Mengenal Permainan Tradisional Korea yang Masih Populer hingga Sekarang

Bukan Cuma Ada di Drama, Permainan Tradisional Korea Masih Dimainkan
Permainan tradisional Korea bukan sekadar aktivitas masa lalu yang sekarang hanya tersimpan di museum. Yutnori masih dimainkan ketika keluarga berkumpul saat Seollal, Jegichagi sering muncul dalam program budaya dan hari raya, sementara Tuho masih mudah ditemukan sebagai hands-on activity di folk village, museum, maupun festival.
Beberapa permainan bahkan semakin familiar bagi wisatawan internasional karena muncul dalam variety show, drama, konten K-Culture, hingga serial Korea. Namun melihat permainan di layar dan benar-benar mencobanya memberikan pengalaman yang berbeda.
Menariknya, sebagian besar permainan rakyat Korea tidak membutuhkan kemampuan bahasa Korea. Aturannya relatif sederhana, alatnya mudah dikenali, dan beberapa permainan bisa langsung dicoba hanya dalam beberapa menit.
Inilah alasan aktivitas seperti Yutnori atau Jegichagi menarik dimasukkan ke itinerary keluarga. Anak-anak bisa ikut bermain, orang dewasa tidak hanya menjadi penonton, dan kunjungan ke hanok village terasa lebih interaktif daripada sekadar mengambil foto.
Untuk traveler yang ingin melihat sisi Korea di luar K-Pop, café, dan shopping, permainan rakyat dapat digabungkan dengan berbagai aktivitas budaya Korea untuk wisatawan lainnya.
1. Permainan Tradisional Korea yang Masih Bertahan
Ada cukup banyak permainan tradisional Korea dengan karakter yang berbeda. Sebagian merupakan permainan keluarga, sebagian membutuhkan ketangkasan fisik, dan beberapa lebih sering dimainkan dalam kelompok besar.
Permainan tertentu juga mempunyai hubungan erat dengan kalender tradisional Korea, terutama Seollal atau Lunar New Year dan Chuseok.
Yutnori
Yutnori atau Yunnori merupakan salah satu permainan rakyat Korea yang paling dikenal.
VISITKOREA menyebut Yutnori sebagai permainan yang umum dimainkan keluarga saat Seollal. Permainan ini menggunakan empat batang kayu yang dilempar untuk menentukan berapa langkah bidak dapat bergerak di papan.
Konsepnya cukup sederhana untuk dipelajari wisatawan, tetapi permainan dapat berubah menjadi sangat kompetitif karena pemain bisa mengambil bidak lawan, menggabungkan bidak, dan memilih jalur tertentu untuk mencapai finish lebih cepat.
Jegichagi
Jegichagi merupakan permainan ketangkasan menggunakan jegi, benda menyerupai shuttlecock dengan bagian bawah berbobot dan material ringan yang menjuntai di atasnya.
Pemain menendang jegi berulang kali agar tidak menyentuh tanah.
Kelihatannya mudah sampai benar-benar mencoba.
Untuk pemula, mempertahankan jegi beberapa tendangan berturut-turut saja sudah bisa menjadi tantangan. Karena alatnya sederhana dan area yang dibutuhkan tidak besar, Jegichagi masih sering hadir dalam program traditional games untuk wisatawan.
Tuho
Tuho adalah permainan melempar anak panah atau batang berbentuk panah ke dalam wadah dari jarak tertentu.
Tujuannya sederhana: memasukkan lemparan sebanyak mungkin.
Permainan ini lebih santai dibanding Jegichagi dan mudah dimainkan lintas usia. Karena itu, Tuho sering ditemukan dalam cultural event, folk village, dan program hari raya.
Paengichigi
Paengichigi adalah permainan gasing tradisional.
Gasing diputar kemudian pemain berusaha mempertahankan putarannya, termasuk dengan bantuan tali atau teknik tertentu.
VISITKOREA masih memasukkan permainan gasing sebagai salah satu traditional games yang berkaitan dengan periode Seollal.
Yeonnalligi
Yeonnalligi berarti menerbangkan layang-layang tradisional Korea.
Aktivitas ini juga identik dengan musim dingin dan perayaan tahun baru tradisional. Berbeda dari Yutnori yang nyaman dimainkan di dalam ruangan, permainan layang-layang tentu membutuhkan ruang terbuka dan kondisi angin yang sesuai.
Neolttwigi
Neolttwigi sering terlihat seperti seesaw, tetapi cara bermainnya sangat berbeda.
Dua pemain berdiri pada sisi berlawanan sebuah papan panjang. Ketika salah satu pemain mendarat dengan kuat, pemain di sisi lain terdorong ke udara.
