Air Terjun Korea Selatan: 7 Hidden Gems yang Memukau

air terjun korea selatan

Kenapa Air Terjun Korea Selatan Layak Dieksplorasi?

Air terjun Korea Selatan mungkin bukan destinasi pertama yang terlintas ketika membayangkan liburan ke Negeri Ginseng. Wisatawan Indonesia biasanya lebih familiar dengan Seoul, Nami Island, Busan, atau Jeju Island. Padahal, Korea Selatan punya lanskap alam yang cukup beragam, termasuk pegunungan, valley, hutan, dan air terjun yang tersebar dari Jeju hingga kawasan Gangwon-do.

Menariknya, pengalaman melihat waterfall di Korea tidak selalu berarti datang ke sebuah viewpoint, mengambil foto, lalu pergi. Beberapa air terjun justru berada di dalam kawasan taman nasional dan membutuhkan trekking untuk mencapainya. Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari pengalaman karena kamu akan melewati hutan, jembatan, sungai, lembah, dan formasi batuan yang berubah mengikuti musim.

Seoraksan menjadi salah satu contoh terbaik. Taman nasional ini memiliki banyak valley dan waterfall dengan pilihan jalur yang berbeda-beda. Ada rute yang relatif ringan menuju Biryong Falls, tetapi ada juga jalur yang jauh lebih menantang untuk traveler yang ingin masuk lebih dalam ke kawasan pegunungan.

Di sisi lain, Jeju menawarkan waterfall dengan karakter berbeda. Cheonjeyeon, Cheonjiyeon, dan Jeongbang dapat dinikmati tanpa hiking panjang sehingga lebih mudah dimasukkan ke itinerary keluarga atau perjalanan santai.

Artikel ini membahas beberapa waterfall yang menarik untuk dimasukkan ke itinerary Korea, termasuk destinasi populer yang punya akses mudah dan beberapa pilihan yang lebih tersembunyi bagi traveler yang ingin pengalaman outdoor lebih intens.

Air terjun di kawasan Seoraksan sebagai salah satu air terjun Korea Selatan untuk pecinta alam

1. Cheonjeyeon Falls, Jeju

Kalau mencari air terjun Korea Selatan yang relatif mudah dikunjungi, Cheonjeyeon Falls di Jeju bisa menjadi pilihan pertama.

Cheonjeyeon berada di kawasan Jungmun, Seogwipo, dan memiliki karakter yang cukup berbeda dari waterfall yang berada di tengah jalur pendakian. Air terjun ini terdiri dari tiga tingkat dan dikelilingi vegetasi yang lebat. Nama Cheonjeyeon sendiri berarti “Pond of God” dan berkaitan dengan legenda tujuh bidadari yang dipercaya turun dari langit.

Air dari bagian pertama membentuk kolam sebelum mengalir menuju bagian air terjun berikutnya dan akhirnya menuju laut. Di kawasan ini pengunjung juga dapat melihat Seonimgyo Bridge yang dihiasi ukiran tujuh bidadari.

Karena berada di kawasan wisata Jungmun, Cheonjeyeon relatif mudah dikombinasikan dengan destinasi lain. Kamu bisa menyusunnya bersama Jusangjeolli Cliff, Jungmun Saekdal Beach, atau beberapa attraction lain di wilayah selatan Jeju.

Menurut informasi VisitKorea, Cheonjeyeon buka sepanjang tahun pada pukul 09.00–17.50 dengan last admission pukul 17.10. Tiket yang tercantum adalah 2.500 KRW untuk dewasa dan 1.350 KRW untuk remaja serta anak-anak. Informasi operasional tetap sebaiknya dicek kembali sebelum kunjungan.

Kenapa menarik?

  • Tidak membutuhkan trekking ekstrem.
  • Berada di kawasan Jungmun yang mudah digabungkan dengan destinasi lain.
  • Memiliki tiga tingkat air terjun.
  • Vegetasi di sekitarnya membuat suasana terasa lebih sejuk.
  • Cocok untuk family trip maupun couple.

Kalau kamu sedang menyusun itinerary Jeju, Cheonjeyeon juga bisa menjadi pelengkap setelah menjelajahi destinasi alam lain. Untuk referensi yang lebih lengkap, kamu bisa membaca panduan wisata alam Jeju.

