Jirisan National Park: Panduan Hiking Gunung Tertinggi di Daratan Korea Selatan

Mengenal Jirisan National Park
Jirisan National Park adalah salah satu destinasi alam paling menarik di Korea Selatan, terutama bagi traveler yang ingin melihat sisi Korea yang jauh dari hiruk-pikuk Seoul. Kawasan ini membentang luas di bagian selatan Semenanjung Korea dan terkenal dengan pegunungan, valley, air terjun, hutan, kuil, serta jalur hiking yang sangat beragam.
Jirisan memiliki posisi penting dalam sejarah taman nasional Korea. Kawasan ini ditetapkan sebagai taman nasional pertama Korea Selatan pada 29 Desember 1967. Saat ini, Jirisan National Park juga merupakan taman nasional daratan terluas di Korea Selatan, membentang di wilayah Gyeongsangnam-do, Jeollanam-do, dan Jeollabuk-do.
Di dalam kawasan tersebut terdapat sejumlah puncak terkenal seperti Cheonwangbong, Banyabong, dan Nogodan. Cheonwangbong memiliki ketinggian sekitar 1.915 meter dan merupakan puncak tertinggi di daratan Korea Selatan. Jika Hallasan di Jeju dihitung sebagai keseluruhan wilayah Korea Selatan, Hallasan tetap lebih tinggi. Namun, untuk daratan utama Korea Selatan, Cheonwangbong adalah titik tertingginya.
Yang membuat Jirisan berbeda dari destinasi hiking lain adalah skalanya. Ini bukan gunung dengan satu jalur utama yang bisa diselesaikan dalam beberapa jam. Jirisan memiliki jaringan trail yang sangat luas, mulai dari jalur pendek menuju Nogodan hingga perjalanan lintas punggungan yang dapat membutuhkan beberapa hari.
Karena itu, Jirisan bisa dinikmati oleh beberapa tipe traveler. Ada jalur yang relatif ramah untuk wisatawan yang baru ingin mencoba hiking, tetapi ada pula rute serius menuju Cheonwangbong yang membutuhkan stamina, persiapan, serta perencanaan waktu yang matang.
Jirisan juga berubah karakter mengikuti musim. Spring membawa bunga dan vegetasi baru, summer membuat hutan menjadi sangat hijau, autumn menghadirkan foliage merah dan kuning, sedangkan winter mengubah area pegunungan menjadi lanskap bersalju dan penuh es. :contentReference[oaicite:4]{index=4}
Kenapa Jirisan Berbeda dari Seoraksan?
Seoraksan memang lebih sering muncul dalam itinerary wisatawan Indonesia, terutama karena lokasinya relatif dekat dengan Sokcho dan sangat populer saat autumn. Jirisan berada lebih jauh di bagian selatan Korea dan membutuhkan perencanaan transportasi yang berbeda.
Namun, karakter keduanya juga berbeda. Seoraksan terkenal dengan formasi batuan yang dramatis dan jalur-jalur populer untuk day trip maupun hiking. Jirisan terasa lebih luas dan lebih cocok untuk traveler yang memang ingin menjadikan pegunungan sebagai bagian utama perjalanan.
Jika ingin membandingkan pengalaman hiking dua taman nasional ini, kamu bisa membaca panduan hiking Seoraksan sebelum menentukan rute.
Jirisan dan Ekosistemnya
Jirisan bukan hanya tentang hiking. Kawasan ini juga merupakan habitat berbagai flora dan fauna, termasuk Asiatic black bear yang menjadi salah satu spesies penting dalam program konservasi di kawasan tersebut.
Valley dan sungai menjadi bagian penting dari lanskap Jirisan. Chilseon Valley, misalnya, memiliki rangkaian air terjun dan kolam alami, tetapi juga dikenal sebagai jalur dengan medan yang sangat berat. Pengunjung yang ingin memasuki rute tertentu diwajibkan melakukan reservasi dan mengikuti ketentuan akses yang ditetapkan pengelola.
Inilah alasan kenapa Jirisan sebaiknya tidak diperlakukan seperti destinasi sightseeing biasa. Sebelum berangkat, kondisi trail dan pembatasan akses perlu diperiksa terlebih dahulu.
Trail Hiking Populer untuk Berbagai Level
Salah satu keunggulan Jirisan National Park adalah banyaknya pilihan trail. Jadi, kamu tidak harus langsung mendaki Cheonwangbong hanya karena sudah datang jauh-jauh ke Jirisan.
