Wisata Sejarah Xi’an: Menjelajahi Terracotta Army, Tembok Kota, dan Muslim Quarter

Xi’an, Kota Kuno China yang Menyimpan Cerita Ribuan Tahun
Wisata xian terracotta army pasukan terakota menawarkan pengalaman yang berbeda dari liburan ke kota-kota modern China. Di Xi’an, kamu bisa melihat ribuan patung prajurit peninggalan kaisar pertama Tiongkok, berjalan di atas tembok kota yang masih berdiri megah, hingga menikmati suasana kawasan Muslim yang menjadi bagian penting dari sejarah perdagangan Jalur Sutra.
Xi’an mungkin belum sepopuler Shanghai atau Beijing di kalangan wisatawan Indonesia. Padahal, kota yang berada di Provinsi Shaanxi ini merupakan salah satu pusat sejarah terpenting di China. Sebelum dikenal dengan nama Xi’an, kawasan ini pernah menjadi pusat kekuasaan sejumlah dinasti dan memiliki hubungan erat dengan perkembangan Jalur Sutra kuno.
Yang membuat Xi’an menarik bukan hanya banyaknya bangunan bersejarah. Di sini, peninggalan masa lalu masih berdampingan dengan kehidupan sehari-hari. Kamu bisa menghabiskan pagi di museum arkeologi, sore bersepeda di atas benteng berusia ratusan tahun, lalu malamnya berjalan di gang kuliner yang dipenuhi aroma rempah dan makanan khas masyarakat Hui.
Namun, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Museum Terracotta Army berada di luar pusat kota, tiketnya menggunakan sistem reservasi identitas, dan kawasan wisata populer bisa sangat ramai ketika liburan nasional China. Jika ingin mengunjungi semuanya tanpa terburu-buru, rute perjalanan harus disusun dengan baik.
Panduan ini membahas sejarah Xi’an, daya tarik Terracotta Warriors Museum, cara mengunjungi Xi’an City Wall, pengalaman kuliner di Muslim Quarter, hingga contoh itinerary dua sampai tiga hari yang cocok untuk wisatawan Indonesia.
1. Xi’an sebagai Titik Awal Jalur Sutra Kuno
Untuk memahami mengapa Xi’an begitu istimewa, kita perlu mengenal sejarah kota ini terlebih dahulu.
Xi’an dikenal sebagai salah satu ibu kota kuno Tiongkok. Pada masa lalu, kota ini dikenal dengan nama Chang’an dan berkembang menjadi pusat politik, perdagangan, serta kebudayaan pada sejumlah periode penting sejarah China.
Salah satu masa kejayaannya terjadi pada era Dinasti Tang, ketika Chang’an menjadi kota kosmopolitan yang didatangi pedagang, pelajar, seniman, dan utusan dari berbagai wilayah Asia.
Hubungan Xi’an dengan Jalur Sutra
Jalur Sutra atau Silk Road bukan satu jalan tunggal, melainkan jaringan perdagangan yang menghubungkan China dengan Asia Tengah, Timur Tengah, dan wilayah lain.
Chang’an dikenal sebagai salah satu titik awal utama jalur perdagangan darat tersebut. Dari kawasan ini, komoditas seperti sutra, keramik, rempah, dan berbagai barang bernilai tinggi bergerak melalui jaringan kota perdagangan menuju wilayah barat.
Namun, perdagangan tidak hanya membawa barang. Jalur tersebut juga mempertemukan bahasa, agama, teknik, makanan, serta tradisi dari berbagai masyarakat.
Jejak pertukaran budaya itulah yang masih dapat dirasakan di Xi’an, khususnya pada kawasan Muslim Quarter.
Mengapa Xi’an Penting dalam Sejarah Tiongkok?
Xi’an berkaitan erat dengan beberapa periode penting, termasuk penyatuan Tiongkok oleh Dinasti Qin dan perkembangan kebudayaan pada masa Dinasti Han serta Tang.
Kaisar Qin Shi Huang, yang mempersatukan berbagai negara yang sebelumnya saling berperang, membangun kompleks pemakaman monumental di dekat wilayah yang sekarang menjadi Xi’an.
Sementara itu, pada periode berikutnya, Chang’an berkembang menjadi pusat pemerintahan dan hubungan internasional.
Karena itulah, wisata ke Xi’an bukan sekadar melihat bangunan tua. Kota ini memberikan gambaran mengenai perubahan Tiongkok dari masa kekaisaran awal hingga menjadi pusat perdagangan lintas wilayah.
Xi’an atau Beijing, Mana yang Lebih Menarik untuk Wisata Sejarah?
Keduanya menawarkan pengalaman yang berbeda.
Beijing lebih dikenal dengan peninggalan Dinasti Ming dan Qing, termasuk Forbidden City dan sejumlah bagian Great Wall. Xi’an justru membawa wisatawan lebih jauh ke periode kekaisaran awal, sejarah Dinasti Qin, serta perkembangan Jalur Sutra.
Jika ingin menggabungkan dua periode sejarah tersebut dalam satu perjalanan, kamu dapat membaca panduan wisata sejarah Beijing untuk menentukan rute yang sesuai.