Permainan ini lebih membutuhkan koordinasi dan biasanya lebih cocok dicoba di cultural attraction yang memang menyediakan fasilitas serta pengawasan.
Ddakji
Ddakji menggunakan kertas tebal yang dilipat menjadi bentuk tertentu. Pemain melempar ddakji miliknya untuk mencoba membalik ddakji lawan yang berada di tanah.
Permainan sederhana ini kembali dikenal luas secara internasional setelah tampil dalam konten hiburan Korea. Untuk traveler, Ddakji termasuk permainan yang paling mudah dipahami karena tidak membutuhkan area luas atau perlengkapan rumit.
2. Yutnori: Permainan Papan Khas Korea
Kalau hanya punya waktu mempelajari satu permainan tradisional Korea, Yutnori merupakan pilihan paling representatif.
Permainan ini masih sangat erat dengan Seollal. VISITKOREA dalam panduan Seollal 2026 menjelaskan bahwa keluarga Korea berkumpul dan menikmati berbagai folk games, dengan Yutnori menjadi salah satu yang paling dikenal. :chatgpt-content-reference{index=”5″}
Perlengkapan Yutnori
Satu set permainan pada dasarnya terdiri dari papan permainan, empat batang Yut, dan bidak untuk masing-masing tim.
Empat batang kayu mempunyai sisi datar dan sisi membulat. Pemain melemparkannya sekaligus, kemudian kombinasi posisi batang menentukan jumlah langkah.
Lima hasil dasar
- Do: bergerak 1 langkah.
- Gae: bergerak 2 langkah.
- Geol: bergerak 3 langkah.
- Yut: bergerak 4 langkah.
- Mo: bergerak 5 langkah.
Pada hasil tertentu seperti Yut atau Mo, pemain biasanya memperoleh kesempatan melempar kembali.
Di sinilah permainan mulai terasa unpredictable. Tim yang terlihat tertinggal masih bisa mengejar dengan beberapa lemparan bagus.
Bukan hanya soal keberuntungan
Hasil lemparan memang mengandung unsur luck, tetapi pemain juga perlu menentukan strategi.
Apakah akan mengeluarkan bidak baru? Memajukan bidak yang sudah dekat finish? Mengambil jalur shortcut? Atau mencoba mengejar bidak lawan?
Dalam aturan yang umum dimainkan, bidak satu tim yang bertemu dapat bergerak bersama. Sebaliknya, mendarat pada posisi bidak lawan dapat membuat bidak tersebut kembali ke awal.
Karena itu, satu keputusan bisa mengubah permainan dengan cepat.
Kenapa Yutnori identik dengan Seollal?
Seollal merupakan salah satu hari raya terpenting di Korea. Keluarga biasanya berkumpul, menghormati leluhur dan orang yang lebih tua, makan bersama, serta menikmati permainan rakyat.
VISITKOREA menyebut Yutnori sebagai aktivitas yang dapat dimainkan semua anggota keluarga tanpa memandang usia. Permainan juga bisa dimulai hanya dengan dua orang, lalu berkembang menjadi dua tim ketika pesertanya lebih banyak. :chatgpt-content-reference{index=”6″}
3. Jegichagi dan Tuho: Permainan Ketangkasan yang Mudah Dicoba
Kalau Yutnori dimainkan di atas papan, Jegichagi dan Tuho lebih mengandalkan koordinasi tubuh.
Cara dasar bermain Jegichagi
Tujuan Jegichagi adalah mempertahankan jegi di udara menggunakan kaki selama mungkin.
Pemain menendang jegi ke atas kemudian terus melakukan tendangan berikutnya sebelum benda tersebut jatuh ke tanah. Pemenang dapat ditentukan berdasarkan jumlah tendangan terbanyak.
VISITKOREA menggambarkan jegi sebagai shuttlecock yang secara tradisional dapat dibuat menggunakan benda berbobot seperti koin yang dibungkus kain atau kertas dengan ujung yang dibuat berjumbai. :chatgpt-content-reference{index=”7″}
Untuk first timer, jangan langsung mencoba menendang tinggi. Tendangan pendek dan terkontrol biasanya jauh lebih mudah untuk menjaga ritme.
Cara dasar bermain Tuho
Tuho menggunakan wadah tinggi sebagai target. Pemain berdiri pada jarak tertentu lalu mencoba memasukkan batang atau anak panah ke dalam wadah.
Permainannya tidak rumit sehingga aturan dapat dijelaskan dalam waktu singkat.
