Chimaek Culture di Korea Selatan: Tradisi Ayam Goreng, Bir, dan Nongkrong ala Seoul

Kenapa Chimaek Jadi Budaya Kuliner Ikonik Korea?
Chimaek culture Korea Selatan adalah salah satu budaya makan yang paling mudah dikenali oleh wisatawan pencinta K-food. Kata “chimaek” berasal dari gabungan “chikin” atau chicken dan “maekju” yang berarti bir. Sederhananya, chimaek adalah tradisi menikmati Korean fried chicken bersama bir, biasanya saat nongkrong malam, nonton pertandingan olahraga, piknik di tepi Sungai Han, atau kumpul santai bersama teman.
Namun, chimaek bukan hanya soal makanan dan minuman. Di Korea Selatan, chimaek punya nuansa sosial yang kuat. Ayam goreng Korea biasanya datang dalam porsi sharing, diletakkan di tengah meja, lalu dimakan bersama sambil ngobrol. Teksturnya renyah, sausnya beragam, dan suasananya casual. Inilah yang membuat chimaek terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari warga Korea.
Untuk traveler Indonesia, chimaek bisa dipahami sebagai pengalaman kuliner malam yang seru. Kakak bisa menikmatinya di restoran chain seperti BBQ Chicken, BHC, atau Kyochon, di area nightlife seperti Hongdae dan Itaewon, atau lewat delivery saat piknik di Hangang. Untuk yang tidak minum alkohol atau mencari opsi halal-friendly, Korean fried chicken tetap bisa dinikmati tanpa bir, dengan soft drink, sparkling water, atau minuman non-alkohol lain.
Artikel ini akan membahas apa itu chimaek, sejarahnya, jenis Korean fried chicken yang wajib dicoba, chain restoran paling terkenal, perbandingan BBQ Chicken vs BHC vs Kyochon, budaya nonton bola sambil makan ayam goreng, cara menikmati chimaek seperti orang Korea, spot favorit di Seoul, serta FAQ untuk first timer.

Apa Itu Chimaek dan Sejarahnya
Chimaek adalah kombinasi Korean fried chicken dan bir yang populer di Korea Selatan. Menurut VISITKOREA, fried chicken Korea cocok dipadukan dengan bir, dan kombinasi chicken serta maekju inilah yang disebut chimaek. Dalam praktiknya, istilah ini tidak hanya dipakai untuk menyebut menu, tetapi juga suasana makan bersama.
Budaya ayam goreng Korea berkembang pesat seiring modernisasi restoran cepat saji, delivery food, dan budaya makan malam setelah bekerja. Korean fried chicken punya ciri khas yang berbeda dari fried chicken biasa: kulitnya sering dibuat sangat renyah, potongan ayam bisa disajikan utuh, boneless, wings, atau drumstick, lalu dibalut saus manis-pedas, soy garlic, honey, atau bubuk seasoning.
Popularitas chimaek semakin naik karena K-drama dan variety show. Banyak adegan drama memperlihatkan karakter makan ayam goreng sambil minum bir setelah hari yang melelahkan. Dari sana, chimaek menjadi simbol comfort food modern Korea: simpel, enak, mudah dipesan, dan cocok untuk merayakan hal kecil.
Chimaek juga punya festival sendiri. VISITKOREA mencatat Daegu Chimac Festival 2026 berlangsung pada 1–5 Juli 2026 di sekitar Duryu Park. Festival ini menampilkan berbagai program seperti K-Chimac Street, pertunjukan, dan aktivitas bertema chicken and beer. Ini menunjukkan bahwa chimaek sudah menjadi bagian penting dari budaya kuliner Korea, bukan sekadar tren sesaat.
Jenis Korean Fried Chicken yang Wajib Dicoba
Kalau ingin memahami chimaek culture Korea Selatan, Kakak perlu tahu jenis ayam goreng Korea yang paling umum. Setiap jenis punya karakter rasa yang berbeda, jadi jangan hanya memesan “fried chicken” tanpa tahu pilihan sausnya.