Panduan Liburan ke Cina Tiankok 2026: Lengkap dan Praktis — https://howliday.id/panduan-liburan-ke-cina-tiankok-2026/
2. Terracotta Army: Ribuan Prajurit yang Menjaga Kaisar Qin Shi Huang
Daya tarik utama wisata Xi’an adalah Terracotta Army atau Pasukan Terakota, sebuah kompleks peninggalan arkeologi yang ditemukan pada 1974 di Distrik Lintong.
Penemuan ini bermula ketika penduduk setempat menggali sumur dan menemukan fragmen patung tanah liat. Penelitian selanjutnya mengungkap kompleks lubang penggalian berisi ribuan figur prajurit, kuda, dan perlengkapan militer yang berkaitan dengan makam Kaisar Qin Shi Huang.
Kompleks Mausoleum Kaisar Qin Pertama telah masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 1987.
Siapa Kaisar Qin Shi Huang?
Qin Shi Huang dikenal sebagai kaisar pertama Tiongkok yang bersatu. Pada 221 SM, ia berhasil menyatukan negara-negara yang sebelumnya terpisah di bawah kekuasaan Qin.
Pemerintahannya berpengaruh besar terhadap standardisasi sistem administrasi, tulisan, ukuran, dan berbagai aspek pemerintahan.
Namun, pemerintahannya juga dikenal memiliki kebijakan yang keras. Karena itu, warisan Qin Shi Huang sering dipandang sebagai perpaduan antara pencapaian politik yang besar dan kekuasaan yang sangat terpusat.
Kompleks makamnya mencerminkan besarnya ambisi kekaisaran tersebut.
Mengapa Pasukan Terakota Dibuat?
Patung-patung tersebut diperkirakan dibuat sebagai bagian dari kompleks pemakaman Kaisar Qin Shi Huang.
Susunan prajurit, kuda, dan kereta perang menggambarkan kekuatan militer yang dimaksudkan untuk menyertai atau melindungi sang kaisar dalam kehidupan setelah kematian menurut kepercayaan pada masa itu.
Para arkeolog memperkirakan jumlah keseluruhan figur prajurit mencapai ribuan, dengan angka sekitar 8.000 sering digunakan sebagai estimasi skala kompleks.
Namun, tidak semua figur telah digali atau dipulihkan sepenuhnya. Proses penelitian dan konservasi masih berlangsung.
Wisata Beijing Tembok Besar Cina Kota Terlarang: Panduan — https://howliday.id/wisata-beijing-tembok-besar-cina-kota-terlarang/
Apakah Wajah Semua Patung Berbeda?
Salah satu hal yang membuat Terracotta Army begitu menarik adalah variasi detail setiap figur.
Ketika diamati, patung-patung tersebut menunjukkan perbedaan pada bentuk wajah, gaya rambut, ekspresi, pakaian, dan perlengkapan militer.
Figur prajurit juga menggambarkan peran yang berbeda, seperti pemanah, pasukan infanteri, dan perwira.
Perbedaan tersebut menunjukkan tingkat keterampilan dan pengorganisasian produksi yang luar biasa pada masanya.
Meski sering disebut bahwa tidak ada dua wajah yang sama, klaim tersebut tidak berarti seluruh ribuan patung telah dibandingkan secara menyeluruh satu per satu. Yang dapat dilihat secara jelas adalah variasi detail yang sangat kaya.
3. Menjelajahi Tiga Pit Utama Terracotta Warriors Museum
Kompleks museum memiliki beberapa area penggalian utama yang dikenal sebagai Pit 1, Pit 2, dan Pit 3.
Masing-masing memberikan gambaran berbeda mengenai susunan militer serta penelitian arkeologi yang berlangsung.
Pit 1: Formasi Prajurit Paling Ikonik
Pit 1 merupakan area yang paling terkenal dan sering muncul dalam foto wisata Terracotta Army.
Ketika memasuki bangunan pelindungnya, pengunjung dapat melihat deretan figur prajurit yang tersusun dalam formasi panjang.
Bagian ini memberikan gambaran mengenai skala kompleks pemakaman. Dari galeri pengunjung, kamu dapat melihat bagaimana figur yang sudah dipulihkan berdiri berdampingan dengan area yang masih memperlihatkan proses penggalian.
Untuk menikmati Pit 1, jangan hanya berhenti pada titik foto pertama. Berjalanlah mengikuti jalur pengunjung untuk melihat formasi dari sudut berbeda.
Pit 2: Ragam Pasukan dan Strategi Militer
Pit 2 memperlihatkan susunan yang lebih beragam, termasuk figur yang berkaitan dengan pasukan pemanah, kavaleri, dan kereta perang.
Bagian ini menarik bagi pengunjung yang ingin memahami bagaimana militer Qin diorganisasikan.
Penataan pameran dapat berubah seiring pekerjaan konservasi. Pada Oktober 2026, terdapat informasi mengenai pembukaan kembali ruang pamer Pit 2 setelah pembaruan penyajian koleksi.
Karena itu, ikuti rute kunjungan dan informasi terbaru yang tersedia ketika tiba di museum.
Pit 3: Area yang Berkaitan dengan Komando Militer
Pit 3 berukuran lebih kecil dibanding Pit 1, tetapi tetap memiliki nilai sejarah penting.