Justru tantangannya ada pada akurasi. Bentuk target yang sempit membuat lemparan yang terlihat mudah sering memantul atau jatuh di samping.
Mana yang lebih cocok untuk anak?
Keduanya bisa menarik untuk keluarga.
Jegichagi lebih aktif dan biasanya membuat anak ingin mencoba berkali-kali. Tuho cenderung lebih tenang serta bisa dimainkan bergantian antara anak, orang tua, dan anggota keluarga yang lebih senior.
Untuk itinerary keluarga, aktivitas seperti ini menarik karena tidak memerlukan satu hari penuh. Bahkan 20–30 menit bermain di cultural attraction sudah cukup memberi pengalaman yang berbeda.
4. Tempat Mencoba Permainan Tradisional untuk Wisatawan
Tidak perlu mengenal keluarga lokal untuk mencoba permainan tradisional Korea. Sejumlah cultural attraction memang menyediakan folk games untuk pengunjung.
Korean Folk Village
Korean Folk Village di Yongin menjadi salah satu pilihan paling lengkap.
VISITKOREA merekomendasikannya sebagai destinasi untuk menikmati kehidupan dan budaya tradisional Korea sekaligus mencoba berbagai folk games. Kawasannya dibuat menyerupai lingkungan masyarakat era Joseon sehingga aktivitas permainan terasa menyatu dengan settingnya. :chatgpt-content-reference{index=”8″}
Lokasinya berada di Gyeonggi-do, di luar pusat Seoul. Jadi sisihkan waktu lebih panjang dibanding kunjungan ke museum atau hanok village di pusat kota.
Tempat ini paling cocok untuk keluarga dan traveler yang memang ingin mendedikasikan setengah hingga satu hari pada cultural experience.
Namsangol Hanok Village
Untuk traveler yang tidak ingin keluar Seoul, Namsangol Hanok Village jauh lebih mudah dimasukkan ke itinerary.
Lokasinya berada di Jung-gu dekat Chungmuro dan tidak terlalu jauh dari Myeongdong. Selain rumah hanok dan taman tradisional, kawasan ini rutin menjadi venue program budaya, terutama pada hari raya seperti Seollal dan Chuseok.
Program tidak selalu sama setiap hari. Jadi jika tujuan utamanya ingin bermain Yutnori atau Tuho, cek kalender event sebelum datang.
National Folk Museum of Korea
National Folk Museum berada di kompleks Gyeongbokgung dan merupakan pilihan logis jika itinerary hari itu sudah mencakup palace.
Museum berfokus pada kehidupan dan budaya masyarakat Korea. Saat hari raya atau special event, program cultural experience dan traditional games dapat diselenggarakan di area museum.
Keuntungannya adalah traveler mendapatkan konteks terlebih dahulu, bukan hanya bermain tanpa memahami hubungan permainan dengan kehidupan masyarakat Korea.
Jeonju Hanok Village
Untuk traveler yang menginap di Jeonju, kawasan hanok ini juga direkomendasikan VISITKOREA sebagai tempat mencoba traditional games. Panduan Chuseok 2026 menyebut Jeonju Hanok Village menawarkan permainan tradisional sekaligus modern board games yang terinspirasi darinya. :chatgpt-content-reference{index=”9″}
Jeonju cocok untuk perjalanan yang memang berfokus pada hanok, kuliner, dan budaya tradisional, bukan day trip terburu-buru hanya untuk mencoba permainan.
Unhyeongung Royal Residence
Program khusus juga sering muncul di Unhyeongung ketika hari raya.
Pada Seollal 2026, Seoul Metropolitan Government mencantumkan Yutnori, Tuho, dan archery sebagai bagian dari traditional game experience di kompleks tersebut. :chatgpt-content-reference{index=”10″}
Karena program seperti ini bersifat musiman, jangan menganggap semua permainan tersedia setiap hari sepanjang tahun.
5. Festival yang Menampilkan Permainan Tradisional
Waktu terbaik mencoba permainan tradisional Korea sering kali bertepatan dengan hari raya dan cultural festival.
Seollal
Seollal atau Korean Lunar New Year merupakan periode yang sangat identik dengan Yutnori.
Pada 2026, berbagai venue di Seoul dan kota lain mengadakan program khusus. Namsangol Hanok Village, Unhyeongung, Seoul Museum of History, Busan Museum, dan Taejongdae termasuk tempat yang mengadakan kegiatan budaya selama liburan Seollal. :chatgpt-content-reference{index=”11″}
Di Taejongdae, misalnya, program 2026 mencantumkan Yutnori, Jegichagi, dan Tuho.
Chuseok
Chuseok juga menjadi periode penting untuk folk games dan traditional performance.