Original Fried Chicken
Original fried chicken adalah versi paling basic. Ayam digoreng sampai renyah tanpa balutan saus berat. Biasanya dimakan dengan garam, saus mustard, atau saus dipping ringan. Versi ini cocok untuk Kakak yang ingin merasakan tekstur crispy ayam goreng Korea tanpa rasa yang terlalu kuat.
Yangnyeom Chicken
Yangnyeom chicken adalah ayam goreng yang dibalut saus merah manis-pedas berbasis gochujang. Rasanya bold, sticky, sedikit pedas, dan sangat khas Korea. Ini adalah salah satu varian paling ikonik dan sering muncul dalam daftar Korean fried chicken terbaik.
Soy Garlic Chicken
Soy garlic chicken cocok untuk Kakak yang tidak terlalu suka pedas. Sausnya gurih, manis, dan wangi bawang putih. Varian ini juga sering jadi pilihan aman untuk first timer karena rasanya familiar dan mudah diterima lidah Indonesia.
Honey atau Sweet Chicken
Varian honey biasanya lebih manis dan ringan. Cocok untuk yang suka rasa crispy dengan sentuhan karamel atau madu. Beberapa chain punya versi honey butter atau honey combo yang populer untuk sharing.
Cheese Powder Chicken
Cheese chicken biasanya menggunakan bubuk keju yang ditaburkan di atas ayam goreng. Rasanya gurih-manis, creamy, dan lebih playful. Varian ini populer di kalangan anak muda, terutama yang suka snack Korea dengan rasa seasoning kuat.
Green Onion Chicken
VISITKOREA mencatat fried chicken dengan sliced green onions sebagai salah satu varian populer. Kombinasi ayam renyah dan daun bawang segar memberi rasa lebih ringan, cocok untuk Kakak yang ingin ayam goreng tidak terasa terlalu berat.

Chain Restoran Chimaek Paling Terkenal
Di Korea Selatan, restoran ayam goreng sangat mudah ditemukan. Ada brand besar yang punya banyak cabang, ada juga toko lokal kecil yang populer di lingkungan tertentu. Untuk traveler, chain restaurant biasanya lebih mudah karena menu lebih familiar, lokasi banyak, dan beberapa cabang lebih ramah turis.
Beberapa chain yang sering dicari wisatawan antara lain BBQ Chicken, BHC, Kyochon, Goobne, Nene Chicken, dan Pelicana. Masing-masing punya karakter. Ada yang kuat di ayam crispy klasik, ada yang terkenal karena soy garlic, ada yang populer dengan cheese seasoning, dan ada yang punya menu oven-baked sebagai alternatif ayam goreng.
Untuk first timer di Seoul, restoran chain bisa menjadi pilihan paling praktis. Kakak bisa mencari cabang terdekat di Naver Map atau KakaoMap, lalu memilih menu berdasarkan foto. Di area seperti Myeongdong, Hongdae, Gangnam, Itaewon, dan Jamsil, pilihan restoran Korean fried chicken biasanya cukup banyak.
Kalau Kakak ingin pengalaman kuliner Korea lain yang lebih lokal, jangan hanya berhenti di restoran chain. Seoul juga punya banyak pasar dan food alley. Artikel pasar tradisional Korea Selatan kuliner bisa membantu mencari variasi makanan Korea selain ayam goreng, seperti bindaetteok, mandu, tteokbokki, dan gimbap.
BBQ Chicken vs BHC vs Kyochon: Mana Terbaik?
Pertanyaan ini sering muncul karena tiga brand ini sangat populer. Jawabannya tergantung selera, karena masing-masing punya kekuatan yang berbeda.
BBQ Chicken
BBQ Chicken atau bb.q Chicken dikenal sebagai salah satu brand Korean fried chicken yang besar dan mudah ditemukan. Menu internasional BBQ Chicken mencakup varian seperti Golden Original, Secret Sauce, Hot Spicy, Honey Garlic, Soy Garlic, Galbi, dan Cheesling. Untuk first timer, Golden Original dan Soy Garlic biasanya menjadi pilihan aman karena rasanya tidak terlalu ekstrem.
BHC Chicken
BHC populer dengan menu yang lebih playful dan seasoning yang kuat. Beberapa traveler mencari BHC karena varian seperti cheese powder dan menu crispy yang cocok untuk sharing. BHC juga sudah berekspansi ke banyak negara, termasuk beberapa pasar Asia Tenggara, sehingga namanya cukup familiar untuk penggemar Korean fried chicken.