Para peneliti mengaitkan area ini dengan fungsi komando atau pusat pengaturan militer berdasarkan susunan figur dan temuan arkeologinya.
Walaupun tidak sebesar Pit 1, bagian ini membantu menjelaskan bahwa kompleks Terracotta Army bukan sekadar kumpulan patung yang ditempatkan secara acak.
Bisakah Pengunjung Berjalan di Antara Patung?
Tidak. Pengunjung biasa melihat area penggalian melalui jalur dan galeri yang telah ditentukan.
Pembatas tersebut penting untuk menjaga keselamatan pengunjung dan melindungi benda bersejarah.
Hindari menyentuh artefak, melewati pembatas, atau menggunakan flash jika dilarang oleh pengelola.
4. Lishan Garden dan Kompleks Mausoleum Kaisar Qin
Selain tiga pit utama, kawasan Museum Mausoleum Kaisar Qin juga mencakup Lishan Garden, yang berada di sekitar kompleks makam kaisar.
Bagian ini sering terlewat karena banyak wisatawan menganggap kunjungan selesai setelah melihat Pit 1, Pit 2, dan Pit 3.
Apa yang Bisa Dilihat di Lishan Garden?
Lishan Garden berkaitan dengan kawasan pemakaman kekaisaran yang lebih luas.
Pengunjung dapat melihat area bersejarah dan pameran yang membantu menjelaskan bagaimana kompleks mausoleum dirancang.
Salah satu daya tarik pentingnya adalah pameran kereta perunggu dan artefak lain yang ditemukan dalam penelitian kompleks tersebut.
Namun, lokasi pameran tertentu dapat berubah mengikuti kebijakan konservasi museum.
Apakah Makam Kaisar Qin Shi Huang Sudah Dibuka?
Ruang makam utama Qin Shi Huang belum digali secara menyeluruh dan tidak dibuka sebagai ruang yang dapat dimasuki wisatawan.
Keputusan tersebut berkaitan dengan berbagai pertimbangan penelitian, teknologi konservasi, dan perlindungan artefak.
Jadi, kunjungan ke Lishan Garden bukan berarti wisatawan dapat masuk ke ruang pemakaman utama kaisar.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan?
Untuk melihat tiga pit utama dan pameran museum, alokasikan sekitar dua setengah hingga empat jam.
Jika ingin menambahkan Lishan Garden, sediakan waktu lebih panjang, termasuk perpindahan antarlokasi dan berjalan kaki.
Untuk wisatawan yang benar-benar tertarik dengan sejarah, mengalokasikan sebagian besar hari untuk kompleks ini akan lebih nyaman daripada mengejar terlalu banyak tempat lain.
Wisata Shanghai The Bund Disneyland: 7 Daya Tarik Terbaik — https://howliday.id/wisata-shanghai-the-bund-disneyland/
5. Tiket Masuk, Jam Buka, dan Cara Menuju Terracotta Army
Museum Terracotta Army berada di Distrik Lintong, sekitar 35 kilometer di sebelah timur pusat Xi’an.
Karena lokasinya tidak berada di pusat kota, perjalanan ke museum perlu direncanakan tersendiri.
Harga Tiket Terracotta Army
Harga tiket dewasa reguler yang banyak tercantum dalam informasi kunjungan museum adalah sekitar 120 yuan per orang.
Harga tersebut merupakan referensi perencanaan, bukan jaminan tarif untuk semua tanggal atau kategori pengunjung.
Ketentuan diskon bagi anak, pelajar, dan lansia dapat berlaku berdasarkan usia serta dokumen yang memenuhi syarat.
Sebelum datang, periksa harga, cakupan tiket, dan ketentuan terbaru melalui kanal resmi Emperor Qinshihuang’s Mausoleum Site Museum.
Apakah Tiket Harus Dipesan Sebelumnya?
Museum menggunakan sistem reservasi dengan identitas pengunjung.
Untuk wisatawan asing, data paspor biasanya diperlukan ketika memesan tiket. Bawa paspor asli yang sesuai dengan informasi reservasi pada hari kunjungan.
Reservasi lebih awal sangat disarankan, terutama pada akhir pekan, musim liburan sekolah, dan hari libur nasional China.
Jangan mengandalkan pembelian langsung di lokasi tanpa memeriksa ketersediaan tiket.
Jam Operasional Museum
Jam kunjungan museum dapat berbeda antara periode musim ramai dan musim sepi.
Sebagai gambaran, museum umumnya mulai menerima pengunjung sekitar pukul 08.30, sedangkan batas masuk terakhir dapat berubah menurut musim.
Untuk kunjungan pada hari libur besar, museum juga dapat menerapkan pengaturan khusus atau perpanjangan jam operasional.
Periksa jadwal pada tanggal kunjungan, bukan hanya mengandalkan informasi dari artikel lama.
Naik Metro dan Transportasi Lanjutan
Salah satu pilihan transportasi umum adalah menggunakan Xi’an Metro Line 9 menuju Huaqing Pool Station di wilayah Lintong.
Dari sana, perjalanan perlu dilanjutkan menggunakan transportasi lokal seperti bus atau taksi menuju kompleks museum.
Rute ini cocok untuk wisatawan yang nyaman berpindah kendaraan dan ingin mengatur biaya transportasi.
