Itinerary Korea Selatan dan Jepang 10 Hari untuk Satu Perjalanan

itinerary korea jepang

Dua Negara dalam Satu Trip, Apakah Terlalu Padat?

Itinerary Korea Jepang bisa menjadi pilihan menarik untuk traveler Indonesia yang ingin menggabungkan dua destinasi Asia Timur dalam satu perjalanan panjang. Daripada pulang ke Indonesia setelah menjelajahi Korea lalu kembali terbang ke Jepang pada kesempatan berbeda, perjalanan bisa diteruskan langsung dari Seoul menuju Tokyo atau kota Jepang lainnya.

Secara geografis, konsepnya masuk akal. Korea Selatan dan Jepang memiliki banyak koneksi penerbangan langsung. Narita International Airport, misalnya, mencantumkan Seoul/Incheon, Busan, Jeju, Daegu, dan Cheongju dalam jaringan rute Korea pada 2026. Untuk rute Seoul–Tokyo sendiri, pilihan penerbangan juga cukup beragam.

Tetapi ada satu hal yang perlu diluruskan: 10 hari bukan durasi yang panjang jika ingin mengeksplorasi dua negara. Kalau itinerary terlalu ambisius, perjalanan justru akan terasa seperti check-out hotel, pergi ke bandara, naik kereta, lalu check-in lagi.

Karena itu, itinerary ini membagi perjalanan menjadi lima hari pertama di Korea Selatan dan lima hari berikutnya di Jepang. Korea dibuat berbasis di Seoul agar tidak terlalu sering berpindah hotel. Di Jepang, perjalanan dimulai dari Tokyo kemudian bergerak menuju Kyoto dan Osaka.

Jika ingin melihat versi Korea yang lebih detail sebelum menggabungkannya dengan Jepang, gunakan itinerary Seoul 5 hari sebagai referensi tambahan.

Seoul sebagai kota pertama dalam itinerary Korea Jepang

1. Kenapa Kombinasi Korea dan Jepang Populer?

Korea Selatan dan Jepang menawarkan pengalaman yang cukup berbeda meskipun berada dalam kawasan Asia Timur yang sama. Dalam satu perjalanan, traveler bisa menikmati palace, hanok, K-beauty, café culture, dan kawasan trend seperti Seongsu di Korea, kemudian berpindah ke temple, shrine, shinkansen, neighbourhood Tokyo, serta kuliner Jepang.

Kombinasi ini juga menarik dari sisi penerbangan. Narita International Airport mencatat jaringan penerbangan menuju berbagai kota Korea, termasuk Seoul, Busan, dan Jeju. Pada 20 September 2026, Peach juga membuka penerbangan harian Narita–Seoul/Incheon, menambah pilihan pada koridor Tokyo–Seoul.

Artinya, traveler tidak harus kembali ke Indonesia untuk berpindah negara. Tiket internasional bisa dicari dalam format multi-city, misalnya Jakarta → Seoul lalu Osaka → Jakarta, sedangkan penerbangan Seoul → Tokyo dibeli sebagai tiket terpisah atau menjadi bagian dari kombinasi itinerary penerbangan.

Strategi ini juga menghindari perjalanan kembali ke kota awal hanya untuk penerbangan pulang.

Siapa yang cocok dengan itinerary ini?

  • Traveler yang memiliki cuti sekitar 10–12 hari
  • Sudah nyaman dengan perjalanan mandiri
  • Ingin mengunjungi Korea dan Jepang dalam satu kali long-haul trip
  • Tidak keberatan berganti hotel beberapa kali
  • Lebih suka city trip, budaya, kuliner, dan shopping
  • Ingin memaksimalkan tiket pesawat internasional dengan rute multi-city

Untuk keluarga dengan anak kecil atau lansia, versi yang lebih santai sebaiknya hanya menggunakan dua base: Seoul dan Tokyo atau Seoul dan Osaka. Menambahkan Tokyo, Kyoto, dan Osaka sekaligus dalam lima hari Jepang cukup aktif.