Kyochon Chicken
Kyochon sering diasosiasikan dengan soy garlic dan honey series. Dibanding beberapa chain lain, potongan ayam Kyochon bisa terasa lebih “saucy” dan flavor-nya lebih meresap. Untuk Kakak yang suka rasa manis-gurih dan bawang putih, Kyochon bisa sangat cocok.
Jika harus memilih satu, gunakan patokan sederhana. Pilih BBQ Chicken untuk pengalaman klasik dan mudah. Pilih BHC kalau suka rasa modern seperti cheese seasoning. Pilih Kyochon kalau suka soy garlic atau honey yang lebih intens. Kalau pergi beramai-ramai, cara paling seru adalah pesan dua rasa berbeda, misalnya half original dan half yangnyeom atau soy garlic.

Chimaek Culture: Nonton Bola Sambil Makan
Chimaek sangat dekat dengan budaya nonton bola dan pertandingan olahraga. Saat ada match besar, banyak orang Korea memesan ayam goreng untuk dimakan di rumah, bar, atau tempat nongkrong. Ayam goreng mudah dibagi, tidak butuh alat makan rumit, dan cocok dimakan sambil fokus ke layar.
Selain sepak bola, chimaek juga populer saat nonton baseball. Korea punya budaya baseball yang kuat, dan fried chicken sering menjadi pilihan makanan saat menonton pertandingan. Di stadion atau area sekitar stadion, pilihan chicken dan snack biasanya cukup banyak. Jika Kakak ingin pengalaman yang lebih lokal, menonton baseball sambil makan ayam goreng bisa menjadi aktivitas menarik di Seoul atau kota besar lain.
Chimaek juga identik dengan Hangang picnic. Banyak orang memesan delivery ayam goreng ke taman tepi Sungai Han, membawa mat, lalu duduk sambil menikmati angin sore atau night view. VISITKOREA bahkan punya tur chimaek night di sekitar Banpodaegyo Rainbow Fountain, dengan konsep duduk di mat dan menikmati suasana Hangang. Untuk traveler, ini bisa menjadi pengalaman sederhana tetapi memorable.
Catatan penting: jika Kakak tidak minum alkohol, chimaek tetap bisa dinikmati sebagai “chicken picnic”. Banyak orang juga memadukan ayam goreng dengan soda, iced tea, sparkling water, atau minuman non-alkohol. Untuk wisatawan Muslim, pastikan ayam dan bumbu sesuai kebutuhan halal karena tidak semua Korean fried chicken otomatis halal.
Cara Menikmati Chimaek seperti Orang Korea
Pertama, pesan porsi sharing. Korean fried chicken sering dijual dalam porsi whole chicken, half chicken, wings, atau boneless. Jika pergi berdua, half-and-half adalah pilihan ideal karena Kakak bisa mencoba dua rasa. Jika pergi berempat, pesan beberapa varian agar lebih seru.
Kedua, makan dengan side dish. Ayam goreng Korea biasanya disajikan dengan pickled radish atau chicken-mu. Acar lobak ini penting karena rasanya asam-segar dan membantu menyeimbangkan ayam yang gurih atau berminyak. Jangan dilewatkan, karena justru side dish kecil ini membuat pengalaman chimaek terasa lebih Korea.
Ketiga, coba delivery. Budaya delivery Korea sangat kuat. Jika Kakak menginap di apartment-style accommodation atau sedang piknik di Hangang, delivery chicken bisa menjadi pengalaman yang seru. Namun, untuk turis, aplikasi delivery bisa membutuhkan nomor lokal atau metode pembayaran tertentu. Alternatifnya, beli langsung di restoran terdekat atau minta bantuan staf hotel jika memungkinkan.
Keempat, jangan terlalu banyak pesan. Ayam goreng Korea cukup mengenyangkan. Jika Kakak juga ingin mencoba street food Korea Selatan musim dingin seperti tteokbokki, eomuk, hotteok, atau bungeoppang, sebaiknya pesan ayam secukupnya agar masih punya ruang untuk kuliner lain.