Namun, perhatikan waktu tunggu serta lokasi pemberhentian karena stasiun metro tidak berada tepat di depan pintu masuk museum.
Bus Wisata Menuju Museum
Bus wisata juga menjadi alternatif menuju kawasan Terracotta Army.
Rute bus 306 sering disebut dalam panduan wisata Xi’an, tetapi titik keberangkatannya telah berubah dibanding sejumlah informasi lama di internet.
Karena itu, periksa titik keberangkatan resmi yang berlaku saat perjalanan, termasuk informasi di Fangzhicheng Transit Hub, sebelum berangkat.
Hindari langsung mengikuti orang yang menawarkan kendaraan tanpa informasi operator dan tarif yang jelas.
Taksi atau Private Car
Untuk keluarga dengan anak kecil, lansia, atau rombongan yang membawa banyak barang, taksi atau private car dapat menjadi pilihan lebih praktis.
Perjalanan dari pusat Xi’an menuju museum biasanya membutuhkan sekitar 45–75 menit dalam kondisi lalu lintas yang mendukung.
Namun, waktu tempuh dapat lebih panjang saat jam sibuk atau liburan nasional.
Pastikan titik penjemputan pulang telah disepakati, terutama jika menggunakan kendaraan yang dipesan untuk perjalanan pergi-pulang.
Tips Menghindari Antrean
Datang mendekati jam buka dapat membantu menghindari sebagian keramaian rombongan wisata.
Namun, museum tetap bisa ramai sejak pagi pada periode liburan besar.
Gunakan sepatu nyaman, siapkan air minum, dan perhitungkan jarak berjalan di dalam kompleks.
6. Xi’an City Wall: Bersepeda di Atas Tembok Kota Bersejarah
Setelah mengunjungi Terracotta Army, pengalaman sejarah berikutnya yang tidak kalah menarik adalah Xi’an City Wall.
Tembok kota ini merupakan salah satu benteng kota kuno paling terkenal di China dan memiliki panjang lintasan sekitar 14 kilometer.
Bagian utama tembok yang terlihat sekarang berkaitan dengan pembangunan pada masa Dinasti Ming, meskipun sejarah pertahanan kota Xi’an telah berlangsung jauh lebih lama.
Mengapa Xi’an City Wall Menarik?
Berbeda dari banyak bangunan sejarah yang hanya dapat dilihat dari luar, Xi’an City Wall memungkinkan wisatawan berjalan di bagian atas tembok.
Dari sini, kamu dapat melihat perpaduan bangunan tradisional, gerbang kota, jalan raya, dan gedung modern.
Kontras tersebut menjadi salah satu pengalaman khas Xi’an: kota modern yang masih mempertahankan struktur pertahanan bersejarah di tengah kehidupan sehari-hari.
Masuk Melalui South Gate atau Yongningmen
Salah satu pintu masuk paling populer adalah South Gate, yang juga dikenal sebagai Yongningmen.
Kawasan ini dapat dijangkau menggunakan Xi’an Metro Line 2 menuju Yongningmen Station.
South Gate cocok untuk pengunjung pertama kali karena memiliki akses transportasi yang cukup praktis dan menjadi salah satu bagian tembok yang paling banyak dikunjungi.
Pengalaman Bersepeda di Atas City Wall
Salah satu aktivitas favorit wisatawan adalah menyewa sepeda dan mengelilingi bagian atas tembok.
Lintasan yang panjang memungkinkan kamu melihat kota dari berbagai sudut, mulai dari kawasan gerbang bersejarah hingga pemandangan permukiman di sekitarnya.
Namun, bersepeda mengelilingi seluruh tembok membutuhkan waktu dan tenaga. Permukaan lintasan juga tidak selalu sehalus jalur sepeda modern.
Jika tidak terbiasa bersepeda jauh, tidak perlu memaksakan satu putaran penuh. Kamu tetap bisa menikmati pengalaman dengan bersepeda pada sebagian lintasan.
Berapa Harga Tiket dan Sewa Sepeda?
Sebagai referensi perencanaan pada 2026, tiket masuk dewasa Xi’an City Wall berada di kisaran 54 yuan.
Biaya sewa sepeda biasa dapat berada di kisaran 45 yuan untuk durasi sewa tertentu, dengan kemungkinan deposit dan biaya tambahan jika melebihi waktu yang ditentukan.
Tarif dan ketentuan sewa dapat berubah. Periksa informasi terbaru di loket resmi sebelum membayar.
Waktu Terbaik Mengunjungi City Wall
Sore menjelang matahari terbenam merupakan waktu yang menarik untuk mengunjungi tembok kota.
Cahaya sore membuat detail bangunan terlihat lebih hangat, sementara pencahayaan gerbang mulai menyala setelah gelap.
Pada musim panas, hindari bersepeda terlalu lama di tengah hari karena bagian atas tembok memiliki area teduh yang terbatas.
Ketika musim dingin, gunakan pakaian hangat karena angin dapat terasa cukup kencang di area terbuka.
Apakah City Wall Cocok untuk Lansia dan Anak Kecil?
City Wall dapat dinikmati oleh berbagai kelompok usia, tetapi akses ke bagian atas dan permukaan batu perlu diperhatikan.