Pilihan trail sebaiknya disesuaikan dengan pengalaman hiking, waktu yang tersedia, kondisi cuaca, serta tujuan perjalanan.
1. Nogodan Peak Trail — pilihan untuk hiking lebih ringan
Nogodan merupakan salah satu dari tiga puncak utama Jirisan bersama Cheonwangbong dan Banyabong. Jalur menuju Nogodan dikenal sebagai salah satu pilihan yang lebih mudah untuk menikmati lanskap Jirisan tanpa harus melakukan pendakian panjang menuju puncak tertinggi.
Area Nogodan dapat diakses dari sisi Gurye melalui Seongsamjae Pass. Dari kawasan ini, perjalanan menuju Nogodan memberikan pemandangan pegunungan tanpa tuntutan fisik seperti summit hike Cheonwangbong.
Jalur ini cocok untuk traveler yang ingin merasakan suasana Jirisan tetapi tidak memiliki waktu atau stamina untuk perjalanan multi-day.
Namun, “lebih mudah” bukan berarti bebas persiapan. Tetap gunakan sepatu yang nyaman dan periksa informasi jalur sebelum berangkat karena beberapa area dapat ditutup ketika cuaca tidak mendukung atau saat ada pembatasan terkait keselamatan dan kebakaran hutan.
2. Jungsanri–Cheonwangbong Trail — untuk summit hike
Jika targetnya memang Cheonwangbong, salah satu rute yang dapat dipertimbangkan adalah jalur dari Jungsanri.
Panduan hiking resmi Korea Tourism Organization mencatat rute Jungsanri Info Center menuju Cheonwangbong memiliki panjang sekitar 5,4 kilometer sekali jalan dengan estimasi sekitar empat jam. Angka tersebut tentu dapat berbeda tergantung kondisi fisik, cuaca, kecepatan berjalan, serta kondisi trail.
Rute ini jauh lebih serius daripada walking trail biasa. Elevasi meningkat secara signifikan dan sebagian jalurnya berbatu atau memiliki tangga.
Karena itu, summit hike sebaiknya dimulai sedini mungkin sesuai jadwal akses yang berlaku. Jangan berangkat siang hanya karena ingin mengejar foto sunset di puncak. Waktu turun juga harus dihitung sejak awal.
3. Ridge Crossing / Jirisan Jongju
Untuk experienced hiker, ada pilihan perjalanan lintas punggungan Jirisan atau yang dikenal sebagai Jongju.
Rute ini bukan sekadar hiking sehari. Panduan VisitKorea mencatat panjangnya sekitar 35,3 kilometer untuk perjalanan tiga hari. Jalur seperti ini membutuhkan perencanaan shelter, makanan, perlengkapan, dan kondisi fisik yang jauh lebih serius.
Jangan memasukkan ridge crossing ke itinerary Korea biasa hanya karena ingin “merasakan Jirisan”. Rute ini lebih tepat untuk traveler yang memang datang dengan tujuan hiking.
4. Baekmudong dan Valley Trail
Sisi Baekmudong memberikan akses ke beberapa jalur lembah dan pegunungan Jirisan. Area ini juga menjadi salah satu pintu masuk yang populer bagi pendaki yang ingin menjelajahi sisi utara taman nasional.
Salah satu daya tariknya adalah suasana hutan yang lebih terasa dibandingkan kawasan sightseeing. Pada summer, area valley memberikan udara yang relatif sejuk dan suara aliran air menjadi bagian dari perjalanan.
Sementara pada autumn, jalur hutan dapat berubah menjadi koridor foliage yang sangat fotogenik.
5. Chilseon Valley — bukan untuk hiking santai
Chilseon Valley adalah salah satu bagian paling terkenal sekaligus menantang di Jirisan. Valley ini membentang sekitar 16 kilometer dan memiliki tujuh air terjun serta puluhan kolam.
Namun, keindahan tersebut datang bersama medan yang berat. Informasi resmi VisitKorea menyebut area ini memiliki topografi yang sangat sulit dan beberapa akses membutuhkan reservasi serta hiking bersama guide.
Pada periode tertentu, akses Chilseon Valley juga dibatasi. Informasi saat ini mencantumkan periode akses gunung 1 Mei–30 Juni dan 1 September–31 Oktober untuk program tertentu, dengan reservasi online sebelumnya.