2. Rute Penerbangan Antara Korea Selatan dan Jepang

Bagian terpenting dari itinerary Korea Jepang adalah memilih kota perpindahan yang sesuai dengan rute setelah mendarat.

Seoul ke Tokyo

Rute ini paling mudah dimasukkan jika Jepang akan dimulai dari Tokyo. Traveler dapat mencari penerbangan Incheon menuju Narita atau pilihan penerbangan lain di kawasan Seoul–Tokyo sesuai jadwal yang tersedia pada tanggal perjalanan.

Narita berada di luar pusat Tokyo, sehingga jangan hanya melihat durasi penerbangan. Tambahkan waktu perjalanan dari hotel Seoul ke bandara, proses check-in internasional, imigrasi, pengambilan bagasi, lalu perjalanan Narita menuju Tokyo.

Secara praktis, hari perpindahan Korea–Jepang akan memakan bagian cukup besar dari satu hari.

Seoul ke Osaka

Jika prioritas Jepang justru Kyoto dan Osaka, masuk melalui Kansai dapat lebih efisien daripada terbang ke Tokyo terlebih dahulu.

Contohnya, traveler bisa menggunakan urutan Seoul → Osaka/Kyoto → Tokyo dan pulang dari Tokyo. Urutan ini cocok jika menemukan tiket pulang Tokyo–Indonesia yang lebih menarik.

Pertimbangkan open-jaw flight

Jangan otomatis membeli tiket Jakarta–Seoul pulang-pergi lalu tiket Jepang terpisah. Bandingkan dengan tiket multi-city:

  • Indonesia → Seoul
  • Seoul → Tokyo atau Osaka
  • Tokyo atau Osaka → Indonesia

Harga belum tentu selalu lebih murah, tetapi rute seperti ini dapat menghemat satu penerbangan balik yang sebenarnya tidak diperlukan.

Perhatikan bagasi penerbangan antarnegera

Penerbangan Korea–Jepang cukup singkat sehingga low-cost carrier sering terlihat menarik. Namun cek harga setelah menambahkan checked baggage.

Traveler yang sudah lima hari shopping di Seoul mungkin membutuhkan bagasi lebih banyak dibanding saat berangkat dari Indonesia. Selisih tiket murah bisa berkurang setelah menambahkan bagasi, seat selection, dan biaya lainnya.

3. Hari 1–5: Eksplorasi Korea Selatan

Hari 1: Tiba di Seoul dan Myeongdong

Setelah mendarat di Incheon International Airport, lanjutkan menuju Seoul menggunakan AREX, airport limousine bus, taksi, atau private transfer.

Jangan menaruh terlalu banyak destinasi pada hari pertama. Check-in hotel, beristirahat, lalu gunakan sore untuk Myeongdong atau neighbourhood dekat hotel.

Myeongdong cocok untuk hari kedatangan karena traveler bisa sekaligus membeli kebutuhan perjalanan, mencoba makanan, melihat toko skincare, dan beradaptasi dengan kota tanpa harus mengejar jadwal wisata.

Hari 2: Gyeongbokgung, Bukchon, Insadong, dan Ikseondong

Hari kedua difokuskan pada sisi tradisional Seoul. Mulai dari Gyeongbokgung Palace kemudian lanjut ke Bukchon Hanok Village.

Setelah makan siang, eksplor Insadong dan lanjutkan ke Ikseondong menjelang sore. Keempat area ini relatif mudah digabungkan karena berada di kawasan yang berdekatan.

Strategi mengelompokkan destinasi seperti ini penting. Jangan memasukkan Gangnam di tengah hari kemudian kembali lagi ke Jongno pada malam hari.

Hari 3: Seongsu, Seoul Forest, dan Gangnam

Hari ketiga menunjukkan sisi Seoul yang lebih modern. Mulai dari Seongsu untuk café, pop-up store, fashion, dan lifestyle destination. Lanjutkan dengan Seoul Forest sebelum bergerak ke area Gangnam atau COEX.