2. Biryong Falls, Seoraksan

Kalau Cheonjeyeon cocok untuk traveler yang ingin berjalan santai, Biryong Falls menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan hiking.

Biryong Falls berada di Seoraksan National Park dan berjarak sekitar 2,4 kilometer dari Small Park ticket booth. Nama Biryong berarti “flying dragon”, terinspirasi dari bentuk aliran air terjun yang dianggap menyerupai naga yang terbang menuju langit.

Menurut VisitKorea, perjalanan dari Small Park menuju Biryong Falls membutuhkan sekitar satu jam. Jika ingin melanjutkan perjalanan menuju Towangseong Falls Observatory dan area Yukdam Falls, waktu perjalanan pulang-pergi bisa mencapai sekitar tiga jam.

Karena itu, Biryong Falls cukup menarik untuk traveler yang ingin mencoba hiking tetapi belum siap mengambil rute panjang menuju puncak Seoraksan.

Jalur menuju air terjun melewati hutan, sungai, batuan, dan area dengan elevasi yang perlahan meningkat. Setelah sampai, terdapat kolam di bawah air terjun serta observation deck.

VisitKorea juga mencatat bahwa tingkat kesulitan rute Biryong Falls termasuk ordinary. Artinya, rute ini bukan sekadar jalan santai di taman kota, tetapi masih cukup realistis bagi traveler yang memiliki kondisi fisik normal dan terbiasa berjalan.

Kalau ingin lanjut lebih jauh

Traveler yang masih memiliki stamina dapat melanjutkan menuju Towangseong Falls Observatory. Namun, jangan merasa wajib menyelesaikan seluruh rute hanya karena sudah sampai Seoraksan.

Untuk first timer atau keluarga, berhenti di Biryong Falls sudah cukup memberikan pengalaman hiking Seoraksan yang menarik.

Kalau ingin mengetahui pilihan trail lainnya, termasuk Ulsanbawi, Biseondae, cable car, dan Daecheongbong, baca panduan hiking Seoraksan.

3. Yukdam Falls, Seoraksan

Masih berada di jalur Seoraksan, Yukdam Falls menawarkan karakter yang sedikit berbeda. Nama Yukdam merujuk pada enam air terjun dan sebuah kolam yang terbentuk di sepanjang aliran air.

Untuk mencapainya, pengunjung dapat memulai dari kawasan Seorak-dong, melewati Biryonggyo Bridge, kemudian melanjutkan melewati Biryong Falls menuju Yukdam Falls.

Yang membuatnya menarik bukan hanya air terjunnya, tetapi proses terbentuknya. Aliran air yang bergerak perlahan mengikis batuan dan menciptakan cekungan serta kolam pada beberapa tingkat. Hasilnya adalah rangkaian air terjun kecil yang saling terhubung.

Namun, VisitKorea juga mencatat bahwa jumlah air yang mengalir di beberapa bagian Yukdam Falls dapat relatif kecil pada kondisi tertentu. Jadi, jangan membayangkan waterfall dengan debit air besar sepanjang tahun.

Keindahannya lebih terletak pada keseluruhan lanskap: batuan, aliran air, pepohonan, dan valley Seoraksan.

Yukdam Falls juga menunjukkan kenapa Seoraksan menarik bagi pecinta alam. Satu jalur bisa memberikan beberapa pengalaman sekaligus, mulai dari forest walk hingga waterfall.

4. Ssangyong Falls di Inner Seorak

Jika kamu benar-benar mencari destinasi yang lebih tersembunyi, Ssangyong Falls atau Ssangyongpokpo di kawasan Inner Seorak bisa menjadi nama yang menarik untuk diketahui.

Berbeda dari Biryong Falls yang memiliki informasi wisata dan jalur publik yang relatif jelas, informasi wisata modern mengenai Ssangyong Falls jauh lebih terbatas. Nama Ssangyongpokpo tercatat sebagai waterfall di wilayah Gangwon-do, di sekitar kawasan Inner Seorak.

Karena lokasinya berada di bagian pegunungan yang lebih dalam, destinasi ini tidak sepraktis Biryong Falls untuk wisatawan biasa. Jalur dan kondisi lapangan juga perlu diverifikasi melalui Korea National Park Service sebelum berangkat.