Panduan Chuseok 2026 dari VISITKOREA menyoroti Ganggangsullae, Ssireum, Talchum, dan hands-on programs di palace, museum, serta local festival. Korean Folk Village dan Jeonju Hanok Village termasuk destinasi yang direkomendasikan untuk traditional games. :chatgpt-content-reference{index=”12″}
Karena Chuseok mengikuti kalender lunar, tanggal Gregorian berubah setiap tahun.
Festival budaya di luar hari raya
Traditional games juga dapat muncul dalam event yang tidak berkaitan langsung dengan Seollal atau Chuseok.
Seoul Gugak Festival 2026, misalnya, menyediakan Yutnori, Biseokchigi, Jukbangul, dan Beona sebagai bagian dari cultural experience zone. :chatgpt-content-reference{index=”13″}
Artinya, traveler yang datang di luar hari raya tetap punya kesempatan mencoba permainan rakyat jika menemukan event yang tepat.
Kalau ingin menyusun perjalanan berdasarkan kalender event, cek juga panduan festival tradisional Korea Selatan sebelum mengunci itinerary.
Perhatikan crowd dan transportasi saat hari raya
Datang saat Seollal atau Chuseok memang memberi lebih banyak cultural program, tetapi ada trade-off.
Permintaan transportasi antarkota meningkat dan sebagian bisnis dapat mengubah jam operasional. VISITKOREA secara khusus menyarankan traveler memesan transportasi lebih awal dan memeriksa operating hours selama Seollal. :chatgpt-content-reference{index=”14″}
Kalau tujuanmu hanya mencoba Yutnori, tidak perlu sengaja memaksakan perjalanan saat peak holiday. Cultural attraction pada periode biasa sering menjadi opsi yang lebih santai.
6. Cara Bermain Yutnori untuk Pemula
Melihat satu set Yutnori untuk pertama kali mungkin terasa membingungkan, tetapi aturan dasarnya sebenarnya cukup mudah.
Langkah 1: Bagi pemain menjadi dua tim
Yutnori dapat dimainkan dua orang atau lebih. Jika pemain banyak, bagi menjadi dua tim.
Masing-masing tim biasanya memiliki empat bidak yang harus dibawa mengelilingi papan hingga selesai.
Langkah 2: Tentukan giliran
Setelah giliran ditentukan, tim pertama melempar empat batang Yut secara bersamaan.
Pastikan batang dilempar ke area yang cukup luas agar hasilnya mudah terlihat dan tidak mengenai pemain lain.
Langkah 3: Baca hasil lemparan
Hasil kombinasi sisi datar dan membulat menentukan jumlah langkah: Do satu, Gae dua, Geol tiga, Yut empat, dan Mo lima.
VISITKOREA juga menjelaskan lima hasil dasar ini dalam panduan Seollal 2026. :chatgpt-content-reference{index=”15″}
Langkah 4: Pilih bidak yang akan digerakkan
Kamu tidak selalu harus menggerakkan bidak yang sama.
Pemain bisa memilih mengeluarkan bidak baru atau memajukan bidak yang sudah berada di papan. Pilihan inilah yang memberi unsur strategi.
Langkah 5: Gunakan shortcut jika memungkinkan
Papan Yutnori memiliki jalur utama dan jalur diagonal yang dapat menjadi shortcut.
Jika bidak berhenti tepat pada titik tertentu, pemain dapat memilih jalur yang lebih pendek menuju finish.
Langkah 6: Kejar bidak lawan
Jika bidakmu mendarat tepat di tempat bidak lawan, dalam aturan umum bidak lawan harus kembali ke awal.
Ini membuat posisi yang terlihat aman dapat berubah hanya dalam satu lemparan.
Langkah 7: Gabungkan bidak satu tim
Ketika dua bidak satu tim berada di titik yang sama, keduanya dapat bergerak bersama.
Strategi ini membuat perjalanan menuju finish lebih cepat, tetapi risikonya juga lebih besar karena jika tertangkap lawan, beberapa bidak bisa terdampak sekaligus.
Langkah 8: Tim pertama yang menyelesaikan semua bidak menang
Tujuan akhirnya sederhana: membawa seluruh bidak tim menyelesaikan rute.
Setelah satu ronde, aturan biasanya langsung terasa jauh lebih mudah. Inilah alasan Yutnori tetap cocok untuk family gathering maupun cultural experience singkat bagi wisatawan.
7. Tips Mencoba Permainan Tradisional Korea Saat Traveling
Cek program pada tanggal kunjungan
Adanya Yutnori atau Tuho di sebuah venue tidak berarti permainan tersedia setiap hari.
