Tempat Terbaik Melihat Sakura di Jepang 2026: Tokyo, Kyoto, Osaka, dan Hokkaido

tempat lihat sakura di jepang 2026

Menikmati Musim Sakura Jepang di Waktu dan Tempat yang Tepat

Mencari tempat lihat sakura di jepang 2026 yang paling indah? Jepang punya banyak pilihan, mulai dari taman kota dengan ribuan pohon sakura, jalan setapak di tepi sungai, hingga kompleks kastel bersejarah yang berubah menjadi lautan bunga merah muda setiap musim semi.

Namun, ada satu hal yang perlu dipahami sebelum merencanakan liburan sakura: bunga ini tidak mekar secara bersamaan di seluruh Jepang. Tokyo, Kyoto, Osaka, dan Hokkaido memiliki periode berbunga yang berbeda karena kondisi geografis, suhu, serta karakter iklim masing-masing wilayah.

Musim sakura juga berlangsung relatif singkat. Setelah mencapai puncak mekar atau mankai, kelopak bunga biasanya mulai berguguran dalam beberapa hari, terutama jika terjadi hujan deras atau angin kencang.

Itulah mengapa menentukan kota, tanggal perjalanan, dan lokasi hanami menjadi bagian penting dalam merencanakan liburan musim semi.

Artikel ini membahas spot sakura terbaik di Jepang sekaligus data waktu mekar pada 2026. Karena musim sakura 2026 telah berlalu, tanggal yang disajikan merupakan catatan pengamatan untuk referensi perjalanan musim semi berikutnya, bukan prakiraan 2027.

1. Kapan Musim Sakura Berlangsung di Jepang 2026?

Secara umum, musim sakura Jepang berlangsung dari sekitar Januari hingga Mei, tergantung wilayah dan varietas pohonnya. Sakura di Okinawa dapat berbunga sejak musim dingin, sementara sakura di Hokkaido biasanya muncul lebih lambat dibanding wilayah Jepang bagian tengah.

Untuk varietas Somei Yoshino yang banyak ditemukan di Tokyo, Kyoto, dan Osaka, musim berbunga biasanya terjadi antara pertengahan Maret hingga awal April.

Menurut data pengamatan Japan Meteorological Agency, puncak mekar sakura pada 2026 tercatat pada tanggal berikut:

  • Tokyo: 28 Maret 2026.
  • Kyoto: 30 Maret 2026.
  • Osaka: 3 April 2026.
  • Nagoya: 30 Maret 2026.
  • Fukuoka: 3 April 2026.
  • Hakodate: 20 April 2026.
  • Sapporo: 24 April 2026.

Tanggal tersebut merupakan hasil pengamatan pada pohon referensi resmi di masing-masing kota. Kondisi sakura di setiap taman atau destinasi dapat berbeda karena varietas pohon, ketinggian, dan paparan sinar matahari.

Data resmi dapat diperiksa melalui Japan Meteorological Agency.

Perbedaan first bloom dan full bloom

Ketika membaca informasi sakura Jepang, kamu akan menemukan dua istilah yang sering digunakan: kaika dan mankai.

Kaika berarti awal berbunga, yaitu ketika sejumlah bunga pada pohon pengamatan mulai terbuka. Sementara mankai menandakan kondisi puncak berbunga, ketika sebagian besar bunga telah mekar.

Perbedaan keduanya sangat penting untuk perencanaan perjalanan. Jika tiba tepat pada tanggal first bloom, belum tentu kamu akan menemukan seluruh taman dipenuhi bunga.

Untuk mendapatkan pemandangan sakura yang lebih penuh, periode mendekati full bloom biasanya menjadi pilihan menarik. Namun, tidak ada jaminan seluruh pohon mencapai kondisi terbaik pada tanggal yang sama.

Bagaimana jika tanggal perjalanan tidak sesuai puncak sakura?

Tidak perlu langsung membatalkan rencana perjalanan. Jepang memiliki berbagai jenis sakura dengan waktu berbunga yang berbeda.

Contohnya, Kawazu-zakura dikenal berbunga lebih awal dibanding Somei Yoshino. Sementara beberapa varietas yaezakura memiliki periode berbunga lebih lambat.

Selain itu, wilayah pegunungan dan daerah Jepang bagian utara sering menawarkan kesempatan melihat sakura ketika musim berbunga di Tokyo sudah berakhir.