Jadi, Ssangyong Falls lebih tepat dipandang sebagai referensi untuk serious nature travelers, bukan destinasi yang harus dimasukkan ke itinerary first timer.

Ini juga penting ketika mencari “hidden gem”. Hidden bukan berarti selalu lebih bagus atau lebih mudah dikunjungi. Justru semakin terpencil sebuah destinasi, semakin penting mengecek akses, izin, kondisi jalur, dan keselamatan.

Siapa yang cocok?

  • Traveler berpengalaman hiking.
  • Pecinta alam yang ingin rute lebih sepi.
  • Traveler yang memang menjadikan trekking sebagai tujuan perjalanan.

Untuk wisatawan yang hanya punya satu hari di Seoraksan, Biryong Falls atau jalur populer lain jauh lebih realistis.

5. Air Terjun di Kawasan Baekdudaegan

Istilah Baekdudaegan Falls sebenarnya bukan nama satu air terjun tertentu. Baekdudaegan merupakan rangkaian pegunungan yang membentang sebagai tulang punggung geografis Semenanjung Korea. Di sepanjang kawasan pegunungan ini terdapat banyak valley, stream, dan waterfall.

Karena itulah, bagi traveler yang ingin mencari air terjun yang lebih tersembunyi, kawasan Baekdudaegan justru menarik untuk dieksplorasi lebih jauh.

Salah satu contoh adalah Suok Falls di Chungcheongbuk-do. Air terjun ini berasal dari Joryeongsan Forest dan memiliki tiga tingkat dengan ketinggian sekitar 20 meter. Lokasinya relatif mudah dicapai dari area parkir dibandingkan beberapa waterfall yang benar-benar berada jauh di dalam jalur gunung.

Contoh lain adalah Huibang Falls di kawasan Sobaeksan. Kawasan Sobaeksan sendiri merupakan bagian dari sistem pegunungan Baekdudaegan dan memiliki sejumlah waterfall serta jalur hiking.

Untuk traveler yang ingin pengalaman lebih serius, waterfall seperti ini bisa menjadi tujuan hiking tersendiri. Namun, aksesnya tidak sesederhana destinasi populer di Seoul atau Jeju.

Karena itu, rute Baekdudaegan lebih cocok untuk perjalanan countryside atau nature trip daripada itinerary Korea first timer yang hanya memiliki lima sampai tujuh hari.

Pemandangan waterfall dan bebatuan di kawasan Seoraksan Korea Selatan

6. Cheonjiyeon Falls, Jeju

Walaupun lebih terkenal dibanding beberapa hidden waterfall dalam artikel ini, Cheonjiyeon Falls tetap layak dimasukkan karena aksesnya relatif mudah dan cocok untuk wisatawan dengan berbagai tingkat kemampuan fisik.

Cheonjiyeon berada di Seogwipo dan memiliki air terjun dengan tinggi sekitar 22 meter serta lebar sekitar 12 meter. Area lembahnya dikelilingi vegetasi subtropis dan temperate yang membuat perjalanan menuju waterfall terasa seperti forest walk.

Menurut Korea Tourism Organization, Cheonjiyeon memiliki walking trails yang menghubungkan area air terjun dan danau. Destinasi ini juga termasuk dalam daftar 100 Must-Visit Tourist Spots of Korea.

Salah satu kelebihannya adalah kamu tidak perlu melakukan hiking panjang untuk mendapatkan pemandangan yang dramatis. Jalurnya relatif nyaman untuk jalan santai, sehingga cocok untuk keluarga, pasangan, atau traveler yang ingin menambahkan sedikit aktivitas alam di tengah itinerary Jeju.

Cheonjiyeon juga dapat menjadi pilihan pada sore atau malam. KTO mencatat area ini memiliki pencahayaan pada walking trails dan jam operasional yang lebih panjang pada periode tertentu.

Karena itu, waterfall ini dapat menjadi penutup itinerary Seogwipo setelah makan malam atau setelah mengunjungi destinasi lain di area selatan Jeju.