Jadi, jika ingin memasukkan Chilseon Valley ke itinerary, jangan mengandalkan informasi lama dari blog atau video. Periksa jadwal dan sistem reservasi resmi sebelum keberangkatan.
Cheonwangbong: Puncak Tertinggi Jirisan
Nama Cheonwangbong berarti puncak yang memiliki posisi sangat penting dalam lanskap Jirisan. Dengan ketinggian sekitar 1.915 meter, puncak ini menjadi titik tertinggi di daratan Korea Selatan.
Begitu sampai di summit, pemandangannya sangat berbeda dari kawasan Seoul. Yang terlihat bukan gedung atau jalan raya, tetapi rangkaian punggungan gunung yang membentang sejauh mata memandang.
Salah satu pengalaman yang paling terkenal adalah sunrise dari Cheonwangbong. Pemandangan matahari terbit dari atas puncak, terutama ketika lautan awan terbentuk di bawahnya, menjadi salah satu panorama yang sering diasosiasikan dengan Jirisan.
Namun, mengejar sunrise berarti memulai pendakian dalam kondisi gelap atau sangat pagi. Ini membutuhkan persiapan yang lebih serius dibanding hiking siang hari.
Pastikan headlamp tersedia, baterai cukup, pakaian hangat sesuai musim, serta jalur dan waktu akses sudah diketahui.
Jangan pula menganggap ketinggian 1.915 meter sebagai angka yang “tidak terlalu tinggi”. Kesulitan hiking ditentukan bukan hanya oleh ketinggian puncak, tetapi juga total elevasi yang harus didaki, panjang rute, cuaca, serta kondisi trail.
Apakah harus mencapai Cheonwangbong?
Tidak.
Ini mungkin hal paling penting untuk dipahami first timer. Datang ke Jirisan tidak otomatis berarti harus summit.
Jika tujuanmu adalah menikmati lanskap, hiking ringan menuju Nogodan atau trail valley dapat memberikan pengalaman yang jauh lebih realistis. Summit hike sebaiknya dilakukan ketika kemampuan fisik, waktu, dan perlengkapan memang mendukung.
Jirisan memiliki banyak cara untuk dinikmati. Puncak hanyalah salah satunya.
Penginapan dan Shelter di Sepanjang Jalur
Jika ingin melakukan hiking lebih dari satu hari, Jirisan memiliki sistem shelter yang memungkinkan pendaki menginap di dalam kawasan taman nasional.
Korea National Park Service saat ini mencantumkan beberapa shelter Jirisan, antara lain Jangteomok, Seseok, Byeoksoryeong, Rotari, Chibanmok, Nogodan, dan Yeonhacheon. Kapasitasnya berbeda-beda dan pemesanan dilakukan melalui sistem reservasi resmi.
Contohnya, Seseok Shelter memiliki kapasitas reservasi 175 orang, Jangteomok 120 orang, Yeonhacheon 66 orang, dan Nogodan 36 orang berdasarkan informasi reservasi resmi saat ini.
Shelter bukan hotel gunung. Fasilitasnya jauh lebih sederhana dan penggunaannya ditujukan untuk pendaki yang sedang melakukan perjalanan trail.
Karena kapasitas terbatas, jangan menganggap bisa datang lalu mendapatkan tempat tidur secara spontan.
Contoh harga shelter
Harga berbeda berdasarkan shelter dan periode. Sebagai contoh, informasi resmi Korea National Park Service saat ini mencantumkan tarif Seseok Shelter sebesar 20.000 KRW pada weekday/off-peak dan 30.000 KRW pada weekend/peak season.
Peak season yang tercantum untuk Seseok mencakup 1 Juli–31 Agustus dan 1 Oktober–15 November.
Karena kebijakan dapat berubah, selalu cek harga dan ketersediaan pada sistem reservasi resmi sebelum menyusun itinerary.
Alternatif menginap di luar taman nasional
Untuk traveler yang tidak ingin tidur di shelter, pilihan yang lebih nyaman adalah menginap di kota atau desa sekitar Jirisan.
Beberapa kawasan yang bisa dipertimbangkan antara lain Sancheong, Gurye, Namwon, atau Hamyang, tergantung trail yang dipilih.