Jika shopping menjadi prioritas utama, kurangi satu destinasi dan berikan waktu lebih banyak di Seongsu atau Gangnam. Itinerary dua negara sudah memiliki banyak perpindahan, jadi tidak perlu membuat setiap hari terlalu penuh.

Hari 4: Nami Island atau Day Trip dari Seoul

Gunakan hari keempat untuk keluar dari pusat Seoul. Nami Island merupakan pilihan populer, terutama ketika datang saat spring, autumn, atau winter.

Traveler yang ingin perjalanan lebih sederhana bisa mengikuti day tour. Jika nyaman menggunakan transportasi publik, perjalanan dapat dilakukan secara mandiri menuju Gapyeong.

Alternatifnya, pertahankan hari keempat di Seoul untuk Hongdae, Yeonnam, Jamsil, museum, atau shopping. Ini justru lebih masuk akal jika perjalanan dilakukan bersama anak atau orang tua.

Hari 5: Free Time Seoul dan Persiapan Pindah Negara

Jangan menjadikan hari terakhir Korea sebagai hari paling sibuk. Gunakan untuk destinasi yang belum sempat dikunjungi, shopping, atau café hopping.

Malam hari, rapikan koper dan pisahkan dokumen Jepang agar mudah diakses keesokan paginya. Periksa kembali terminal penerbangan, batas bagasi, serta waktu perjalanan menuju bandara.

Untuk checklist dokumen, internet, transportasi, dan kebutuhan lainnya, baca juga persiapan liburan ke Korea Selatan.

Tokyo sebagai destinasi Jepang dalam itinerary Korea Jepang

4. Hari 6–10: Eksplorasi Jepang

Hari 6: Seoul ke Tokyo

Ambil penerbangan yang tidak terlalu malam agar masih memiliki waktu menuju hotel setelah mendarat di Jepang.

Setelah tiba di Narita atau bandara Tokyo lainnya, lanjutkan ke hotel dan buat hari pertama Jepang tetap ringan. Shibuya atau Shinjuku cocok untuk malam pertama karena suasana kota dapat dinikmati tanpa itinerary yang terlalu kompleks.

Hari ini jangan diperlakukan sebagai full sightseeing day. Walaupun durasi penerbangan Korea–Jepang relatif singkat, proses bandara dan perjalanan menuju pusat kota tetap memakan waktu.

Hari 7: Asakusa, Ueno, dan Shibuya

Mulai pagi dari Asakusa dan Senso-ji. Datang lebih awal jika ingin suasana yang tidak terlalu padat.

Setelah itu lanjut ke Ueno atau area lain di sisi timur Tokyo. Menjelang sore, bergerak menuju Shibuya untuk melihat kontras Tokyo modern.

Jika ingin observatory seperti Shibuya Sky, cek sistem reservasi dan jadwal terbaru sebelum perjalanan. Slot sunset pada destinasi populer dapat lebih cepat terisi.

Hari 8: Tokyo ke Kyoto

Check-out pagi dan lanjutkan menggunakan Tokaido Shinkansen menuju Kyoto. Perjalanan Tokyo–Kyoto memakan sebagian hari, sehingga jangan memasukkan terlalu banyak destinasi setelah tiba.

Setelah check-in, fokuskan sore pada Higashiyama, Kiyomizu-dera, Yasaka, atau Gion sesuai jam kedatangan.

Untuk rute Jepang yang lebih panjang dan alternatif destinasi di luar itinerary ini, lihat inspirasi itinerary Jepang.

Hari 9: Fushimi Inari, Kyoto, lalu Osaka

Datang lebih pagi ke Fushimi Inari Taisha jika ingin menghindari periode paling ramai. Setelah itu pilih satu kawasan Kyoto lainnya daripada mencoba mengunjungi seluruh kota.

Misalnya, lanjut ke Nishiki Market dan pusat Kyoto sebelum mengambil koper dan bergerak menuju Osaka pada sore hari.