Beberapa pintu masuk memiliki tangga dan jalur yang kurang nyaman untuk stroller atau kursi roda.
Untuk keluarga dengan keterbatasan mobilitas, periksa akses yang tersedia dan pertimbangkan menikmati kawasan gerbang dari bagian bawah jika lebih sesuai.
7. Muslim Quarter Xi’an: Perpaduan Sejarah dan Kuliner
Muslim Quarter merupakan salah satu kawasan paling menarik untuk dikunjungi setelah menjelajahi City Wall.
Berada di sekitar pusat kota lama, kawasan ini dikenal dengan jalan-jalan kuliner, toko makanan, pasar kecil, serta warisan budaya masyarakat Muslim Hui.
Suasananya berbeda dari kawasan wisata modern. Kamu akan menemukan pedagang yang mengolah mi, memanggang daging, membuat roti, dan menjual camilan khas Shaanxi.
Sejarah Komunitas Muslim di Xi’an
Kehadiran komunitas Muslim di Xi’an memiliki hubungan panjang dengan perdagangan dan pertukaran budaya di China.
Melalui jaringan Jalur Sutra, kota ini menjadi tempat bertemunya berbagai masyarakat dari Asia Tengah dan wilayah lain.
Selama berabad-abad, komunitas Muslim lokal berkembang dan membentuk tradisi kuliner, arsitektur, serta kehidupan sosial yang khas.
Muslim Quarter saat ini menjadi salah satu tempat paling mudah bagi wisatawan untuk melihat jejak pertemuan budaya tersebut.
Great Mosque of Xi’an
Salah satu tempat penting di kawasan ini adalah Great Mosque of Xi’an atau Masjid Agung Xi’an.
Masjid ini dikenal dengan arsitektur yang memadukan tata ruang tradisional Tiongkok dan fungsi keagamaan Islam.
Berbeda dari banyak masjid dengan kubah besar, kompleks Great Mosque of Xi’an memiliki halaman, bangunan beratap tradisional, dan elemen arsitektur yang mencerminkan sejarah lokal.
Ketika berkunjung, perhatikan bahwa tempat ini merupakan rumah ibadah aktif. Akses wisatawan ke area tertentu dapat dibatasi, terutama saat kegiatan keagamaan.
Gunakan pakaian sopan dan ikuti arahan pengelola.
Jalan Kuliner Huimin Street
Huimin Street dan gang-gang sekitarnya dikenal sebagai pusat kuliner Muslim Quarter.
Pada sore dan malam hari, kawasan ini biasanya lebih ramai dengan pengunjung yang ingin mencicipi makanan khas Xi’an.
Namun, jangan hanya mengikuti kerumunan. Beberapa jalan kecil di sekitar jalur utama menawarkan suasana berbeda dan pilihan tempat makan yang lebih tenang.
Jika datang bersama keluarga besar, pilih restoran dengan tempat duduk memadai daripada hanya mengandalkan jajanan yang harus dimakan sambil berjalan.
8. Makanan Khas Xi’an yang Wajib Dicoba di Muslim Quarter
Xi’an memiliki karakter kuliner yang berbeda dari Beijing maupun Shanghai.
Makanan khasnya banyak menggunakan gandum, mi, roti, daging, serta bumbu yang kuat.
Pengaruh budaya masyarakat Hui juga terlihat pada pilihan makanan berbahan sapi dan kambing.
Roujiamo
Roujiamo sering dijuluki sebagai sandwich khas China.
Hidangan ini menggunakan roti pipih yang dibelah dan diisi daging berbumbu.
Namun, roujiamo di China memiliki berbagai versi, termasuk yang menggunakan daging babi.
Di kawasan Muslim Quarter, kamu dapat mencari varian yang menggunakan sapi atau kambing dari penjual yang sesuai kebutuhan halal.
Jangan hanya melihat bentuk makanannya. Pastikan jenis daging dan proses pengolahannya sebelum membeli.
Yangrou Paomo
Yangrou paomo merupakan salah satu makanan khas Xi’an yang menggunakan potongan roti dalam kuah berbahan daging kambing atau domba.
Pada penyajian tradisional, pengunjung dapat diminta merobek roti menjadi potongan kecil sebelum kuah ditambahkan.
Pengalaman tersebut membuat makanan ini menarik, bukan hanya dari rasanya tetapi juga dari cara penyajiannya.
Yangrou paomo cocok untuk wisatawan yang menyukai makanan berkuah hangat, terutama saat cuaca dingin.
Biangbiang Mian
Biangbiang mian adalah mi khas Shaanxi yang dikenal dengan bentuknya sangat lebar dan panjang.
Mi ini biasanya disajikan dengan bumbu, minyak cabai, sayuran, atau tambahan daging.
Teksturnya kenyal dan berbeda dari mi tipis yang lebih sering ditemukan di restoran China lainnya.
Untuk wisatawan yang tidak suka pedas, tanyakan apakah tingkat cabai bisa dikurangi.
Liangpi
Liangpi merupakan hidangan mi dingin yang sering menggunakan saus gurih, cuka, minyak cabai, dan bahan pelengkap lainnya.
Hidangan ini cocok untuk wisatawan yang ingin mencoba makanan ringan dengan rasa segar dan sedikit pedas.