Untuk memahami karakter cuaca dan waktu perjalanan yang lebih sesuai, kamu juga bisa membaca panduan memilih musim terbaik untuk liburan ke Jepang.

2. Spot Sakura Paling Populer di Tokyo

Tokyo merupakan salah satu destinasi paling praktis untuk menikmati sakura, terutama bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Jepang.

Banyak lokasi hanami dapat dijangkau menggunakan subway atau kereta JR. Pilihannya juga beragam, dari taman luas untuk piknik keluarga hingga jalur pedestrian yang cocok untuk fotografi.

Ueno Park: Hanami Klasik di Tengah Tokyo

Ueno Park menjadi salah satu tempat melihat sakura paling terkenal di Tokyo. Saat musim semi, jalur utama taman dipenuhi pohon sakura yang membentuk kanopi bunga di atas pengunjung.

Suasananya sangat khas Jepang karena banyak warga lokal datang untuk menikmati hanami bersama keluarga, teman, atau rekan kerja.

Selain sakura, kawasan Ueno memiliki museum, kebun binatang, dan beberapa objek wisata yang dapat dikunjungi dalam satu hari.

Akses: berjalan kaki dari JR Ueno Station atau stasiun subway Ueno.

Waktu kunjungan yang disarankan: pagi hari, terutama saat akhir pekan atau mendekati full bloom.

Cocok untuk: wisatawan pertama kali, keluarga, dan pengunjung yang ingin merasakan suasana hanami tradisional.

Perlu diketahui bahwa Ueno Park dapat sangat ramai ketika sakura mencapai puncak. Jika ingin mengambil foto tanpa terlalu banyak orang, datang lebih awal biasanya lebih nyaman.

Meguro River: Sakura Romantis di Sepanjang Sungai

Meguro River menawarkan pengalaman melihat sakura dengan karakter berbeda. Ratusan pohon sakura tumbuh di sepanjang tepi sungai, menciptakan pemandangan bunga yang menggantung di atas aliran air.

Kawasan sekitar Nakameguro juga dikenal memiliki banyak kafe, restoran, dan toko kecil yang menarik untuk dijelajahi.

Ketika musim sakura tiba, suasananya menjadi semakin hidup. Pada periode tertentu, kawasan ini juga dikenal dengan iluminasi malam dan dekorasi musiman, bergantung pada penyelenggaraan acara tahun tersebut.

Akses: Nakameguro Station menggunakan Tokyo Metro Hibiya Line atau Tokyu Toyoko Line.

Waktu kunjungan yang disarankan: pagi hari untuk suasana lebih tenang atau sore menjelang malam untuk menikmati atmosfer kawasan.

Cocok untuk: pasangan, pencinta fotografi, dan wisatawan yang ingin menggabungkan sakura dengan eksplorasi kafe.

Karena jalur pedestrian di sekitar sungai cukup terbatas, hindari berhenti terlalu lama di tengah kerumunan saat mengambil foto.

Shinjuku Gyoen: Sakura dengan Suasana Lebih Tertata

Jika ingin menikmati sakura dengan suasana taman yang luas dan tertata, Shinjuku Gyoen bisa menjadi pilihan menarik.

Taman ini memiliki berbagai jenis pohon sakura dengan periode berbunga yang tidak selalu sama. Karena itu, peluang menemukan bunga masih terbuka meskipun sebagian pohon Somei Yoshino sudah melewati puncaknya.

Hamparan rumput, pepohonan besar, dan jalur taman yang rapi membuat Shinjuku Gyoen cocok untuk berjalan santai.

Akses: Shinjuku-gyoemmae Station atau berjalan kaki dari area Shinjuku Station.

Cocok untuk: keluarga, pasangan, dan wisatawan yang mengutamakan kenyamanan.

Shinjuku Gyoen merupakan taman berbayar dengan aturan kunjungan tertentu. Pada periode sakura yang ramai, sistem reservasi atau pembatasan masuk dapat diterapkan. Periksa informasi resmi sebelum datang.

Chidorigafuchi: Sakura dengan Pemandangan Kanal

Chidorigafuchi terkenal dengan deretan sakura yang mengelilingi kanal di dekat Imperial Palace.

Keunikan utamanya adalah pemandangan bunga yang membingkai air dan dinding batu kawasan bersejarah. Pada musim tertentu, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan dari perahu sewaan apabila layanan beroperasi.

Akses: Kudanshita Station atau Hanzomon Station.

