasaan seperti charye dan kunjungan ke makam keluarga. Meski praktiknya dapat berbeda antarkeluarga, gagasan dasarnya tetap berkaitan dengan mengenang asal-usul keluarga.

Tradisi Chuseok yang Paling Dikenal

1. Charye: Ritual Penghormatan kepada Leluhur

Charye adalah ritual penghormatan kepada leluhur yang dilakukan oleh sebagian keluarga Korea pada pagi hari Chuseok.

Makanan disiapkan sebagai persembahan sebelum anggota keluarga memberi penghormatan. Susunan makanan dan tata cara dapat berbeda berdasarkan tradisi keluarga dan daerah.

Penting untuk memahami bahwa charye bukan pertunjukan wisata. Ini merupakan kegiatan keluarga dengan konteks spiritual dan penghormatan pribadi.

Jika kebetulan melihat kegiatan serupa dalam program edukasi museum, ikuti aturan penyelenggara. Jangan memotret ritual keluarga asli tanpa izin hanya karena ingin mendokumentasikan tradisi Chuseok.

2. Seongmyo: Mengunjungi Makam Leluhur

Keluarga juga secara tradisional melakukan seongmyo, yaitu berkunjung ke makam leluhur untuk memberi penghormatan.

Sebelum Chuseok, sebagian keluarga melakukan pembersihan area makam. Aktivitas tersebut menjadi salah satu alasan mobilitas ke wilayah luar kota meningkat menjelang hari raya.

Bagi wisatawan, tradisi ini cukup dipahami sebagai konteks budaya. Area pemakaman keluarga bukan objek wisata yang perlu dikunjungi hanya untuk melihat aktivitas masyarakat.

3. Membuat dan Menikmati Songpyeon

Songpyeon menjadi makanan yang paling identik dengan tradisi Chuseok. Bentuknya menyerupai bulan sabit kecil dan dibuat menggunakan adonan tepung beras.

Isinya dapat berupa wijen, kacang, kacang merah, atau bahan lainnya. Dalam metode tradisional, songpyeon dikukus bersama daun pinus sehingga menghasilkan aroma khas.

VISITKOREA memasukkan songpyeon sebagai makanan utama Chuseok bersama japchae, namul, jeon, apel, dan pir hasil panen.

Menariknya, bentuk songpyeon bukan lingkaran penuh meskipun Chuseok bertepatan dengan bulan purnama. Bentuk bulan sabit sering dikaitkan dengan gagasan pertumbuhan dan masa depan yang masih berkembang.

Kue tradisional Korea yang menggambarkan makanan dalam tradisi Chuseok

4. Ganggangsullae

Ganggangsullae merupakan tarian melingkar tradisional yang sangat erat dengan Chuseok. Peserta bergandengan tangan membentuk lingkaran sambil bernyanyi dan bergerak bersama di bawah bulan purnama.

Tradisi ini bahkan telah masuk dalam daftar Intangible Cultural Heritage of Humanity UNESCO.

Dalam konteks wisata, ganggangsullae lebih mungkin ditemui melalui festival, cultural performance, atau program khusus di cultural village daripada secara spontan di jalan.

5. Permainan Tradisional

Tradisi Chuseok juga berhubungan dengan berbagai permainan dan pertunjukan rakyat. Di antaranya adalah jegichagi, permainan mirip menendang shuttlecock, serta ssireum, gulat tradisional Korea.

Cultural center dan folk village sering menggunakan permainan seperti ini untuk memperkenalkan suasana hari raya kepada anak-anak maupun wisatawan.

6. Mengenakan Hanbok

Hanbok tidak wajib digunakan oleh semua orang saat Chuseok, terutama dalam kehidupan sehari-hari modern. Namun, pakaian tradisional masih sering muncul pada kegiatan keluarga, pertunjukan budaya, sesi foto, serta acara khusus.

Wisatawan yang ingin membuat cultural day dapat menyewa hanbok kemudian mengunjungi palace. Pastikan pakaian nyaman karena akhir September masih dapat terasa cukup hangat pada siang hari.

Makanan yang Identik dengan Tradisi Chuseok

Chuseok sangat erat dengan makanan karena akar perayaannya berasal dari musim panen. Hidangan yang muncul juga dapat berbeda menurut keluarga dan daerah.