7. Biryong Falls dan Towangseong Falls Observatory dalam Satu Rute

Kalau ingin mendapatkan pengalaman waterfall yang lebih lengkap di Seoraksan, kamu bisa mempertimbangkan rute yang menghubungkan Yukdam Falls, Biryong Falls, dan Towangseong Falls Observatory.

Rute ini menarik karena kamu tidak hanya datang ke satu air terjun. Perjalanan dimulai dengan jalur forest, kemudian melewati area aliran sungai, air terjun bertingkat, dan akhirnya menuju viewpoint Towangseong.

Korea Tourism Organization memasukkan Biryong Falls sebagai salah satu jalur yang direkomendasikan untuk pemula dalam konteks aktivitas mountain climbing. Dari Sogongwon Park, perjalanan sekitar 1,5 jam dapat melewati Yukdam dan Biryong Falls hingga Towangseong Falls Observatory.

Namun, “pemula” di sini tetap harus dibaca sebagai pemula hiking, bukan berarti jalurnya setara dengan jalan kaki di pusat Seoul.

Gunakan sepatu dengan grip, bawa air, dan jangan mengejar target waktu terlalu agresif.

Jika hujan atau kondisi jalur tidak aman, jangan memaksakan perjalanan. Seoraksan merupakan kawasan pegunungan dan kondisi dapat berubah lebih cepat dibandingkan area perkotaan.

Rute Trekking Menuju Air Terjun

Salah satu hal yang perlu dipahami sebelum mencari air terjun Korea Selatan adalah perbedaan antara waterfall sightseeing dan waterfall hiking.

Waterfall sightseeing biasanya berarti kamu bisa parkir atau turun kendaraan, berjalan melalui jalur yang relatif pendek, kemudian mencapai viewpoint.

Waterfall hiking berarti air terjun merupakan tujuan akhir dari sebuah jalur. Perjalanan menuju lokasi bisa memakan satu jam atau lebih dan membutuhkan stamina.

Untuk traveler Indonesia, beberapa hal berikut sebaiknya dipersiapkan:

  • Sepatu trekking atau sneakers dengan grip baik.
  • Air minum yang cukup.
  • Jaket tipis atau outer sesuai musim.
  • Rain jacket, terutama saat musim hujan.
  • Power bank.
  • Snack sederhana untuk perjalanan.
  • Obat pribadi.
  • Offline map atau screenshot rute.

Jangan mengandalkan sinyal smartphone sepenuhnya ketika masuk ke area pegunungan. Beberapa bagian jalur dapat memiliki koneksi yang tidak stabil.

Tips Berkunjung Saat Musim Hujan

Musim hujan sebenarnya bisa membuat air terjun terlihat lebih hidup karena debit air dapat meningkat. Tetapi kondisi tersebut juga membawa risiko yang lebih besar.

Hujan membuat batu, akar pohon, jembatan, dan tangga menjadi licin. Di area valley, aliran air juga dapat berubah lebih cepat.

Karena itu, jangan menerjemahkan “setelah hujan air terjun lebih bagus” menjadi alasan untuk tetap trekking ketika hujan sedang deras.

Cek kondisi jalur

Sebelum berangkat, periksa informasi terbaru dari pengelola taman nasional atau visitor center. Jalur Seoraksan, misalnya, dapat mengalami pembatasan atau penghentian akses karena cuaca maupun kondisi keselamatan.

Gunakan rain jacket

Payung tidak selalu praktis untuk trekking. Rain jacket jauh lebih aman karena kedua tangan tetap bebas untuk menjaga keseimbangan.

Jaga jarak dari tepi sungai

Jangan berdiri terlalu dekat dengan arus air hanya demi foto. Batu yang terlihat kering dapat menjadi licin, terutama setelah hujan.

Jangan memaksakan itinerary

Kalau rencana awal adalah Biryong Falls tetapi hujan semakin deras, mengubah tujuan menjadi destinasi yang lebih aman bukan berarti perjalanan gagal.

Dalam nature trip, fleksibilitas justru bagian dari itinerary yang baik.

Air terjun Korea Selatan dalam kondisi musim dingin dengan lanskap pegunungan

Musim Terbaik Mengunjungi Air Terjun Korea Selatan

Setiap musim memberikan pengalaman yang berbeda.