Kyoto–Osaka relatif dekat, sehingga perpindahan ini jauh lebih ringan dibanding Tokyo–Kyoto.

Setelah check-in Osaka, habiskan malam di Dotonbori dan Shinsaibashi. Area ini paling menarik ketika lampu signage mulai menyala.

Kyoto sebagai bagian budaya dalam itinerary Korea Jepang

Hari 10: Osaka dan Kepulangan

Hari terakhir sangat bergantung pada jam penerbangan.

Jika penerbangan malam dari Kansai International Airport, pagi masih dapat digunakan untuk Osaka Castle, Umeda, Kuromon Market, atau shopping terakhir.

Namun jangan menyusun aktivitas dengan jadwal terlalu dekat dengan penerbangan internasional. Perhitungkan perjalanan menuju Kansai Airport, proses check-in, security, dan imigrasi.

Untuk penerbangan pagi, itinerary wisata sebaiknya dianggap selesai pada malam hari ke-9.

5. Tips Mengurus Visa dan Dokumen untuk Dua Negara

Inilah bagian yang membedakan itinerary Korea Jepang dengan perjalanan satu negara. Traveler harus memastikan persyaratan masuk Korea Selatan dan Jepang secara terpisah.

Dokumen Korea Selatan

Untuk WNI, jangan menganggap perjalanan wisata individu otomatis bebas visa. Persyaratan bergantung pada skema perjalanan dan jenis visa yang digunakan.

Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia mencantumkan kategori visa wisata C-3-9 beserta dokumen pendukung seperti dokumen pekerjaan atau pendidikan dan bukti keuangan sesuai kondisi pemohon.

Pada 2026 juga terdapat skema E-Group Visa untuk kelompok tertentu yang diajukan melalui authorized travel agent. Kedutaan Korea menyatakan pembebasan biaya tertentu untuk E-Group Visa diperpanjang sampai 31 Desember 2026. Skema grup ini tidak berarti seluruh wisatawan individu Indonesia otomatis bebas visa.

Dokumen Jepang

Jepang memiliki perlakuan berbeda berdasarkan paspor yang digunakan.

WNI pemegang IC passport atau e-paspor yang memenuhi ketentuan dapat menggunakan skema visa waiver setelah melakukan registrasi pra-keberangkatan. Konsulat Jenderal Jepang menyatakan registrasi daring tersedia melalui Japan Visa Exemption System atau JAVES.

Skema tersebut ditujukan untuk kunjungan singkat dan tetap membutuhkan registrasi yang berlaku sebelum perjalanan. Pemegang paspor yang tidak memenuhi skema bebas visa perlu menggunakan proses visa yang sesuai.

Karena kebijakan visa dapat berubah, cek kembali situs resmi Kedutaan Korea dan Kedutaan/Konsulat Jepang sebelum mengajukan. Jangan hanya mengandalkan informasi dari video lama di media sosial.

Jangan mengurus dua dokumen terlalu mepet

Jika kedua negara membutuhkan proses administratif, buat timeline dari jauh hari. Jangan mengasumsikan waktu proses selalu sama sepanjang tahun karena periode liburan dan volume aplikasi dapat memengaruhi jadwal.

Simpan dokumen perjalanan dalam folder terpisah:

  • Paspor
  • Visa atau bukti registrasi yang diperlukan
  • Tiket Indonesia–Korea
  • Tiket Korea–Jepang
  • Tiket Jepang–Indonesia
  • Reservasi hotel Korea
  • Reservasi hotel Jepang
  • Asuransi perjalanan
  • Itinerary dasar
  • Bukti keuangan atau dokumen lain jika diperlukan saat proses aplikasi

6. Estimasi Total Biaya Perjalanan Korea Jepang

Biaya sangat bergantung pada musim, maskapai, hotel, kurs, serta gaya perjalanan. Angka berikut sebaiknya digunakan sebagai kerangka budgeting, bukan harga paket pasti.