Songpyeon

Songpyeon menjadi simbol kuliner yang paling mudah dikenali. Jika sedang berada di Seoul mendekati Chuseok, rice cake shop dan pasar tradisional biasanya menjadi tempat yang lebih realistis untuk mencarinya daripada mengharapkan semua restoran memiliki menu khusus.

Jeon

Jeon adalah berbagai bahan yang dilapisi adonan atau telur lalu dimasak di pan. Jenisnya sangat banyak, mulai dari sayuran, seafood, hingga daging.

Pada libur keluarga, proses membuat jeon dalam jumlah besar sering menjadi bagian dari persiapan makan bersama.

Japchae

Japchae menggunakan glass noodle dengan sayuran serta bahan tambahan lain. Hidangan ini tidak hanya dimakan saat Chuseok, tetapi sering hadir dalam berbagai perayaan keluarga Korea.

Buah Musiman

Apel dan pir Korea yang baru dipanen juga sering muncul dalam hidangan keluarga serta persembahan tradisional.

Karena makanan menjadi bagian penting tradisi Chuseok, wisatawan yang tertarik budaya kuliner bisa menjadikan pasar tradisional sebagai salah satu agenda perjalanan.

Chuseok 2026 Tanggal Berapa?

Pada 2026, hari utama Chuseok jatuh pada Jumat, 25 September 2026.

Libur nasional resmi berlangsung:

  • Kamis, 24 September 2026: hari sebelum Chuseok.
  • Jumat, 25 September 2026: hari utama Chuseok.
  • Sabtu, 26 September 2026: hari setelah Chuseok.
  • Minggu, 27 September 2026: akhir pekan reguler, sehingga banyak orang mendapat empat hari berturut-turut tanpa hari kerja.

Perbedaan antara tanggal libur resmi dan akhir pekan penting ketika menyusun itinerary. Jangan menyebut Chuseok 2026 secara resmi berlangsung empat hari; libur Chuseok yang ditetapkan adalah 24–26 September, sementara 27 September merupakan hari Minggu.

Apakah Bagus Liburan ke Korea Saat Chuseok?

Jawabannya tergantung gaya perjalanan.

Jika tujuan utamanya mengenal tradisi Chuseok, palace, hanok, traditional performance, serta suasana kota yang berbeda, periode ini bisa sangat menarik.

Namun, Chuseok kurang ideal untuk perjalanan yang membutuhkan banyak perpindahan antarkota. Tiket kereta dan bus menuju daerah sangat diminati oleh warga yang pulang ke kampung halaman.

Korea.net bahkan pernah menggambarkan periode Chuseok sebagai masa ketika tiket kereta dan bus dapat dipesan jauh-jauh hari dan jalan raya mengalami kepadatan tinggi.

Untuk wisatawan internasional, strategi paling sederhana adalah sudah berada di kota yang ingin dijelajahi sebelum libur dimulai.

Jika base berada di Seoul, pertahankan itinerary Seoul selama 24–26 September dan lakukan perjalanan menuju Busan, Gyeongju, Gangneung, atau kota lainnya setelah periode tersibuk selesai.

Hal ini juga sejalan dengan panduan waktu terbaik ke Korea Selatan, yang mengingatkan bahwa Chuseok dapat memengaruhi toko dan perjalanan luar kota.

Apa yang Tutup Saat Chuseok?

Ini menjadi salah satu pertanyaan paling penting karena tidak ada jawaban tunggal.

Tidak benar bahwa seluruh Seoul tutup. Namun, juga tidak aman menganggap semua toko, museum, restoran, dan attraction beroperasi normal.

Bisnis keluarga dan sejumlah restoran dapat memilih tutup satu hingga beberapa hari. Department store dan pusat perbelanjaan besar biasanya mengumumkan jadwal masing-masing.

Beberapa museum juga tutup pada hari utama Chuseok. Sebagai contoh konkret untuk 2026, National Folk Museum of Korea sudah mencantumkan 25 September 2026 sebagai hari tutup.

Di sisi lain, VISITKOREA menyebut royal palaces biasanya memberikan free admission selama periode Chuseok.

Ada pula program khusus yang tidak beroperasi meskipun palace tetap dapat dikunjungi. Pada 2026, special tour interior Gyeonghoeru dan Hyangwonjeong di Gyeongbokgung secara resmi tidak dijalankan selama 24–27 September.