Cocok untuk: wisatawan yang menyukai pemandangan ikonik dan fotografi lanskap.

Antrean penyewaan perahu dapat panjang ketika bunga sedang mencapai puncak. Jika hanya ingin menikmati pemandangan, berjalan di sekitar kanal sudah menjadi pengalaman yang menarik.

3. Wisata Hanami Ikonik di Kyoto dan Osaka

Kyoto dan Osaka menjadi kombinasi populer bagi wisatawan yang ingin menikmati sakura sekaligus menjelajahi budaya Jepang.

Kedua kota ini menawarkan pengalaman yang berbeda. Kyoto identik dengan kuil, jalan tradisional, dan lanskap bersejarah. Sementara Osaka memiliki taman kota, kawasan kastel, dan suasana yang lebih dinamis.

Philosopher’s Path Kyoto: Jalan Santai di Bawah Sakura

Philosopher’s Path atau Tetsugaku no Michi merupakan jalur pejalan kaki yang mengikuti kanal kecil di kawasan Higashiyama, Kyoto.

Saat musim semi, pohon sakura di sepanjang kanal membentuk pemandangan yang sangat indah. Kelopak bunga yang berguguran ke permukaan air juga menjadi salah satu daya tariknya.

Jalur ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati sakura sambil berjalan santai tanpa harus mengikuti aktivitas festival besar.

Akses: menggunakan bus atau transportasi lokal menuju kawasan Ginkakuji atau Nanzenji, kemudian berjalan kaki.

Cocok untuk: pasangan, pencinta fotografi, dan wisatawan yang menikmati suasana Kyoto yang lebih tenang.

Untuk menghindari keramaian, pertimbangkan datang pada pagi hari. Hindari menghalangi akses warga atau pintu masuk bangunan pribadi ketika mengambil foto.

Maruyama Park Kyoto: Hanami dengan Suasana Tradisional

Maruyama Park merupakan salah satu tempat hanami paling terkenal di Kyoto, terutama karena pohon weeping cherry atau shidarezakura yang menjadi ikon taman.

Lokasinya berada tidak jauh dari Yasaka Shrine dan kawasan Gion, sehingga mudah digabungkan dengan perjalanan menjelajahi Kyoto bagian timur.

Ketika musim sakura berlangsung, taman ini menjadi tempat berkumpul warga dan wisatawan. Aktivitas musiman dan pencahayaan malam dapat tersedia sesuai jadwal penyelenggaraan.

Akses: berjalan kaki dari Yasaka Shrine atau kawasan Gion-Shijo.

Cocok untuk: wisatawan yang ingin merasakan atmosfer hanami khas Kyoto.

Jika membawa anak kecil atau lansia, sebaiknya hindari jam paling ramai karena beberapa jalur dapat dipenuhi pengunjung.

Arashiyama: Sakura dengan Latar Pegunungan Kyoto

Arashiyama sering dikenal karena Bamboo Grove, tetapi kawasan ini juga menarik saat musim semi.

Pemandangan sakura di sekitar Togetsukyo Bridge dan sepanjang sungai memberikan suasana berbeda dari taman kota. Pegunungan di belakangnya membuat lanskap terlihat lebih luas dan alami.

Akses: JR Saga-Arashiyama Station atau Hankyu Arashiyama Station.

Cocok untuk: wisatawan yang ingin menggabungkan sakura, pemandangan alam, dan eksplorasi kawasan tradisional.

Karena Arashiyama merupakan salah satu kawasan wisata populer di Kyoto, datang pagi hari bisa membantu menghindari keramaian di sekitar jembatan dan jalur utama.

Osaka Castle Park: Sakura dengan Latar Kastel Bersejarah

Osaka Castle Park menjadi salah satu pilihan paling ikonik untuk menikmati sakura di Osaka.

Perpaduan antara bunga sakura dan bangunan Osaka Castle menghasilkan pemandangan yang sangat khas Jepang. Area taman yang luas juga memungkinkan pengunjung memilih beberapa sudut untuk menikmati bunga.

Salah satu kawasan yang terkenal adalah Nishinomaru Garden, yang memiliki aturan tiket dan jam operasional tersendiri.

Akses: JR Osakajokoen Station, Morinomiya Station, atau Tanimachi 4-chome Station, tergantung area yang ingin dikunjungi.

Cocok untuk: keluarga, wisatawan pertama kali, dan penggemar fotografi.