Kelima, perhatikan etika minum. Jika Kakak ikut makan bersama warga lokal dan ada alkohol, budaya Korea biasanya cukup memperhatikan cara menuang dan menerima minuman. Namun, jika tidak minum alkohol, cukup sampaikan dengan sopan. Tidak ada kewajiban untuk ikut minum agar bisa menikmati suasana chimaek.
Spot Chimaek Favorit di Seoul
Seoul punya banyak area yang cocok untuk menikmati chimaek. Pilihan terbaik tergantung suasana yang Kakak cari: restoran ramai, delivery picnic, nightlife, atau makan casual setelah belanja.
Hangang Park
Hangang adalah spot paling ikonik untuk menikmati chicken picnic. Area seperti Yeouido Hangang Park, Banpo Hangang Park, dan Ttukseom Hangang Park populer untuk duduk santai, melihat sungai, dan menikmati makanan delivery. Banpo cocok jika Kakak ingin melihat Rainbow Fountain pada periode operasionalnya.
Hongdae
Hongdae cocok untuk Kakak yang suka suasana muda, ramai, dan casual. Setelah shopping, cafe hopping, atau melihat street performance, makan Korean fried chicken bisa menjadi penutup malam yang pas.
Myeongdong
Myeongdong praktis untuk first timer karena dekat hotel, shopping street, dan banyak restoran. Jika Kakak tidak ingin berpindah jauh setelah belanja, cari restoran fried chicken di sekitar Myeongdong atau Euljiro.
Itaewon
Itaewon cocok untuk traveler internasional karena pilihan makanan lebih beragam. Untuk Muslim traveler, area ini juga lebih mudah untuk mencari restoran halal atau Muslim-friendly dibanding area lain, meskipun tetap perlu cek status tiap restoran.
Jamsil dan area stadion
Jika Kakak ingin merasakan suasana nonton olahraga, area stadion atau Jamsil bisa menarik. Saat ada pertandingan, atmosfernya lebih hidup dan chicken menjadi salah satu makanan yang cocok untuk dinikmati sebelum atau sesudah match.

Tips Memilih Korean Fried Chicken Terbaik
Pertama, pilih berdasarkan tekstur. Jika Kakak suka kulit super crispy, pilih original atau fried chicken tanpa saus. Jika suka rasa yang lebih bold, pilih yangnyeom, soy garlic, atau honey. Jika suka snack-style, pilih cheese powder.
Kedua, cek bentuk potongan. Whole chicken terasa lebih klasik, wings lebih mudah dimakan, boneless lebih praktis untuk sharing, dan drumstick cocok untuk yang suka daging lebih juicy. Untuk piknik di Hangang, boneless atau wings biasanya lebih simpel.
Ketiga, perhatikan tingkat pedas. Yangnyeom tidak selalu terlalu pedas, tetapi beberapa varian hot spicy bisa cukup kuat. Jika Kakak tidak tahan pedas, mulai dari original, honey, atau soy garlic.
Keempat, cek jam ramai. Restoran chicken bisa sangat ramai saat malam, weekend, atau ketika ada pertandingan olahraga. Jika ingin makan tanpa antre lama, datang lebih awal atau pilih cabang yang tidak berada tepat di area turis utama.
Kelima, untuk Muslim traveler, jangan hanya melihat kata “chicken”. Bumbu, minyak, alkohol, dan status sertifikasi perlu dicek. Pilih restoran halal-certified atau Muslim-friendly jika ingin lebih aman. Alternatifnya, nikmati budaya chimaek dengan versi non-alkohol dan restoran yang sesuai kebutuhan diet.
Daegu Chimac Festival: Kalau Mau Chimaek yang Lebih Total
Untuk Kakak yang benar-benar suka Korean fried chicken, Daegu Chimac Festival bisa masuk bucket list. Festival ini diadakan di Daegu, kota yang dikenal punya sejarah kuat dalam perkembangan industri ayam goreng Korea. Pada 2026, VISITKOREA mencatat festival berlangsung pada 1–5 Juli di sekitar Duryu Park.