Namun, komposisi saus dapat berbeda antarpedagang. Jika memiliki alergi atau kebutuhan diet khusus, tanyakan bahan yang digunakan.
Jajanan Kacang dan Manisan
Selain makanan berat, Muslim Quarter juga memiliki berbagai camilan seperti kacang, buah kering, kue, dan manisan.
Produk seperti ini dapat menjadi oleh-oleh, tetapi periksa komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan aturan membawa makanan ke negara tujuan.
Untuk wisatawan Muslim, status halal tetap perlu diverifikasi. Lokasi penjualan di Muslim Quarter tidak otomatis menjamin semua produk memenuhi standar halal tertentu.
9. Menikmati Muslim Quarter pada Malam Hari
Muslim Quarter memiliki suasana yang paling hidup ketika sore berganti malam.
Lampu toko menyala, pedagang mulai ramai melayani pembeli, dan aroma makanan memenuhi jalan-jalan kecil.
Jika kamu menyukai street photography, kawasan ini menawarkan banyak objek menarik, mulai dari aktivitas pedagang hingga detail bangunan tradisional.
Waktu Kunjungan yang Nyaman
Datang menjelang sore memberi kesempatan untuk melihat kawasan sebelum terlalu ramai.
Setelah itu, kamu dapat menikmati makan malam sambil menjelajahi beberapa gang utama.
Namun, akhir pekan dan liburan nasional dapat membuat jalur pejalan kaki sangat padat.
Untuk keluarga dengan stroller atau lansia, hindari jam keramaian puncak jika ingin berjalan lebih santai.
Etika Mengunjungi Kawasan Muslim
Muslim Quarter merupakan kawasan wisata sekaligus lingkungan tempat masyarakat tinggal, bekerja, dan beribadah.
Jangan menghalangi pintu toko ketika mengambil foto. Mintalah izin jika ingin memotret orang dari jarak dekat.
Di sekitar masjid, jaga volume suara dan hormati aktivitas ibadah.
Tips Berbelanja
Periksa harga sebelum memesan makanan, terutama jika produk dijual berdasarkan berat.
Untuk pembelian oleh-oleh, bandingkan beberapa toko dan pastikan barang dikemas dengan baik.
Siapkan Alipay atau WeChat Pay jika memungkinkan, karena pembayaran digital sangat umum digunakan di China.
Untuk persiapan aplikasi dan metode pembayaran, baca panduan liburan pertama kali ke Cina.
10. Destinasi Tambahan di Xi’an Selain Terracotta Army
Jika memiliki waktu lebih dari dua hari, Xi’an menawarkan sejumlah destinasi lain yang menarik untuk melengkapi perjalanan.
Bell Tower dan Drum Tower
Bell Tower dan Drum Tower merupakan dua landmark bersejarah yang berada di kawasan pusat kota Xi’an.
Bangunan ini berkaitan dengan sistem penanda waktu dan kehidupan kota pada masa lalu.
Lokasinya cukup strategis untuk digabungkan dengan kunjungan ke Muslim Quarter.
Ketika malam, pencahayaan bangunan membuat kawasan ini menarik untuk fotografi.
Big Wild Goose Pagoda
Big Wild Goose Pagoda merupakan salah satu landmark penting yang berkaitan dengan sejarah Buddhisme di China.
Pagoda ini memiliki hubungan dengan tradisi penerjemahan naskah Buddhis dan perjalanan biksu Xuanzang.
Untuk wisatawan yang menyukai sejarah agama dan arsitektur, tempat ini memberikan perspektif berbeda dari peninggalan Dinasti Qin.
Datang Everbright City
Datang Everbright City merupakan kawasan pejalan kaki dan hiburan yang terinspirasi dari kebudayaan Dinasti Tang.
Tempat ini dikenal dengan dekorasi, pencahayaan, pertunjukan, dan suasana malam yang ramai.
Jika ingin mengunjungi kawasan ini, sebaiknya datang setelah menjelajahi Big Wild Goose Pagoda karena lokasinya relatif berdekatan.
Shaanxi History Museum
Shaanxi History Museum menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin mempelajari sejarah wilayah ini secara lebih mendalam.
Koleksinya mencakup berbagai periode sejarah China dan membantu memberikan konteks terhadap peninggalan yang dilihat di Terracotta Army.
Periksa sistem reservasi, jadwal buka, dan ketentuan pengunjung asing sebelum datang.
11. Contoh Itinerary Wisata Xi’an 3 Hari 2 Malam
Untuk wisatawan yang ingin menggabungkan museum, kota tua, dan kuliner, tiga hari dua malam dapat menjadi durasi yang nyaman.
Hari Pertama: City Wall dan Muslim Quarter
Setelah tiba di Xi’an, lanjutkan menuju hotel dan gunakan waktu untuk beristirahat.
Jika tiba sebelum sore, kunjungi Xi’an City Wall melalui South Gate.
Nikmati pemandangan kota dari atas tembok dan pertimbangkan menyewa sepeda jika cuaca mendukung.
Menjelang malam, lanjutkan ke Bell Tower, Drum Tower, dan Muslim Quarter untuk makan malam.
Rute ini cocok untuk hari kedatangan karena tidak memerlukan perjalanan jauh ke luar kota.