Untuk keluarga dengan anak kecil, perhatikan bahwa jarak berjalan kaki di kompleks taman cukup panjang. Pilih pintu masuk yang paling dekat dengan area tujuan.

Kema Sakuranomiya Park: Sakura di Tepi Sungai Osaka

Jika ingin melihat sakura dengan suasana tepi sungai, Kema Sakuranomiya Park merupakan alternatif menarik.

Deretan pohon sakura tumbuh di sepanjang Sungai Okawa. Saat berbunga, kawasan ini menjadi tempat favorit untuk berjalan santai, bersepeda, atau menikmati pemandangan sungai.

Akses: JR Sakuranomiya Station.

Cocok untuk: keluarga dan wisatawan yang ingin menikmati sakura tanpa terlalu banyak berpindah destinasi.

Kawasan tepi sungai memiliki jalur yang relatif nyaman untuk berjalan, tetapi tetap perhatikan area ramai dan pesepeda.

Untuk referensi persiapan pakaian, aktivitas, dan rute perjalanan, baca juga panduan liburan Jepang saat musim semi.

4. Sakura Jalur Utara: Kesempatan Melihat Sakura di Hokkaido

Jika jadwal liburanmu jatuh pada akhir April atau awal Mei, Hokkaido dapat menjadi pilihan menarik untuk melihat sakura.

Karena berada di bagian utara Jepang, musim berbunga di Hokkaido umumnya berlangsung lebih lambat dibanding Tokyo, Kyoto, dan Osaka.

Namun, musim 2026 menunjukkan bahwa waktu berbunga tetap dapat maju secara signifikan. Japan Meteorological Agency mencatat full bloom Sapporo pada 24 April 2026, lebih awal daripada rata-rata klimatologisnya.

Goryokaku Park Hakodate: Sakura Berbentuk Bintang

Goryokaku Park merupakan salah satu spot sakura paling terkenal di Hokkaido.

Taman ini dibangun di kawasan benteng berbentuk bintang. Saat musim semi, ribuan pohon sakura di sekitar parit dan jalur taman menciptakan pemandangan yang sangat menarik.

Keunikan Goryokaku dapat dinikmati dari dua perspektif: berjalan di dalam taman atau melihat keseluruhan bentuk benteng dari Goryokaku Tower.

Akses: menggunakan tram atau bus lokal dari kawasan pusat Hakodate, kemudian berjalan menuju taman.

Cocok untuk: keluarga, pencinta sejarah, dan fotografer lanskap.

Goryokaku Tower merupakan atraksi berbayar dengan jam operasional tersendiri. Untuk pengalaman terbaik, periksa kondisi bunga sebelum membeli tiket perjalanan jauh menuju Hakodate.

Maruyama Park Sapporo: Hanami Favorit Warga Lokal

Maruyama Park menjadi salah satu tempat populer untuk menikmati sakura di Sapporo.

Lokasinya berdekatan dengan Hokkaido Shrine, sehingga pengunjung dapat menggabungkan pengalaman hanami dengan kunjungan ke kawasan kuil.

Akses: Maruyama Koen Station menggunakan Sapporo Subway Tozai Line, kemudian berjalan kaki.

Cocok untuk: keluarga, pasangan, dan wisatawan yang menginap di pusat Sapporo.

Perlu diperhatikan bahwa aturan piknik, penggunaan api, dan aktivitas berkumpul dapat berubah. Selalu ikuti ketentuan taman yang berlaku.

Matsumae Park: Sakura dengan Banyak Varietas

Matsumae Park di bagian selatan Hokkaido terkenal karena koleksi berbagai jenis pohon sakura.

Keberagaman varietas tersebut membuat periode berbunga di kawasan ini lebih panjang dibanding lokasi yang didominasi satu jenis sakura saja.

Pemandangan bunga dengan latar Matsumae Castle juga menjadi daya tarik utama.

Akses: perjalanan darat dari Hakodate menuju kawasan Matsumae, dengan waktu tempuh yang perlu diperhitungkan secara khusus.

Cocok untuk: wisatawan yang ingin mengeksplorasi spot sakura di luar kota besar.

Karena akses transportasi publik lebih terbatas dibanding pusat Sapporo, penggunaan mobil sewaan atau private car dapat menjadi pilihan praktis untuk perjalanan keluarga.