Jangan memilih hotel hanya berdasarkan harga. Jirisan sangat luas, sehingga penginapan yang berada di sisi berbeda dapat membuat perjalanan menuju trailhead memakan waktu cukup lama.
Jika perjalanan dibuat untuk private trip, pemilihan penginapan sebaiknya mengikuti trailhead terlebih dahulu, bukan sebaliknya.
Musim Terbaik untuk Mendaki Jirisan
Jirisan dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi pengalaman hiking akan sangat berbeda berdasarkan musim.
Spring: udara sejuk dan vegetasi mulai hidup
Spring merupakan periode yang menarik untuk hiking karena temperatur mulai nyaman dan vegetasi kembali hijau. Beberapa area Jirisan juga terkenal dengan bunga dan pemandangan lembah yang mulai berubah setelah winter.
Namun, cuaca gunung tetap bisa berubah cepat. Jangan hanya berpatokan pada temperatur di Seoul.
Summer: hijau dan valley lebih hidup
Summer menghadirkan hutan yang sangat hijau dan aliran air yang menarik di sejumlah valley.
Namun, panas dan kelembapan dapat membuat hiking jauh lebih melelahkan. Hujan deras juga bisa memengaruhi kondisi trail dan sungai.
Autumn: salah satu periode paling menarik
Autumn adalah periode yang sangat menarik untuk Jirisan. Pepohonan berubah menjadi merah, kuning, dan oranye, sementara udara mulai lebih dingin dan nyaman untuk aktivitas outdoor.
Karena kawasan pegunungan berada pada elevasi berbeda, perubahan warna tidak terjadi serentak. Area yang lebih tinggi biasanya berubah lebih awal dibandingkan area yang lebih rendah.
Jika kamu merencanakan perjalanan Korea pada autumn, Jirisan bisa menjadi alternatif dari Seoraksan, terutama jika ingin pengalaman pegunungan yang lebih jauh dari rute wisata mainstream.
Untuk referensi penyusunan perjalanan autumn secara keseluruhan, kamu bisa melihat itinerary musim gugur Korea 7 hari.
Winter: indah tetapi membutuhkan persiapan ekstra
Winter mengubah Jirisan menjadi lanskap yang jauh lebih keras. Salju dan es dapat muncul di jalur dengan elevasi tinggi, sehingga perlengkapan dan pengalaman hiking musim dingin menjadi sangat penting.
Untuk first timer dari Indonesia yang tidak terbiasa dengan hiking di bawah suhu rendah, winter summit sebaiknya tidak dilakukan tanpa persiapan dan pendampingan yang sesuai.
Persiapan dan Perlengkapan yang Dibutuhkan
Peralatan hiking Jirisan sebaiknya disesuaikan dengan trail. Untuk walking trail ringan, perlengkapan sederhana mungkin sudah cukup. Untuk summit atau multi-day hike, kebutuhannya jauh lebih banyak.
Untuk hiking ringan
- Walking shoes atau trail shoes dengan grip baik.
- Air minum.
- Snack.
- Jaket ringan.
- Rain jacket.
- Power bank.
- Obat pribadi.
- Handphone dengan baterai cukup.
Untuk summit hike
- Sepatu hiking dengan grip yang baik.
- Layer pakaian sesuai temperatur.
- Rain jacket atau windbreaker.
- Headlamp jika memulai sangat pagi.
- Air dan makanan yang cukup.
- Trekking pole jika diperlukan.
- Emergency blanket untuk kondisi tertentu.
- Offline map.
- First aid kit.
Untuk multi-day hike
- Backpack hiking dengan kapasitas sesuai durasi.
- Sleeping gear sesuai aturan shelter.
- Pakaian cadangan.
- Perlengkapan makan sesuai fasilitas yang tersedia.
- Power bank tambahan.
- Headlamp.
- First aid kit.
- Dokumen reservasi shelter.
Jangan membawa perlengkapan terlalu banyak hanya karena takut kekurangan. Backpack yang terlalu berat justru akan meningkatkan beban selama pendakian.
Transportasi Menuju Jirisan
Jirisan tidak memiliki satu pintu masuk utama. Karena taman nasional membentang sangat luas, akses terbaik tergantung trail yang ingin dilakukan.
Sisi Sancheong dapat digunakan untuk akses menuju kawasan Jungsanri dan Cheonwangbong.
Sisi Gurye cocok untuk kawasan Hwaeomsa dan akses menuju Nogodan.