Spring memberikan suasana segar ketika hutan mulai menghijau dan bunga bermunculan. Suhu juga relatif nyaman untuk trekking.

Summer memberikan vegetasi yang paling hijau. Air terjun dan sungai terasa sangat cocok untuk landscape photography, tetapi kelembapan dan panas bisa membuat hiking lebih melelahkan.

Autumn mungkin menjadi periode paling menarik untuk Seoraksan. Air terjun berpadu dengan foliage merah, oranye, dan kuning sehingga perjalanan menuju waterfall sekalipun sudah menjadi bagian dari pengalaman visual.

Seoraksan dikenal memiliki perubahan autumn lebih awal dibandingkan Seoul. Karena itu, traveler yang mengejar foliage sebaiknya memperhatikan prediksi perubahan warna sebelum menentukan tanggal.

Winter menawarkan pengalaman yang paling berbeda. Beberapa waterfall di pegunungan dapat membeku dan membentuk struktur es. Namun, jalur hiking menjadi jauh lebih menantang dan membutuhkan perlengkapan yang sesuai.

Untuk wisatawan Indonesia yang tidak terbiasa dengan hiking musim dingin, jangan memilih winter waterfall trekking hanya karena foto terlihat menarik di media sosial.

Air Terjun Mana yang Cocok untuk First Timer?

Kalau baru pertama kali mencoba wisata alam Korea, tidak perlu langsung memilih waterfall tersembunyi yang membutuhkan trekking panjang.

Untuk Jeju, Cheonjeyeon dan Cheonjiyeon merupakan pilihan yang lebih mudah. Keduanya bisa dikombinasikan dengan destinasi lain di Seogwipo atau Jungmun.

Untuk Seoraksan, Biryong Falls merupakan pilihan yang lebih realistis dibandingkan jalur menuju puncak. Kamu mendapatkan pengalaman forest hiking sekaligus waterfall dalam satu rute.

Untuk traveler yang memang sudah terbiasa hiking, Yukdam Falls, Towangseong Observatory, atau kawasan Inner Seorak dapat menjadi pilihan yang lebih menantang.

Sementara itu, kawasan Baekdudaegan lebih cocok dijadikan bagian dari perjalanan countryside atau hiking khusus, bukan sekadar tambahan satu destinasi di tengah itinerary Seoul.

Konsep perjalanan seperti ini juga bisa dikembangkan menjadi rute alam Korea yang lebih panjang. Lihat itinerary Korea Selatan bernuansa alam dan countryside untuk referensi penyusunan rute.

Estimasi Biaya Mengunjungi Air Terjun

Biaya sangat tergantung pada lokasi dan transportasi yang digunakan.

KomponenGambaran Budget
Tiket waterfall JejuSebagian destinasi sekitar 1.000–3.000 KRW
SeoraksanTergantung area, parkir, dan aktivitas
Transportasi umumTergantung kota dan jarak
Private vehicleLebih tinggi, tetapi lebih fleksibel
Food & snackSesuaikan kebutuhan pribadi
Perlengkapan hikingOpsional sesuai jalur dan musim

Untuk Cheonjeyeon Falls, misalnya, VisitKorea mencantumkan tiket 2.500 KRW untuk dewasa dan 1.350 KRW untuk remaja serta anak-anak. Seoraksan memiliki aturan biaya yang berbeda berdasarkan section dan jenis fasilitas, sehingga pengecekan resmi tetap diperlukan sebelum keberangkatan.

Jika pergi dalam grup keluarga atau rombongan kecil, private vehicle bisa lebih praktis untuk destinasi alam yang tersebar. Keuntungan utamanya bukan hanya kenyamanan, tetapi kemampuan menyesuaikan waktu berhenti ketika cuaca berubah.

FAQ Air Terjun Korea Selatan

Apa air terjun terbaik di Korea Selatan?

Beberapa pilihan menarik adalah Cheonjeyeon Falls, Cheonjiyeon Falls, Biryong Falls, Yukdam Falls, Towangseong Falls, dan beberapa waterfall di kawasan Baekdudaegan. Pilihan terbaik bergantung pada apakah kamu mencari akses mudah atau pengalaman trekking.

Apakah air terjun Korea Selatan cocok untuk keluarga?