Hari Kedua: Terracotta Army dan Lishan Garden
Berangkat lebih pagi menuju Terracotta Warriors Museum.
Fokuskan waktu pada Pit 1, Pit 2, dan Pit 3, kemudian lanjutkan ke Lishan Garden jika ingin melihat lebih banyak peninggalan kompleks mausoleum.
Karena perjalanan dari pusat Xi’an cukup panjang, hindari memasukkan terlalu banyak destinasi lain pada hari yang sama.
Setelah kembali ke kota, gunakan malam untuk makan santai atau beristirahat.
Hari Ketiga: Big Wild Goose Pagoda dan Datang Everbright City
Jika jadwal kepulangan masih memungkinkan, kunjungi Big Wild Goose Pagoda dan kawasan sekitarnya.
Untuk wisatawan yang pulang pada malam hari atau menginap satu malam tambahan, Datang Everbright City dapat dinikmati setelah matahari terbenam.
Namun, jika penerbangan atau kereta berangkat siang, prioritaskan transfer menuju stasiun atau bandara.
Jangan mengorbankan waktu perjalanan hanya untuk mengejar satu destinasi tambahan.
12. Cara Menuju Xi’an dari Kota Lain di China
Xi’an dapat diakses melalui penerbangan domestik maupun jaringan kereta cepat dari berbagai kota besar.
Melalui Xi’an Xianyang International Airport
Xi’an Xianyang International Airport melayani penerbangan domestik dan sejumlah rute internasional.
Untuk wisatawan dari Indonesia, perjalanan dapat melibatkan transit melalui kota lain sesuai jadwal maskapai.
Periksa terminal kedatangan, ketentuan visa, serta transportasi dari bandara menuju hotel.
Kereta Cepat dari Beijing
Beijing dan Xi’an terhubung dengan layanan high-speed rail.
Perjalanan dengan kereta cepat tertentu dapat memakan waktu sekitar empat hingga enam jam, bergantung pada nomor kereta dan jadwal.
Pastikan stasiun asal serta tujuan karena satu kota dapat memiliki beberapa stasiun besar.
Kereta Cepat dari Shanghai
Xi’an juga dapat dicapai menggunakan kereta dari Shanghai, meskipun perjalanan lebih panjang dibanding rute dari Beijing.
Untuk itinerary yang menggabungkan Shanghai dan Xi’an, bandingkan kereta cepat dengan penerbangan domestik berdasarkan waktu perjalanan keseluruhan, termasuk transfer menuju stasiun atau bandara.
Jika tertarik menambahkan kota metropolitan sebelum menjelajahi Xi’an, lihat panduan wisata Shanghai untuk menyusun kombinasi destinasi yang lebih seimbang.
13. Waktu Terbaik Berkunjung ke Xi’an
Xi’an memiliki empat musim yang cukup jelas. Pemilihan waktu berkunjung dapat memengaruhi kenyamanan ketika menjelajahi museum, bersepeda di City Wall, atau berjalan di Muslim Quarter.
Musim Semi: Maret hingga Mei
Musim semi umumnya menawarkan suhu yang lebih nyaman untuk berjalan kaki.
Namun, cuaca dapat berubah dan beberapa hari mungkin terasa berangin.
Siapkan pakaian berlapis agar lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan suhu.
Musim Panas: Juni hingga Agustus
Musim panas di Xi’an dapat terasa sangat panas.
Jika ingin mengunjungi City Wall, pilih pagi atau sore hari untuk menghindari paparan matahari yang terlalu lama.
Terracotta Army memiliki bangunan pelindung pada area penggalian, tetapi perjalanan antargedung dan area luar tetap dapat terasa panas.
Musim Gugur: September hingga November
Musim gugur sering menjadi periode menarik untuk menjelajahi Xi’an karena suhu mulai lebih sejuk.
Namun, awal Oktober bertepatan dengan liburan nasional China yang dikenal sebagai Golden Week.
Pada periode tersebut, museum dan destinasi populer dapat sangat ramai. Reservasi tiket dan hotel lebih awal sangat disarankan.
Musim Dingin: Desember hingga Februari
Musim dingin di Xi’an dapat terasa cukup dingin, terutama ketika angin bertiup di area terbuka.
Gunakan jaket hangat, sarung tangan, dan sepatu yang nyaman.
Aktivitas bersepeda di City Wall mungkin kurang nyaman pada hari yang sangat dingin atau ketika kondisi permukaan tidak mendukung.
14. Tips Praktis Wisata Xi’an untuk Wisatawan Indonesia
Siapkan Paspor untuk Reservasi
Beberapa museum dan objek wisata China menggunakan sistem tiket berbasis identitas.
Pastikan data reservasi sesuai paspor dan bawa dokumen asli jika diwajibkan.
Gunakan Aplikasi Pembayaran Digital
Alipay dan WeChat Pay banyak digunakan di China.
Wisatawan asing dapat menyiapkan aplikasi dan menghubungkan metode pembayaran yang didukung sebelum perjalanan.
Namun, tetap sediakan cadangan pembayaran untuk mengantisipasi kendala teknis.
Simpan Nama Destinasi dalam Bahasa Mandarin
Beberapa destinasi lebih mudah dicari menggunakan nama Mandarin.