Sisi Namwon memberikan akses ke bagian utara Jirisan, termasuk Baemsagol dan area visitor center.
Sisi Hamyang juga memiliki akses menuju berbagai valley dan trail, termasuk kawasan Baekmudong.
Karena lokasi trailhead tersebar, menggunakan transportasi umum membutuhkan perencanaan lebih detail dibandingkan itinerary Seoul.
Untuk traveler yang mengutamakan kenyamanan, private vehicle dapat menjadi opsi yang lebih praktis, terutama jika bepergian bersama keluarga atau grup kecil. Kendaraan dapat digunakan untuk mencapai trailhead yang berbeda tanpa harus menyesuaikan seluruh itinerary dengan jadwal bus.
Namun, kendaraan pribadi atau private car tidak berarti bisa berhenti di sembarang lokasi. Tetap gunakan parking area resmi dan ikuti aturan taman nasional.
Jirisan untuk Traveler Indonesia: Worth It atau Tidak?
Jawabannya sangat bergantung pada tipe perjalanan.
Jika ini adalah perjalanan pertama ke Korea dan waktunya hanya lima hari, Jirisan mungkin terlalu jauh untuk dimasukkan hanya sebagai satu destinasi tambahan.
Namun, jika kamu sudah pernah ke Seoul dan ingin melihat sisi Korea yang lebih natural, Jirisan menjadi pilihan yang menarik.
Jirisan juga cocok untuk traveler yang memang menyukai hiking. Dibandingkan sekadar mengunjungi viewpoint, perjalanan di sini memberi pengalaman yang lebih mendalam karena trail menjadi bagian utama perjalanan.
Untuk family trip, pilih jalur yang lebih ringan dan pertimbangkan menginap di area sekitar taman nasional daripada memaksakan summit.
Untuk couple, kombinasi Jirisan dengan countryside, hanok stay, atau area pedesaan di sekitarnya dapat menghasilkan perjalanan yang lebih santai.
Untuk experienced hiker, pilihan trail menjadi jauh lebih luas, termasuk summit dan multi-day ridge crossing.
Konsep ini juga cocok dengan itinerary Korea yang tidak terlalu urban. Jika ingin melihat contoh perjalanan dengan ritme lebih santai, baca itinerary Korea Selatan bernuansa alam dan countryside.
Tips Penting Sebelum Berangkat
1. Tentukan trail sebelum menentukan hotel
Jangan lakukan sebaliknya. Jirisan terlalu luas untuk diperlakukan seperti satu attraction. Tentukan terlebih dahulu apakah targetnya Nogodan, Cheonwangbong, Baekmudong, atau trail lainnya.
2. Cek status jalur pada hari keberangkatan
Beberapa jalur dapat ditutup karena cuaca buruk, keselamatan, atau risiko kebakaran hutan. Informasi resmi menyebutkan bahwa sebagian area Jirisan dapat mengalami penutupan berdasarkan kondisi tersebut.
3. Jangan mengejar target summit jika cuaca buruk
Gunung tidak akan ke mana-mana. Kalau kondisi tidak aman, lebih baik mengubah rute daripada memaksakan summit.
4. Jangan mengandalkan foto media sosial
Foto Jirisan saat autumn atau sunrise sering terlihat sangat dramatis. Namun, pengalaman nyata juga melibatkan tanjakan, cuaca dingin, jalur berbatu, dan waktu berjalan berjam-jam.
5. Siapkan itinerary cadangan
Untuk perjalanan private, ini justru menjadi salah satu keuntungan utama. Jika kondisi gunung tidak memungkinkan, itinerary bisa diganti dengan temple, countryside, valley yang lebih mudah, atau destinasi lain di sekitar wilayah Jirisan.
FAQ Jirisan National Park
Apakah Jirisan National Park adalah gunung tertinggi di Korea Selatan?
Jirisan memiliki puncak Cheonwangbong setinggi sekitar 1.915 meter dan merupakan gunung tertinggi di daratan Korea Selatan. Jika seluruh wilayah Korea Selatan termasuk Pulau Jeju dihitung, Hallasan memiliki elevasi yang lebih tinggi.
Berapa tinggi Cheonwangbong?
Cheonwangbong memiliki ketinggian sekitar 1.915 meter di atas permukaan laut. Puncak ini merupakan titik tertinggi Jirisan dan daratan Korea Selatan.