Cocok, tetapi pilih destinasi berdasarkan kemampuan fisik keluarga. Cheonjeyeon dan Cheonjiyeon lebih mudah dibandingkan jalur waterfall di Seoraksan yang membutuhkan trekking.

Apakah Biryong Falls sulit didaki?

VisitKorea mencatat perjalanan dari Small Park menuju Biryong Falls membutuhkan sekitar satu jam dan tingkat kesulitannya termasuk ordinary. Tetap gunakan sepatu yang nyaman dan perhatikan kondisi cuaca.

Apakah Cheonjeyeon Falls dan Cheonjiyeon Falls sama?

Tidak. Keduanya merupakan air terjun berbeda di Jeju. Cheonjeyeon berada di kawasan Jungmun dan terdiri dari tiga tingkat, sedangkan Cheonjiyeon berada di kawasan Seogwipo dan memiliki air terjun sekitar 22 meter.

Kapan waktu terbaik melihat air terjun di Korea?

Spring dan summer menawarkan suasana hijau dan debit air yang menarik, autumn memberikan kombinasi waterfall dan foliage, sedangkan winter dapat menghadirkan air terjun yang membeku. Pilihan terbaik tergantung pengalaman yang dicari.

Apakah aman mengunjungi air terjun Korea saat hujan?

Hujan ringan tidak selalu menjadi masalah, tetapi hujan deras dapat membuat batu dan jalur licin serta meningkatkan risiko di sekitar aliran sungai. Selalu cek kondisi jalur dan ikuti instruksi pengelola.

Apakah harus hiking untuk melihat air terjun Korea Selatan?

Tidak. Beberapa waterfall di Jeju memiliki akses yang relatif mudah. Namun, beberapa destinasi di Seoraksan memang membutuhkan trekking sehingga durasi dan tingkat kesulitannya harus diperhitungkan.

Apakah Ssangyong Falls bisa dikunjungi wisatawan biasa?

Ssangyong Falls tercatat sebagai Ssangyongpokpo di kawasan Inner Seorak, tetapi informasi akses wisata modernnya jauh lebih terbatas dibanding Biryong Falls atau Yukdam Falls. Karena itu, destinasi ini lebih cocok untuk traveler berpengalaman yang sudah mengecek kondisi jalur dan akses resmi.

Kesimpulan: Air Terjun Bisa Jadi Alasan untuk Keluar dari Rute Biasa

Korea Selatan tidak hanya menawarkan palace, shopping district, café, dan kota modern. Di balik itinerary populer tersebut terdapat lanskap alam yang jauh lebih luas, dan air terjun menjadi salah satu cara paling menarik untuk mengalaminya.

Kalau ingin perjalanan mudah, pilih Cheonjeyeon atau Cheonjiyeon di Jeju. Kalau ingin trekking ringan hingga menengah, Biryong Falls dan Yukdam Falls di Seoraksan bisa menjadi pilihan. Kalau sudah terbiasa dengan hiking dan ingin pengalaman yang lebih jauh dari rute mainstream, kawasan Inner Seorak dan Baekdudaegan menawarkan banyak kemungkinan.

Namun, jangan menjadikan label hidden gem sebagai alasan untuk mengabaikan keselamatan. Semakin terpencil sebuah waterfall, semakin penting mengecek akses, kondisi jalur, cuaca, dan aturan kawasan.

Hal yang paling menarik dari wisata air terjun Korea Selatan justru bukan hanya air yang jatuh dari tebing. Perjalanan menuju ke sanalah yang membuat pengalaman terasa berbeda: suara sungai di tengah hutan, jembatan kecil, batuan pegunungan, udara yang lebih sejuk, dan pemandangan yang berubah mengikuti musim.

Jadi, kalau itinerary Korea kamu selama ini selalu berputar di Seoul, mungkin sudah waktunya menyisihkan satu atau dua hari untuk melihat sisi Korea yang lebih natural.

Untuk inspirasi perjalanan Korea lainnya, itinerary berbasis alam, dan rekomendasi destinasi sesuai musim, kunjungi Instagram Howliday atau temukan inspirasi perjalanan melalui YouTube Howliday.

Sumber informasi: VisitKorea, Seoul Metropolitan Government, dan Korea National Park Service.