Contohnya, Terracotta Army dapat dicari dengan nama 秦始皇帝陵博物院, sedangkan Xi’an City Wall dikenal sebagai 西安城墙.
Menyimpan alamat hotel dan destinasi dalam bahasa Mandarin dapat membantu saat menggunakan taksi atau bertanya kepada petugas.
Perhatikan Jarak Berjalan
Terracotta Army, City Wall, dan Muslim Quarter memiliki karakter perjalanan yang berbeda.
Kompleks museum membutuhkan waktu berjalan cukup panjang, City Wall memiliki permukaan batu dan area terbuka, sedangkan Muslim Quarter dapat dipadati pengunjung.
Untuk keluarga dengan lansia atau anak kecil, siapkan waktu istirahat dan pilih transportasi yang mengurangi perpindahan tidak perlu.
Jangan Menganggap Semua Makanan di Muslim Quarter Otomatis Halal
Muslim Quarter memiliki banyak penjual makanan yang berkaitan dengan tradisi masyarakat Hui.
Namun, jika memiliki standar halal tertentu, periksa bahan, sertifikasi, dan cara pengolahan makanan sebelum membeli.
Perhatikan Ketentuan Visa
Pemegang paspor Indonesia perlu memeriksa persyaratan masuk China berdasarkan jenis perjalanan.
Fasilitas bebas visa transit tertentu memiliki syarat rute dan wilayah yang berbeda dari visa wisata reguler.
Jangan menganggap seluruh perjalanan Indonesia–China–Indonesia otomatis memenuhi ketentuan bebas visa transit.
15. FAQ Wisata Xi’an dan Terracotta Army
Di mana lokasi Terracotta Army di China?
Terracotta Army berada di Distrik Lintong, Xi’an, Provinsi Shaanxi, sekitar 35 kilometer dari pusat kota. Pengunjung dapat menggunakan transportasi umum, taksi, atau private car untuk mencapai museum.
Berapa harga tiket masuk Terracotta Army?
Tarif dewasa reguler yang umum tercantum adalah sekitar 120 yuan. Harga, diskon, dan ketentuan reservasi dapat berubah, sehingga perlu diperiksa melalui kanal resmi sebelum kunjungan.
Apakah Terracotta Army merupakan makam Kaisar Qin Shi Huang?
Terracotta Army merupakan bagian dari kompleks mausoleum Kaisar Qin Shi Huang. Namun, area pit prajurit berbeda dari ruang makam utama, yang belum dibuka untuk kunjungan umum.
Berapa jam ideal untuk mengunjungi Terracotta Army?
Alokasikan sekitar tiga hingga empat jam untuk museum utama. Jika ingin mengunjungi Lishan Garden dan memperhitungkan perjalanan dari pusat Xi’an, sediakan sebagian besar hari.
Apakah Xi’an City Wall bisa dinaiki sepeda?
Ya. Pengunjung dapat menyewa sepeda pada titik layanan tertentu di atas City Wall. Periksa jam sewa, deposit, dan kondisi lintasan sebelum memulai perjalanan.
Apakah Muslim Quarter Xi’an cocok untuk wisatawan Muslim?
Muslim Quarter memiliki komunitas Muslim Hui, masjid bersejarah, dan banyak makanan khas. Namun, wisatawan tetap perlu memeriksa status halal masing-masing restoran atau produk.
Berapa hari ideal untuk liburan ke Xi’an?
Dua hari cukup untuk melihat Terracotta Army dan sebagian kota tua dengan jadwal yang cukup padat. Tiga hari lebih nyaman jika ingin menikmati City Wall, Muslim Quarter, Big Wild Goose Pagoda, dan destinasi tambahan.
Apakah Xi’an cocok digabungkan dengan Beijing atau Shanghai?
Ya. Xi’an memiliki koneksi penerbangan dan kereta cepat ke berbagai kota besar China. Namun, pastikan durasi perjalanan cukup agar perpindahan kota tidak menghabiskan terlalu banyak waktu wisata.
Jelajahi Xi’an dan Temukan Sisi Berbeda dari China
Wisata Xi’an Terracotta Army Pasukan Terakota menghadirkan pengalaman yang sulit ditemukan di kota lain. Kamu bisa menyaksikan peninggalan kekaisaran berusia lebih dari dua ribu tahun, menikmati panorama dari atas tembok kota kuno, lalu menutup hari dengan kuliner khas Muslim Quarter.
Xi’an cocok bagi wisatawan yang ingin melihat China dari sisi sejarah dan budaya, bukan hanya gedung modern atau pusat perbelanjaan.
Dengan itinerary yang tepat, perjalanan ke Xi’an dapat digabungkan dengan Beijing, Shanghai, atau kota lain tanpa membuat jadwal terlalu padat. Untuk keluarga atau rombongan, pengaturan transportasi dan waktu kunjungan yang fleksibel juga membantu perjalanan terasa lebih nyaman.
Temukan inspirasi perjalanan China dan destinasi Asia lainnya melalui Instagram Howliday serta YouTube Howliday.
Karena terkadang, pengalaman liburan paling berkesan justru datang dari tempat yang membuat kita melihat sejarah dengan cara yang berbeda.