5. Tips Memilih Spot Sakura Berdasarkan Gaya Liburan

Tidak semua wisatawan membutuhkan pengalaman hanami yang sama. Ada yang ingin mendapatkan foto terbaik, menikmati piknik, atau sekadar berjalan santai bersama keluarga.

Untuk wisatawan pertama kali

Ueno Park, Shinjuku Gyoen, dan Osaka Castle Park menjadi pilihan yang relatif mudah digabungkan dengan destinasi populer lainnya.

Ketiganya memiliki akses transportasi yang cukup praktis dan banyak pilihan aktivitas tambahan di sekitarnya.

Untuk pasangan

Meguro River, Philosopher’s Path, dan Arashiyama menawarkan suasana yang menarik untuk berjalan berdua sambil menikmati pemandangan sakura.

Datang pada pagi hari dapat memberikan pengalaman yang lebih santai dibanding jam sibuk.

Untuk keluarga dengan anak kecil

Shinjuku Gyoen, Osaka Castle Park, dan Maruyama Park Sapporo dapat dipertimbangkan karena menawarkan area taman yang luas.

Namun, periksa fasilitas toilet, akses stroller, jarak berjalan kaki, dan aturan masing-masing taman sebelum datang.

Untuk penggemar fotografi

Chidorigafuchi, Osaka Castle, Goryokaku, dan Arashiyama memiliki karakter lanskap yang kuat.

Untuk hasil foto yang lebih menarik, manfaatkan cahaya pagi atau sore. Perhatikan pula arah matahari dan posisi keramaian sebelum menentukan sudut pengambilan gambar.

6. Tips Fotografi Sakura dan Etika Hanami di Jepang

Menikmati sakura bukan hanya soal menemukan lokasi terbaik. Hanami juga merupakan bagian dari budaya masyarakat Jepang yang perlu dihormati.

Datang lebih pagi untuk foto yang lebih nyaman

Spot sakura populer dapat sangat ramai pada akhir pekan, terutama ketika bunga mendekati full bloom.

Datang lebih pagi memberi kesempatan untuk berjalan lebih leluasa dan mendapatkan cahaya yang relatif lembut.

Jika ingin memotret sakura dengan latar bangunan bersejarah, perhatikan arah datangnya cahaya agar detail arsitektur tetap terlihat.

Jangan menyentuh atau menarik ranting sakura

Kelopak sakura memang terlihat indah dari dekat, tetapi jangan menarik ranting atau menggoyangkan pohon hanya untuk membuat bunga berguguran saat difoto.

Tindakan tersebut dapat merusak pohon dan mengganggu pengunjung lain.

Gunakan sudut pengambilan gambar yang tepat atau lensa dengan jarak fokus sesuai kebutuhan tanpa menyentuh tanaman.

Ikuti aturan piknik di setiap taman

Beberapa taman memperbolehkan aktivitas piknik pada area tertentu, sementara taman lainnya memiliki pembatasan mengenai makanan, minuman beralkohol, penggunaan alas duduk, atau waktu kunjungan.

Jangan menganggap semua lokasi hanami memiliki aturan yang sama.

Pastikan tidak menghalangi jalur pedestrian dan selalu membawa kembali sampah apabila fasilitas pembuangan tidak tersedia.

Hindari menghalangi jalan warga

Beberapa spot sakura berada di kawasan pemukiman, jalan umum, atau jalur yang digunakan penduduk sehari-hari.

Ketika mengambil foto, jangan berhenti di tengah jalan, memasuki properti pribadi, atau menggunakan tripod pada lokasi yang melarangnya.

Kyoto khususnya memiliki beberapa kawasan wisata yang sangat padat. Menghormati ruang warga lokal merupakan bagian penting dari perjalanan yang bertanggung jawab.

7. Strategi Menentukan Jadwal Liburan Sakura Berikutnya

Data sakura 2026 dapat digunakan sebagai referensi, tetapi bukan jaminan bahwa bunga akan mekar pada tanggal yang sama di tahun berikutnya.

Jika sedang merencanakan perjalanan musim semi mendatang, gunakan beberapa strategi berikut.

Pilih rentang tanggal, bukan satu hari tertentu

Daripada menargetkan satu tanggal full bloom, sebaiknya sediakan beberapa hari di kota tujuan.

Dengan begitu, kamu memiliki kesempatan mengubah urutan itinerary jika cuaca kurang mendukung atau kondisi bunga belum sesuai harapan.

Gabungkan spot dengan waktu berbunga berbeda

Di Tokyo dan Kyoto, beberapa varietas sakura berbunga lebih awal atau lebih lambat daripada Somei Yoshino.