Program budaya bisa berubah berdasarkan musim, hari raya, cuaca, dan event. Cek website atau akun resmi venue sebelum datang.
Seollal dan Chuseok punya program paling beragam
Jika tanggal perjalanan kebetulan bertepatan dengan hari raya, manfaatkan kesempatan tersebut. Museum, palace, hanok village, dan folk village sering menghadirkan program yang lebih lengkap.
Namun siapkan itinerary dengan lebih fleksibel karena transportasi dan jam operasional juga bisa berbeda dari hari biasa.
Jangan takut ikut bermain
Banyak traveler berhenti sebagai penonton karena khawatir tidak memahami aturan.
Untuk permainan seperti Tuho atau Jegichagi, instruksinya sangat sederhana. Yutnori membutuhkan sedikit penjelasan tambahan, tetapi setelah satu ronde biasanya sudah mudah diikuti.
Cocok untuk family trip
Permainan rakyat menjadi aktivitas yang bagus untuk memecah itinerary anak yang terlalu penuh dengan palace dan museum.
Anak tetap mendapat cultural exposure, tetapi dalam bentuk aktivitas fisik dan permainan.
Jangan memaksakan semua permainan
Satu atau dua permainan sudah cukup.
Tujuan cultural experience bukan menyelesaikan checklist sebanyak mungkin, melainkan mendapatkan sedikit gambaran mengenai bagaimana tradisi tersebut digunakan dan kenapa masih diperkenalkan hingga sekarang.
FAQ Permainan Tradisional Korea
Apa permainan tradisional Korea yang paling terkenal?
Yutnori termasuk yang paling terkenal dan masih erat dengan perayaan Seollal. Permainan lain yang mudah ditemukan antara lain Jegichagi, Tuho, Ddakji, Paengichigi, dan Yeonnalligi.
Apa itu Yutnori?
Yutnori adalah permainan tradisional Korea menggunakan empat batang kayu sebagai penentu langkah dan bidak yang bergerak di atas papan. Tujuannya adalah membawa seluruh bidak tim menyelesaikan rute lebih dulu.
Kapan orang Korea memainkan Yutnori?
Yutnori sangat identik dengan Seollal atau Korean Lunar New Year, ketika keluarga berkumpul. Namun sekarang permainan ini juga hadir dalam festival, cultural center, museum, dan program wisata sepanjang tahun.
Di mana wisatawan bisa mencoba permainan tradisional di Seoul?
Namsangol Hanok Village, National Folk Museum of Korea, Unhyeongung, serta berbagai festival dan program hari raya merupakan beberapa opsi. Ketersediaan aktivitas berubah, jadi periksa jadwal sebelum datang.
Apa perbedaan Jegichagi dan Tuho?
Jegichagi dimainkan dengan menendang jegi berulang kali agar tidak jatuh ke tanah. Tuho merupakan permainan akurasi dengan melempar batang atau anak panah ke dalam wadah dari jarak tertentu.
Apakah permainan tradisional Korea cocok untuk anak-anak?
Ya. Banyak permainan mempunyai aturan sederhana dan dapat dimainkan lintas usia. Yutnori cocok untuk aktivitas keluarga, sementara Jegichagi dan Tuho memberi unsur gerak yang biasanya menarik bagi anak.
Apakah harus datang saat Seollal untuk mencoba Yutnori?
Tidak. Seollal memang menjadi waktu yang sangat identik dengan Yutnori, tetapi folk village dan cultural event juga dapat menyediakan permainan tersebut pada periode lain.
Tradisi Korea Lebih Seru Kalau Tidak Cuma Dilihat
Permainan tradisional Korea menunjukkan bahwa cultural experience tidak selalu harus berupa museum, sejarah panjang, atau pertunjukan formal.
Kadang cara paling mudah memahami budaya justru sesederhana melempar empat batang Yut, mencoba mempertahankan Jegi agar tidak jatuh, atau bersaing memasukkan panah ke dalam wadah Tuho.
Aktivitas seperti ini juga membuat perjalanan lebih interaktif. Anak punya sesuatu untuk dimainkan, orang dewasa bisa ikut berkompetisi, dan kunjungan ke hanok village tidak berhenti pada sesi foto.
Kalau perjalanan bertepatan dengan Seollal, Chuseok, atau festival budaya, cek program traditional games yang tersedia. Jika datang pada hari biasa, Korean Folk Village dan cultural attraction di Seoul tetap layak diperiksa.
Untuk inspirasi cultural experience dan itinerary Korea lainnya, ikuti Instagram Howliday dan lihat pengalaman perjalanan melalui YouTube Howliday.