Apakah pemula bisa hiking di Jirisan?
Bisa, tetapi trail harus dipilih dengan tepat. Jirisan memiliki jalur yang relatif lebih ringan seperti area Nogodan, sementara rute menuju Cheonwangbong dan ridge crossing membutuhkan stamina serta persiapan lebih serius.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendaki Cheonwangbong?
Durasi tergantung trailhead. Sebagai contoh, jalur Jungsanri Info Center menuju Cheonwangbong tercatat sekitar 5,4 km sekali jalan dengan estimasi sekitar empat jam. Waktu aktual dapat berbeda berdasarkan kondisi fisik, cuaca, dan kondisi jalur.
Apakah bisa menginap di Jirisan National Park?
Bisa. Korea National Park Service menyediakan sejumlah shelter seperti Jangteomok, Seseok, Byeoksoryeong, Chibanmok, Nogodan, dan Yeonhacheon. Kapasitas terbatas sehingga reservasi perlu dilakukan melalui sistem resmi.
Apakah shelter Jirisan seperti hotel?
Tidak. Shelter merupakan fasilitas sederhana untuk pendaki yang melakukan perjalanan trail. Jangan mengharapkan fasilitas seperti hotel. Persiapkan perlengkapan sesuai ketentuan shelter yang dipilih.
Kapan waktu terbaik untuk hiking Jirisan?
Spring dan autumn umumnya menarik untuk hiking karena temperatur lebih nyaman. Autumn memiliki tambahan daya tarik berupa foliage, sedangkan winter membutuhkan persiapan khusus karena kondisi salju dan es dapat muncul di area pegunungan.
Apakah Jirisan cocok untuk itinerary Korea 5 hari?
Untuk first timer, Jirisan cukup jauh jika hanya dimasukkan sebagai satu stop tambahan. Jirisan lebih cocok jika perjalanan memang memiliki tema nature, hiking, atau countryside, atau jika wisatawan sudah pernah mengeksplorasi destinasi mainstream Korea.
Apakah perlu guide untuk hiking Jirisan?
Tidak semua trail membutuhkan guide, tetapi beberapa rute tertentu memiliki aturan khusus. Chilseon Valley, misalnya, memiliki ketentuan reservasi dan pendampingan untuk akses tertentu. Selalu cek aturan trail yang dipilih sebelum berangkat.
Kesimpulan
Jirisan National Park adalah destinasi yang menunjukkan bahwa Korea Selatan punya sisi alam yang jauh lebih luas daripada yang biasanya terlihat dalam itinerary Seoul.
Di sini, pengalaman bukan hanya tentang mencapai sebuah landmark. Perjalanan menuju puncak, melewati hutan, mendengar aliran sungai, melihat valley dari ketinggian, hingga berhenti di shelter menjadi bagian dari cerita perjalanan.
Cheonwangbong memang menjadi magnet utama karena merupakan titik tertinggi di daratan Korea Selatan. Namun, tidak semua orang harus mencapai puncak tersebut.
Untuk traveler yang baru mengenal hiking, Nogodan dapat menjadi pengenalan yang lebih realistis. Untuk yang sudah terbiasa, Jungsanri–Cheonwangbong menawarkan tantangan yang lebih serius. Sementara itu, experienced hiker dapat mempertimbangkan perjalanan lintas punggungan atau multi-day route.
Yang paling penting adalah menyesuaikan trail dengan kemampuan, bukan menyesuaikan kemampuan dengan ambisi itinerary.
Jirisan juga menjadi pilihan menarik untuk perjalanan Korea bertema alam dan countryside. Jika kamu sudah pernah mengunjungi Seoul, Busan, Nami Island, atau destinasi mainstream lainnya, kawasan ini dapat memberikan pengalaman yang terasa jauh berbeda.
Sebelum berangkat, selalu cek kondisi trail, cuaca, aturan akses, dan ketersediaan shelter melalui sumber resmi. Jirisan adalah kawasan pegunungan yang luas, sehingga perencanaan bukan sekadar membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi juga bagian dari keselamatan.
Untuk inspirasi perjalanan Korea lainnya, termasuk itinerary berbasis alam, hiking, dan seasonal travel, kunjungi Instagram Howliday atau temukan lebih banyak inspirasi perjalanan melalui YouTube Howliday.
Sumber informasi: VISITKOREA, Korea National Park Service, dan Korea National Park Service Reservation.