Memilih beberapa taman dengan karakter pohon berbeda dapat memperbesar peluang menemukan sakura selama perjalanan.

Periksa prakiraan terbaru menjelang keberangkatan

Japan Meteorological Corporation, Japan Weather Association, dan Japan Meteorological Agency menyediakan informasi terkait musim sakura dengan fungsi yang berbeda.

Gunakan prakiraan musiman untuk perencanaan awal, lalu periksa pembaruan kondisi bunga mendekati tanggal perjalanan.

Informasi resmi destinasi juga dapat diperiksa melalui Japan National Tourism Organization.

Pesan hotel lebih awal, tetapi tetap perhatikan fleksibilitas

Musim sakura merupakan salah satu periode wisata populer di Jepang. Permintaan hotel di Tokyo, Kyoto, dan Osaka dapat meningkat, terutama pada akhir Maret hingga awal April.

Jika memungkinkan, pilih akomodasi dengan ketentuan perubahan atau pembatalan yang sesuai kebutuhan.

Untuk keluarga, lokasi hotel dekat stasiun sering lebih penting daripada sekadar memilih tarif paling murah.

8. FAQ: Pertanyaan Seputar Sakura Jepang 2026

Kapan sakura Jepang 2026 mencapai puncak mekar?

Berdasarkan data Japan Meteorological Agency, full bloom sakura tercatat pada 28 Maret di Tokyo, 30 Maret di Kyoto, 3 April di Osaka, dan 24 April di Sapporo. Tanggal tersebut merupakan hasil pengamatan 2026, bukan prakiraan untuk tahun berikutnya.

Di mana tempat terbaik melihat sakura di Tokyo?

Beberapa pilihan populer adalah Ueno Park, Meguro River, Shinjuku Gyoen, dan Chidorigafuchi. Setiap lokasi memiliki karakter berbeda, mulai dari piknik taman hingga pemandangan kanal dan suasana kota.

Lebih bagus melihat sakura di Tokyo atau Kyoto?

Tokyo unggul dari segi kemudahan transportasi dan pilihan taman kota. Kyoto menawarkan kombinasi sakura dengan kuil, kanal, dan arsitektur tradisional. Pilihan terbaik bergantung pada pengalaman yang ingin dicari.

Apakah masih bisa melihat sakura Jepang pada akhir April?

Masih memungkinkan di sejumlah wilayah, terutama Jepang bagian utara atau kawasan yang memiliki varietas berbunga lebih lambat. Namun, waktu terbaik berbeda setiap tahun sehingga kondisi aktual perlu diperiksa.

Apakah semua tempat hanami gratis?

Tidak. Banyak taman dan jalur publik dapat dikunjungi tanpa biaya, tetapi beberapa taman khusus, kebun, menara observasi, atau atraksi tambahan menerapkan tiket masuk.

Berapa lama bunga sakura bertahan setelah full bloom?

Kondisi bunga sangat dipengaruhi suhu, hujan, dan angin. Puncak keindahan biasanya relatif singkat, dan kelopak dapat mulai berguguran dalam beberapa hari setelah full bloom.

Rencanakan Liburan Sakura Jepang dengan Lebih Fleksibel

Melihat sakura di Jepang adalah pengalaman yang istimewa, tetapi perjalanan yang menyenangkan tidak harus bergantung pada satu tanggal atau satu spot yang sedang viral.

Tokyo menawarkan kemudahan akses, Kyoto menghadirkan suasana tradisional, Osaka cocok untuk kombinasi wisata kota dan taman, sementara Hokkaido membuka kesempatan menikmati sakura pada periode yang lebih akhir.

Dengan memilih rute yang sesuai, memperhatikan kondisi cuaca, dan menyisakan waktu untuk menikmati setiap tempat, perjalanan musim semi bisa terasa jauh lebih berkesan.

Jika ingin menjelajahi Jepang dengan itinerary yang lebih personal, private trip dapat menjadi pilihan untuk menyesuaikan destinasi, hotel, transportasi, dan ritme perjalanan bersama keluarga atau pasangan.

Temukan inspirasi perjalanan Jepang lainnya melalui Instagram Howliday dan YouTube Howliday.

Karena menikmati sakura bukan tentang mengejar sebanyak mungkin tempat, tetapi menemukan momen yang tepat untuk menikmati keindahannya.