Kesimpulannya: cek setiap tempat secara individual.

Tips Perjalanan Korea Saat Chuseok

1. Hindari pindah kota pada hari utama

Jika tidak memiliki alasan kuat, jangan menjadwalkan Seoul–Busan, Seoul–Daegu, Seoul–Gwangju, atau perjalanan panjang lainnya pada puncak arus mudik Chuseok.

2. Pantau tiket KTX lebih awal

KORAIL biasanya memiliki mekanisme penjualan khusus untuk periode liburan besar. Jangan mengandalkan tiket walk-in pada hari keberangkatan.

Saat artikel ini disusun pada 18 Agustus 2026, jadwal penjualan khusus Chuseok 2026 dalam halaman berbahasa Inggris belum dapat diverifikasi secara jelas. Pantau KORAIL dan informasi resmi mendekati keberangkatan.

3. Konfirmasi restoran sebelum datang

Naver Map dan Kakao Map membantu, tetapi jam khusus hari raya belum tentu selalu diperbarui cepat. Untuk restoran yang benar-benar penting, periksa akun sosial media atau hubungi tempat tersebut.

4. Jangan buat itinerary berdasarkan shopping saja

Jika seluruh perjalanan bergantung pada department store, butik tertentu, atau restoran viral, Chuseok dapat membuat jadwal lebih sulit.

Kombinasikan dengan palace, taman, walking district, dan cultural activity yang sudah dikonfirmasi beroperasi.

5. Gunakan 1330 Korea Travel Helpline

Korea Tourism Organization menyediakan 1330 Travel Helpline untuk membantu wisatawan. Berdasarkan informasi KTO terbaru, layanan tersedia dalam sejumlah bahasa termasuk bahasa Indonesia.

Ini berguna untuk mengecek informasi destinasi atau meminta bantuan ketika jam operasional selama tradisi Chuseok membingungkan.

Kawasan hanok Seoul sebagai tempat menikmati pengalaman budaya saat tradisi Chuseok

Tempat Terbaik Mengenal Tradisi Chuseok sebagai Wisatawan

Gyeongbokgung Palace

Royal palace menjadi pilihan paling praktis untuk cultural day di Seoul. Selain arsitektur Joseon, pengunjung dapat mengenakan hanbok dan menikmati suasana tradisional tanpa meninggalkan pusat kota.

VISITKOREA menyebut royal palaces memberikan free admission selama periode Chuseok. Namun, event atau special tour di dalam palace tetap memiliki jadwal tersendiri.

Namsangol Hanok Village

Namsangol Hanok Village secara historis sering menjadi salah satu lokasi program Chuseok di Seoul, mulai dari traditional games hingga performance.

Pada 2026 terdapat program Namsangol Traditional Experience yang berjalan sampai 25 Oktober, tetapi saat riset dilakukan pada 18 Agustus, program khusus Chuseok 2026 belum ditemukan dalam listing resmi berbahasa Inggris.

Karena itu, jangan menulis satu acara tertentu sebagai confirmed sebelum penyelenggara merilis jadwal final.

Insadong

Insadong cocok dikombinasikan dengan palace karena memiliki tea house, toko kerajinan, galeri, souvenir tradisional, serta restoran.

Pada Chuseok, tetap cek jam buka setiap tempat karena bisnis independen dapat mengambil libur keluarga.

Jongmyo dan Kawasan Jongno

Jongno memberikan konteks sejarah yang menarik untuk memahami hubungan masyarakat Korea dengan penghormatan terhadap leluhur.

Jongmyo sendiri merupakan situs ritual leluhur kerajaan Joseon. Walaupun tradisinya berbeda dari charye keluarga saat Chuseok, kunjungan ke kawasan ini dapat memberi perspektif yang lebih luas mengenai konsep penghormatan kepada leluhur dalam sejarah Korea.

Contoh Itinerary Cultural Day Saat Chuseok di Seoul

08.30 – Sewa Hanbok Dekat Gyeongbokgung

Mulai pagi sebelum crowd meningkat. Pilih rental sekitar Gyeongbokgung Station agar tidak menghabiskan waktu di transportasi sambil memakai hanbok.