Penerbangan internasional dan Korea–Jepang

Untuk kombinasi Indonesia → Korea → Jepang → Indonesia, alokasikan sekitar Rp7.000.000–Rp13.000.000 per orang sebagai kerangka awal.

Peak season seperti cherry blossom, autumn foliage, libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru dapat membuat harga lebih tinggi.

Hotel 9 malam

Dengan hotel kelas menengah dan kamar dibagi dua orang, budget sekitar Rp4.500.000–Rp8.000.000 per orang masih menjadi kerangka yang cukup realistis.

Tokyo dan Kyoto pada tanggal populer dapat menaikkan rata-rata biaya hotel secara signifikan.

Transportasi

Untuk subway Seoul, airport transfer, transportasi lokal Tokyo, shinkansen Tokyo–Kyoto, serta perjalanan Kyoto–Osaka dan airport transfer, siapkan sekitar Rp2.500.000–Rp4.500.000 per orang.

Jangan otomatis membeli rail pass sebelum menghitung rute. Untuk itinerary yang hanya memiliki satu perjalanan shinkansen jarak jauh, tiket individual bisa lebih relevan dibanding pass tertentu.

Makan

Dengan kombinasi convenience store, casual restaurant, street food, café, dan beberapa pengalaman makan yang lebih khusus, siapkan sekitar Rp300.000–Rp600.000 per hari.

Untuk 10 hari, berarti kurang lebih Rp3.000.000–Rp6.000.000.

Tiket wisata dan aktivitas

Palace, observatory, museum, attraction, experience, atau theme park dapat membuat budget berbeda drastis. Siapkan sekitar Rp1.000.000–Rp3.000.000 jika tidak memasukkan theme park besar.

Visa, internet, asuransi, dan biaya tambahan

Komponen ini sering terlupakan. Biaya aktual bergantung pada jenis paspor, skema visa, provider internet, dan asuransi yang digunakan.

Buat buffer minimal Rp1.000.000–Rp2.500.000 di luar shopping untuk administrasi dan pengeluaran kecil yang tidak masuk kategori utama.

Total kasar

Untuk gaya perjalanan mid-range, budget sekitar Rp19.000.000–Rp37.000.000 per orang dapat digunakan sebagai kerangka awal untuk perjalanan 10 hari Korea–Jepang, belum termasuk shopping besar.

Traveler yang mendapatkan tiket promo dan menggunakan hostel dapat berada di bawah kisaran tersebut. Sebaliknya, hotel premium, private transport, restoran khusus, theme park, dan peak season dapat membawa total jauh lebih tinggi.

Perjalanan kereta Jepang sebagai bagian dari itinerary Korea Jepang

7. Tips agar Trip Dua Negara Tidak Terasa Melelahkan

Jangan terlalu banyak pindah kota di Korea

Lima hari Korea sebaiknya menggunakan Seoul sebagai base. Menambahkan Busan atau Jeju sebelum terbang ke Jepang akan meningkatkan jumlah check-out dan perpindahan secara signifikan.

Pilih penerbangan Korea–Jepang berdasarkan itinerary

Tokyo bukan satu-satunya pintu masuk Jepang. Jika fokus perjalanan adalah Kyoto dan Osaka, bandingkan penerbangan menuju Kansai.

Gunakan luggage forwarding bila diperlukan

Di Jepang, layanan pengiriman bagasi dapat membantu jika tidak ingin membawa koper besar di kereta. Pastikan memahami estimasi waktu pengiriman dan jangan memasukkan barang yang diperlukan segera.

Jangan samakan sistem navigasi kedua negara

Di Korea, Naver Map dan KakaoMap sangat berguna. Di Jepang, aplikasi navigasi dan peta lain dapat bekerja berbeda. Siapkan aplikasi sebelum berpindah negara agar tidak baru mengunduh semuanya setelah mendarat.

Sisakan ruang di koper

Ini terdengar sepele, tetapi trip Korea–Jepang berarti melewati dua negara dengan daya tarik shopping yang kuat. Jangan berangkat dengan koper sudah penuh.