Festival ini biasanya berisi banyak booth makanan, pertunjukan, musik, area makan, dan program bertema chimaek. Namun, karena event ini melibatkan keramaian besar dan minuman alkohol, Kakak perlu menyesuaikan dengan preferensi pribadi. Jika membawa keluarga atau tidak nyaman dengan suasana festival malam, cukup menikmati Korean fried chicken di Seoul atau Busan juga sudah sangat memadai.
Jika ingin memasukkan Daegu ke itinerary, rutenya bisa digabung dengan Busan atau Gyeongju. Dari Seoul, Daegu bisa dicapai dengan KTX. Namun, jangan hanya datang demi festival jika waktu liburan terbatas. Untuk first timer, Seoul dan Busan sudah punya banyak opsi chimaek yang lebih mudah diakses.
FAQ
Chimaek adalah apa?
Chimaek adalah kombinasi chicken dan maekju atau bir. Dalam budaya Korea, istilah ini merujuk pada kebiasaan menikmati Korean fried chicken bersama bir, biasanya saat nongkrong, nonton olahraga, atau piknik.
Apakah chimaek harus selalu dengan bir?
Tidak harus. Secara istilah, chimaek memang merujuk pada ayam goreng dan bir. Namun, wisatawan yang tidak minum alkohol tetap bisa menikmati Korean fried chicken dengan soda, tea, sparkling water, atau minuman non-alkohol lain.
Apa jenis Korean fried chicken yang paling wajib dicoba?
Original fried chicken, yangnyeom chicken, soy garlic chicken, honey chicken, dan cheese powder chicken adalah beberapa varian yang populer. Untuk pemula, soy garlic dan original biasanya paling aman.
BBQ Chicken, BHC, atau Kyochon mana yang paling enak?
Tergantung selera. BBQ Chicken cocok untuk rasa klasik dan varian beragam. BHC cocok untuk menu seasoning yang playful seperti cheese. Kyochon cocok untuk soy garlic dan honey yang intens.
Di mana spot terbaik untuk chimaek di Seoul?
Hangang Park cocok untuk picnic-style chimaek, Hongdae untuk suasana malam anak muda, Myeongdong untuk akses mudah, Itaewon untuk pilihan internasional, dan Jamsil untuk suasana olahraga.
Apakah Korean fried chicken halal?
Tidak semuanya halal. Walaupun berbahan ayam, proses masak, seasoning, minyak, dan sertifikasi perlu dicek. Muslim traveler sebaiknya memilih restoran halal-certified atau Muslim-friendly.
Kapan waktu terbaik menikmati chimaek?
Sore sampai malam adalah waktu paling populer, terutama setelah city tour, shopping, atau saat cuaca nyaman untuk duduk di Hangang. Saat winter, ayam goreng juga cocok dipadukan dengan makanan hangat Korea winter lain agar pengalaman kuliner lebih lengkap.
Penutup: Chimaek Itu Lebih dari Sekadar Ayam Goreng
Chimaek culture Korea Selatan memperlihatkan bagaimana makanan sederhana bisa menjadi bagian dari gaya hidup. Ayam goreng yang renyah, saus yang beragam, side dish acar lobak, suasana sharing, dan momen nongkrong membuat chimaek terasa sangat Korea. Baik dinikmati di restoran chain, dibawa ke Hangang, atau dimakan sambil nonton pertandingan, pengalaman ini bisa menjadi salah satu highlight kuliner saat liburan ke Seoul.
Untuk traveler Indonesia, chimaek bisa disesuaikan dengan preferensi masing-masing. Kalau tidak minum alkohol, nikmati Korean fried chicken dengan minuman non-alkohol. Kalau butuh opsi halal-friendly, pilih restoran yang jelas statusnya. Yang penting, Kakak tetap bisa merasakan sisi casual dan hangat dari budaya makan Korea tanpa harus memaksakan diri.
Kalau Kakak sedang mencari inspirasi itinerary Korea, Jepang, dan destinasi Asia lainnya, Kakak bisa follow Instagram Howliday untuk ide perjalanan terbaru, atau lihat referensi trip di YouTube Howliday. Semoga perjalanan kuliner Kakak di Korea nanti makin seru, nyaman, dan penuh momen makan yang memorable.