09.30 – Gyeongbokgung Palace

Gunakan sekitar dua jam untuk palace. Jika free admission Chuseok 2026 tetap berjalan sesuai informasi KTO, tiket reguler tidak perlu dibeli.

Jangan mengandalkan special guided tour yang belum dikonfirmasi. Special tour Gyeonghoeru dan Hyangwonjeong 2026, misalnya, memang tidak beroperasi selama libur Chuseok.

12.00 – Insadong

Kembalikan hanbok lalu berjalan menuju Insadong. Cari makan siang di restoran yang sudah dikonfirmasi buka.

Jika menemukan songpyeon, jadikan kesempatan ini untuk mencoba makanan paling identik dengan tradisi Chuseok.

14.00 – Traditional Tea atau Ssamzigil

Gunakan siang untuk aktivitas yang tidak terlalu berat. Traditional tea house memberikan jeda sebelum agenda sore.

16.00 – Namsangol Hanok Village

Pindah menuju Namsangol bila program Chuseok sudah diumumkan dan sesuai dengan jadwal perjalanan.

Jika tidak ada event yang cocok, Namsangol tetap dapat diganti dengan Deoksugung, Seoul Forest, atau city walk lain yang sudah dipastikan buka.

18.30 – Makan Malam

Jangan menunggu malam untuk mulai mencari restoran. Simpan setidaknya dua atau tiga pilihan karena jam buka Chuseok dapat berbeda dari hari normal.

Itinerary seperti ini jauh lebih aman daripada mencoba pergi ke Nami Island atau kota lain pada hari utama libur.

Alternatif Jika Ingin Cultural Trip Lebih Panjang

Chuseok 2026 berada tepat sebelum beberapa festival budaya besar Korea.

Andong Maskdance Festival bahkan dimulai pada 24 September dan berlangsung hingga 4 Oktober 2026. Artinya, traveler yang ingin memperpanjang perjalanan setelah tradisi Chuseok dapat melanjutkan ke Andong setelah arus perjalanan keluarga mulai berkurang.

Jinju Namgang Yudeung Festival kemudian dimulai 3 Oktober, sedangkan Suwon Hwaseong Cultural Festival dimulai 4 Oktober.

Jadwal lengkapnya dapat dibandingkan melalui panduan festival budaya Korea 2026.

Jangan memasukkan seluruh festival tersebut dalam satu perjalanan kecuali memiliki waktu panjang. Pilih berdasarkan kota dan jenis pengalaman yang benar-benar diminati.

Estimasi Biaya Menikmati Chuseok di Seoul

Mengenal tradisi Chuseok tidak harus mahal. Banyak pengalaman budaya berada di ruang publik atau cultural venue dengan harga terjangkau.

Transportasi lokal

Siapkan sekitar 10.000–20.000 won per orang untuk subway, bus, dan cadangan perjalanan lokal dalam satu hari.

Makanan

Anggaran sekitar 25.000–50.000 won cukup untuk dua kali makan kasual serta minuman atau snack. Budget perlu ditambah jika memilih restoran premium.

Songpyeon dan traditional snack

Untuk perencanaan sederhana, siapkan sekitar 5.000–15.000 won tergantung toko, jumlah, dan packaging.

Hanbok rental opsional

Rental sederhana hingga premium dapat sangat bervariasi. Untuk budgeting, sediakan sekitar 20.000–50.000 won per orang agar tidak harus bergantung pada paket promosi termurah.

Cultural activity

Beberapa program Chuseok dapat gratis, sedangkan workshop tertentu memiliki biaya. Sisihkan sekitar 0–20.000 won sebagai budget fleksibel.

Total cultural day

Tanpa hanbok, sekitar 40.000–105.000 won per orang sudah memberikan ruang cukup untuk transportasi, makan, snack, dan satu aktivitas sederhana.

Dengan hanbok, siapkan sekitar 60.000–155.000 won per orang.

Biaya hotel dan penerbangan tidak dimasukkan karena nilainya sangat bergantung pada tanggal booking. Justru dua komponen tersebut sebaiknya diamankan lebih awal karena Chuseok merupakan periode perjalanan domestik besar.

Bulan purnama yang memiliki makna penting dalam tradisi Chuseok Korea

FAQ tentang Tradisi Chuseok

Chuseok 2026 tanggal berapa?