FAQ Itinerary Korea Jepang

Apakah Korea dan Jepang bisa dikunjungi dalam 10 hari?

Bisa, tetapi itinerary harus dibatasi. Lima hari Seoul dan lima hari Jepang dengan Tokyo–Kyoto–Osaka sudah termasuk rute aktif. Untuk ritme lebih santai, pilih hanya Seoul dan satu atau dua kota Jepang.

Lebih baik Korea dulu atau Jepang dulu?

Keduanya bisa. Keputusan sebaiknya berdasarkan harga tiket internasional, jadwal penerbangan Korea–Jepang, musim, serta kota tempat pulang ke Indonesia. Rute open-jaw sering lebih efisien daripada kembali ke kota pertama.

Berapa lama penerbangan Korea ke Jepang?

Untuk Seoul–Tokyo atau Seoul–Osaka, waktu terbang relatif singkat dibanding penerbangan dari Indonesia. Namun traveler tetap perlu menghitung perjalanan menuju bandara, check-in, imigrasi, pengambilan bagasi, dan perjalanan menuju hotel sebagai bagian dari hari transit.

Apakah visa Korea bisa digunakan masuk Jepang?

Tidak. Korea Selatan dan Jepang memiliki sistem imigrasi terpisah. Traveler harus memenuhi persyaratan masuk masing-masing negara.

Apakah pemegang e-paspor Indonesia bebas visa Jepang?

WNI pemegang IC passport atau e-paspor yang memenuhi ketentuan dapat menggunakan skema visa waiver Jepang setelah melakukan registrasi pra-keberangkatan yang sesuai. Jangan mengartikan e-paspor sebagai otomatis bisa langsung berangkat tanpa proses registrasi.

Apakah perlu JR Pass untuk itinerary ini?

Tidak otomatis. Hitung terlebih dahulu harga perjalanan kereta yang benar-benar akan digunakan. Untuk rute singkat dengan hanya satu perjalanan shinkansen utama, membeli tiket individual dapat lebih masuk akal.

Berapa budget Korea Jepang 10 hari?

Untuk perjalanan mid-range, kerangka sekitar Rp19 juta–Rp37 juta per orang dapat digunakan sebagai titik awal sebelum shopping. Harga aktual sangat dipengaruhi tiket pesawat, musim, hotel, kurs, dan aktivitas.

Dua Negara Lebih Nikmat Kalau Rutenya Tidak Dipaksakan

Kunci itinerary Korea Jepang bukan memasukkan sebanyak mungkin kota ke dalam 10 hari. Justru perjalanan terasa lebih maksimal ketika setiap negara mendapat waktu yang cukup dan hari perpindahan dianggap sebagai bagian dari itinerary.

Lima hari pertama bisa digunakan untuk mengenal Seoul dari palace dan hanok hingga Seongsu dan day trip. Setelah itu, penerbangan menuju Jepang membuka karakter perjalanan yang benar-benar berbeda: Tokyo yang cepat, Kyoto yang lebih tradisional, dan Osaka yang hidup lewat kuliner serta suasana malamnya.

Jika punya 12–14 hari, tambahkan hari ekstra di Kyoto atau Tokyo daripada langsung menambahkan kota baru. Jika hanya punya delapan hari, kurangi satu kota Jepang agar perjalanan tidak terlalu melelahkan.

Dengan pemilihan penerbangan yang tepat, dokumen yang disiapkan sejak awal, dan itinerary yang tidak terlalu ambisius, Korea dan Jepang sangat mungkin dinikmati sebagai satu perjalanan yang terasa utuh, bukan dua liburan yang dipaksakan menjadi satu.

Untuk inspirasi perjalanan Korea dan Jepang serta ide itinerary yang bisa disesuaikan dengan ritme perjalananmu, ikuti Instagram Howliday dan lihat referensi perjalanan lainnya melalui YouTube Howliday.