Hari utama Chuseok 2026 jatuh pada Jumat, 25 September. Libur nasional berlangsung 24–26 September 2026, lalu dilanjutkan akhir pekan pada Minggu, 27 September.

Apa arti Chuseok?

Chuseok merupakan hari raya panen Korea yang berlangsung pada hari ke-15 bulan kedelapan kalender lunar. Perayaannya berkaitan dengan keluarga, rasa syukur atas panen, penghormatan kepada leluhur, dan bulan purnama.

Apakah Chuseok sama dengan Thanksgiving?

Tidak sepenuhnya. Istilah Korean Thanksgiving sering digunakan untuk memudahkan penjelasan, tetapi tradisi Chuseok berkembang dari sejarah dan budaya Korea sendiri dengan praktik seperti charye, seongmyo, songpyeon, dan ganggangsullae.

Apa makanan khas Chuseok?

Songpyeon merupakan makanan yang paling identik. Selain itu, keluarga juga dapat menikmati jeon, japchae, namul, serta buah hasil panen seperti apel dan pir.

Apakah semua orang Korea melakukan charye?

Tidak. Sebagian keluarga masih mempertahankan ritual tersebut, sebagian menyederhanakannya, dan sebagian lainnya merayakan Chuseok dengan cara berbeda. Praktik Chuseok terus berubah mengikuti kehidupan keluarga modern.

Apakah toko di Seoul tutup saat Chuseok?

Sebagian tutup, tetapi Seoul tidak berhenti beroperasi sepenuhnya. Jam buka sangat bergantung pada bisnis. Restoran keluarga, toko independen, department store, museum, dan attraction dapat memiliki kebijakan berbeda.

Apakah Gyeongbokgung buka saat Chuseok?

VISITKOREA menyatakan royal palaces memberikan free admission selama periode Chuseok. Namun, program khusus di dalam palace dapat tidak beroperasi, sehingga cek website Royal Palaces and Tombs Center menjelang kunjungan.

Apakah National Folk Museum buka pada Chuseok 2026?

National Folk Museum of Korea sudah mencantumkan 25 September 2026, yaitu hari utama Chuseok, sebagai hari tutup. Ini menjadi contoh kenapa wisatawan perlu mengecek setiap tempat secara individual.

Apakah aman naik KTX saat Chuseok?

Aman, tetapi mendapatkan kursi menjadi tantangan yang lebih besar karena permintaan perjalanan domestik sangat tinggi. Pantau jadwal reservasi khusus Chuseok dan jangan mengandalkan pembelian mendadak.

Apakah Chuseok waktu yang bagus untuk wisatawan Indonesia?

Bisa sangat menarik jika fokus pada Seoul dan cultural experience. Periode ini kurang ideal jika itinerary membutuhkan banyak perjalanan antarkota. Base di satu kota dan hindari peak travel days merupakan strategi yang lebih nyaman.

Chuseok Bukan Sekadar Hari Libur Panjang

Tradisi Chuseok memperlihatkan sisi Korea yang tidak selalu terlihat dari K-Pop, K-Drama, shopping district, atau cafe modern. Di balik perayaan tersebut ada hubungan dengan musim panen, keluarga, leluhur, makanan, dan kebiasaan masyarakat yang terus berubah dari generasi ke generasi.

Bagi wisatawan, pengalaman terbaik bukan mencoba masuk ke ritual pribadi keluarga Korea. Cara yang lebih tepat adalah memahami maknanya, mencoba songpyeon, melihat cultural performance, mengunjungi palace atau hanok village, dan menghormati perubahan ritme kehidupan kota selama hari raya.

Jika perjalananmu bertepatan dengan 24–26 September 2026, rencanakan transportasi serta jam buka tempat wisata lebih detail daripada biasanya. Hindari perpindahan antarkota yang tidak perlu dan gunakan Seoul sebagai base jika ingin menikmati tradisi Chuseok dengan lebih santai.

Untuk inspirasi cultural experience, itinerary, dan perjalanan Korea Selatan maupun Jepang lainnya, ikuti Instagram Howliday dan YouTube Howliday. Gunakan referensinya untuk mengenal Korea tidak hanya dari destinasi, tetapi juga dari tradisi yang membentuk kehidupan masyarakatnya.